Kebingungan di Banjarbaru

Siang hari itu tiba-tiba Ayu chat, “Ul, ke Banjar yuk!”

“Yuk!”, jawabku singkat. “Tapi disana nginep dimana yu?”

“Tenang, ada temanku yang ngekost disana. Dia mau nampung kita.”

Tanpa banyak pikir, akhirnya kami pergi. Karena sesungguhnya yang dadakan itu selalu jadi. Haha

Perjalanan dari Balikpapan ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan memakan waktu kurang lebih 15 jam. Itu adalah pertama kalinya aku melakukan perjalan jauh di Kalimantan. Paling jauh aku pergi ke Samarinda, 2 jam. Pernah dulu paling jauh pergi ke Kutai Kartanegara, tapi itu akupun sudah lupa kapan karena memang sudah lama sekali. Kami ke Banjarbaru menggunakan bus AC, jangan bandingkan bus AC disini dengan bus AC di Jawa (atau sebenarnya sama aja?). Nyatanya masih ada bau rokok di dalam, di dalam nya juga ada toilet, dan setiap beberapa menit sekali akan ada bau dari toilet menyerbak. Benar-benar tersiksa sepanjang perjalanan. Ohya, ini juga pertama kalinya buat Ayu ke Banjar. Kami berdua benar-benar gak tau jalan, jadi kalau kelewatan atau diculik sama supirnya, hanya Allah yang tahu nasib kami berdua selanjutnya :’)

Kami saat itu juga memilih bus keberangkatan malam, jadi saat diperjalanan kami tidak bisa melihat apa-apa. Tapi memang di luar tidak ada pemandangan yang bagus. Kiri kanan dipenuhi hutan Kalimantan. Saat sampai di tempat peristirahatan,  hmm, lagi-lagi jangan dibandingkan dengan tempat pemberhentian sementara yang berada di Jawa sana (walaupun yang di Jawa juga gak bagus, tapi ini lebih parah dari itu). Toiletnya juga sangat tidak layak menurutku. Lampunya pun masih menggunakan lampu pijar yang setiap satu lampu pijar dibagi ke dua toilet. Jangan tanya bau toiletnya seperti apa huhu 😦 Bahkan disalah satu toilet yang awalnya mau aku masuk, masih ada pup orang yang masih mengambang 😥 Walaupun lampunya remang-remang tapi aku bisa lihat jelas itu. wkwkw. Aku juga yang saat itu sangat lapar tidak nafsu untuk memesan makanan apa-apa yang ada di warung tersebut. Aku hanya memesan 1 kotak ultramilk.

Setelah menempuh perjalanan yang panjang sampailah kami di Banjarbaru, tepatnya di depan Universitas Lambung Mangkurat. Kami sampai pukul 04.00 subuh. Saat itu rencanaya kami akan numpang di kosan teman Ayu yang katanya berada di dekat Unniversitas Lambung Mangkurat. Saat itu benar-benar sepi, kami yang sebenarnya masih mengantuk mencoba menghubungi teman Ayu, beberapa kali kami menelpon, tapi tidak diangkat. Mungkin dia masih tidur. Pikirku dan Ayu. Sampai akhirnya tiba-tiba hujan deras, kami meneduh di halte depan kampus, saat itu benar-benar masih gelap.Teman Ayu belum bisa juga dihubungi. Telepon seperti diangkat tapi tidak ada suara apa-apa. Karena nasib yang gak jelas aku dan Ayu kemudian tertawa kenapa kita senekat ini! Gimana kalau temen Ayu akhirnya tetap tidak bisa dihubungi juga? Bagaimana nasib kita selanjutnya? Ayu mencoba menghubungi temannya yang lain, namun belum ada respon juga karena memang saat itu masih subuh, orang-orang pasti belum bangun. Kalaupun sudah pasti hp nya mati atau di silent karena semalaman di charge. Kami akhirnya duduk pasrah. Hujan semakin deras, kami tidak ada yang membawa payung.

Kami saat itu juga lapar sekali karena belum makan apapun dari semalam. Sekitar jam 6 kalau tidak salah, langit masih gelap mungkin karena hujan, tiba-tiba ada ibu-ibu yang lewat dan dia sepertinya sedang menunggu angkot. Kami tanya dimana penjual makanan terdekat disini. Dia bilang ini  masih terlalu pagi, yang terdekat adalah ke pasar dengan angkot. Kami akhirnya memutuskan untuk ke pasar cari sarapan terlebih dahulu, kami naik angkot yang di dalamnya penuh dengan ibu-ibu yang memang akan ke pasar dan beberapa yang sepertinya pedagang, karena bawaan mereka sangat banyak. Di dalam angkot kami disapa oleh ibu-ibu yang ada di dalam angkot tersebut. Mereka sangat ramah dan menjelaskan kemana kita harus turun jika ingin ke pasar. Saat turun bahkan ada seorang ibu yang mengantarkan kami sampai ke penjual sarapan. Saat itu masih keadaan masih hujan, sehingga kami ikut numpang di payung ibu tersebut. Sampai di penjual sarapan, kami langsung makan dengan kalap. Hehe

Selesai makan, salah seorang teman Ayu ada yang membalas namanya Kak Mia, dia menyuruh kami untuk menumpang dirumahnya dulu sambil tunggu respon dari teman yang di Lambungmangkurat karena dia juga tidak bisa memberikan tumpangan kerena siang harinya ia kan pergi ke luar kota juga. Akhirnya kami kerumahnya dengan angkot lagi. Sampai dirumahnya kami disuguhi gorengan dan teh hangat. Huaaa! itu adalah gorengan dan teh ter enak yang pernah aku makan, saking masih lapernya! Wkwk.

Saat di rumah Kak Mia, teman Ayu yang lain, namanya Adam, chat dan menanyakan Ayu ada dimana. Ayu cerita tentang keadaan kita yang gak jelas di Banjarbaru (LOL). Dia sebenernya pengen banget jemput tapi hari itu benar-benar tidak bisa karena ada urusan, akhirnya Adam menghubungi temannya yang lain. Akhirnya temannya yang bernama Naomi, yang Ayu juga kenal saat di Jambore Nasional menghubungi. Ia bilang akan menjemput kami dan kami bisa istirahat dirumahnya sambil menunggu teman Ayu yang di Lambungmangkurat itu. Nasib kami saat itu benar-benar gak jelas hha!

Ohya karena hari itu weekend, aku lupa sabtu atau minggu, Naomi harus ke gereja dulu, jadi baru bisa bertemu kami sekitar pukul jam 11.00. Kami akhirnya mandi dulu dirumah Kak Mia. Pukul 10.30 kami ke tempat dimana Naomi akan menjemput kami. Saat itu teman Ayu yang di Lambungmangkurat itu belum bisa dihubungi (HHA!)

… dan akhirnya kami bertemulah dengan Naomi dan kakaknya. Saat itu kami begitu amaze dengan mobil yang dibawa Kakak Naomi, benar-benar klasik hhi. Mobilnya BMW model lama yang biasanya dipakai buat foto-foto prewed itu loh hhe. Bener-bener lucu hhi. Akhirnya kami gak jadi ngegembel di Banjarbaru siang itu :’) Ohya, sebelum ke rumah Naomi, Naomi dan Kakaknya meneraktir kami sarapan lagi bubur ayam. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

Jeff-Rasley

Lalu bagaimana selanjutnya? Apakah teman Ayu yang di Lambung Mangkurat akan menjemput? Tunggu cerita selanjutnta yaa 😀

Note:

Thanks to Kak Mia, Adam, dan Naomi yang udah nyelamatin kita sehingga akhirnya kita ga jadi gembel baru di Banjarbaru hha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s