Mengutuk hidup deadliner (1)

54241950

Selama ini aku memang terkenal paling deadliner di kampus bahkan terkenal sebagai salah satu mahasiswi yang suka banget telat masuk kelas. Jantungku mungkin sekarang sudah terbiasa diajak berpacu cepat di waktu-waktu tertentu. Tapi sebenarnya lebih sering diajak untuk hibernasi.

Oke, dampak dari jadi seorang deadliner akhirnya sangat terasa dua hari kemarin. Bukan cuma jantung, kaki pun yang selama ini jarang diajak untuk lari, saat itu aku paksa berlari kencang dan benar-benar lemas saat di akhir.

Jadi ceritanya, pada hari Senin 14 Desember 2015 adalah deadline pengumpulan Jurnal untuk kelulusan. Di hari yang sama jam 12 siang aku akan ada jadwal keberangkatan dengan kereta ke Surabaya. Jadi aku akan mengikuti  acara semacam konferensi yang diadakan oleh Bank Indonesia di Universitas Airlangga dan aku bakalan di Surabaya sehari doang. Tanggal 15 malem aku harus balik lagi ke Jakarta karena jam 8 pagi akan ada presentasi untuk UAS.(Padat merayap)

Fyi, harga tiket kereta ke Surabaya ini adalah 240 ribu karena aku beli baru di H minus beberapa jam ((hidup seorang deadliner)). Jadi, yang seharusnya aku bisa dapat harga tiket 90 ribu tapi karena semuanya habis akhirnya aku beli yang harganya 240 ribu. Aku gak mau rugi , jadi dalam hati aku bertekat GAK BOLEH TELAT! Karena takut ketinggalan kereta yang mahal itu 😦 maka aku susun jadwal sedemikian rupa malam harinya. Begini

01.00-04.00 : Bangun, beresin jurnal. | 04.00-05.00: Packing dan Sholat| 06.00-07.00: Mandi dan siap-siap | 07.30-08.00: Ngeprint dan berangkat ke kampus| 09.00: Ngumpulin jurnal| 10.00: ke Stasiun UI menuju Pasar Senen.

Kata temanku minimal banget ke Pasar Senen dari Stasiun UI adalah 2 jam sebelum jadwal keberangkatan. Jadi menurutku jam 10 dari UI sudah sangat pas dan jangan lebih dari itu.

TAPI KENYATAANNYA!baby-n-shock

01.00-04.00: TIDUR | 05.00: Bangun dan kelabakan luar biasa karena jurnal belum selesai dan harus aku kumpulkan jam 09.00| 09.00: Jurnal baru beres dan aku baru inget BELUM PACKING! | 09.02-09.30: Packing seadanya dan mandi| 10.00: Ngprint dan baru beres ngeprint 15 menit setelahnya| 10.20: Nyampe G.Kom aku langsung ngumpulin semua berkas yang diminta, tapi petugas G.Kom minta filenya DIJILID DULU dan saat itu udah jam 10.25. Aku langsung lari ke tempat fotocopy. Selesai. Tapi waktu udah nunjukin jam 11 kurang. Akhirnya aku lari sekencang mungkin ke stasiun, aku beli tujuan ke Gondangdia nanti langsung lanjut Gojek soalnya waktu itu pernah ke Senen dengan Anadia lewat Gondangdia dan lumayan cepet. TAPI MASALAHNYA INI SUDAH HAMPIR JAM 11. Bodo amat akhirnya aku masuk ke stasiun UI dan jeng jeng rame banget, firasat udah gak enak.

Aku tanya mba-mba di samping, kata dia kayaknya ada kerusakan, dari tadi belum ada kereta yang lewat. Kaki bener-bener lemas. Pasrah kalau misalnya harus ketinggalan kereta dan harus beli lagi. Pasrah.((Saat itu juga uang di ATMku pas-pasan banget))

5 menit kemudian ada pengumuman kereta akan memasuki Stasiun UI, tapi kereta arah Jatinegara. Tiketku seharusnya naik arah Jakarta Kota. Ada pengumuman lagi dan bilang yang ke arah Jakarta Kota masih di Stasiun Cilebut (jauh dari st.UI). OMG kalo aku nunggu lagi, jam berapa nyampenya! Akhirnya aku memutuskan naik yang arah Jatinegara karena emang udah jam 11. Aku memutuskan turun di Manggarai, emang gabisa lebih dari Manggarai karena tiket keretaku sebenarnya harus turun di Gondangdia. Kata temenku yang aku chat di WA, sebenernya bisa naik arah Jatinegara tapi keretanya tunggu muter dulu dan senernya itu gak mungkin aku lakukan karena tiketku sebenernya rute Jakarta Kota. Aku langsung search berapa lama yang dibutuhkan dari Manggarai ke Senen di Google Maps, dan nunjukin kalau butuh 24-28 menit dengan traffic yang normal. Nunjukin normal loh ya bukan lancar. Normalnya Jakarta kalian tau lah gimana 😦 Cuma bisa meringis, sempat gak ya.

Sampai di manggarai udah jam 11.25, aku langsung naik Gojek. Dan bilang ke Bapaknya supaya pake kecepatan penuh :'(. Sumpah kaki udah lemes banget. Bapaknya juga udah ngebut parah, nyelip-nyelip, jalanan memang gak macet, tapi lumayan padat, jadi gak bisa ngebut maksimal. Bener-bener pasrah sambil terus ngeliatin Google Maps.

Daaaaaaan akhirnyaaaa,

 

Aku bisa sampai di Stasiun pukul 11.50. Setelah bilang makasih ke bapaknya, tanpa ba bi bu aku langsung lari ke dalem buat NYETAK TIKET dulu 😦 , untungnya gak ngantri. Pkl 11.55 aku masuk ke tempat keberangkatan dan bersamaan keretanya datang. Kaki lemas, nafas udah gak karuan, pengen pingsan. Tepat pkl 12.00 aku duduk di kursi kereta dengan nyaman dan 4 menit kemudian kereta berangkat. Jangan tanya, muka udah gak karuan pucetnya. Begitulah hidup seorang deadliner…

Terus gimana cerita kepulangan dari Surabaya-Jakarta? LEBIH PARAH! Tunggu ya cerita selanjutnya 😥

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s