Berkali-kali Mengalami Kegagalan, 8 Alasan Ini Membuatku Berdamai dengan Kegagalan

Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Bahkan saat kita masih merangkak dan mencoba untuk belajar berdiri kita pasti berkali-kali gagal namun mencoba berdiri lagi hingga akhirnya bisa untuk berlari. Itulah sebuah fase kehidupan, dimana ada keberhasilan pasti ada kegagalan sebelumnya. Di suatu hari aku tergelitik dengan sebuah chat yang dilontarkan oleh adik kelasku di sebuah grup yang mana kami berdua tergabung di dalamnya. Ia mengingatkan bahwa dulu aku pernah mengikuti kompetisi menulis  dengan hadiah traveling ke Bali dan minta tolong sana-sini termasuk minta tolong ke dia untuk vote tulisanku (karena salah satu penilaian adalah vote terbanyak).

Kompetisi tersebut terdiri dari 3 gelombang yang setiap bulan/gelombangnya diumumkan 1 orang pemenang. Setiap gelombang berturut-turut aku ikuti, berturut-turut juga aku chat temanku satu persatu untuk memberikan vote, berturut-turut pula aku mengalami kegagalan alias kalah. Padahal aku ingin sekali menjadi pemenang dalam lomba  tersebut. Bagaimana tidak, hadiahnya berlibur ke Bali, pulau yang mana begitu terkenal hingga seantero mancanegara namun seumur hidupku belum pernah menginjakkan kaki ke sana. Ditambah ada kehadiran Alanda Kariza yang merupakan salah satu penulis favoritku akan menemani kami selama di Bali, serta undangan untuk menghadiri Ubud Writer Festival 2015. Wow! Dari dulu aku sangat mengidam-idamkan bisa hadir dalam festival ini dan bisa bertemu dengan penulis terkenal Indonesia maupun mancanegara. Namun apa daya, saat itu aku harus menelan pil pahit kegagalan. (Baca juga : Perjuangan Perempuan yang Menjadi Anak Pertaman dan Terus Berjuang Meski Jauh dari Keluarga)

gagal 1

thefixlerfoundation.org

Tak lama setelah bermuram durja efek gagal berkali-kali aku akhirnya menyadari bahwa di setiap kegagalan pasti ada keberuntungan yang mengikuti. Pada akhirnya keberuntungan itu datang juga tanpa kusangka-sangka. Jadi, beberapa hari kemudian temanku mengajak untuk ke Surabaya – Banyuwangi – Bali dengan kereta api sebelum masa perkuliahan tiba. Hal yang paling mengejutkan adalah selama di sana aku tidak perlu memikirkan biaya apapun. Semuanya gratis tis tis. Ya ampun, ternyata walaupun aku gagal untuk menghadiri Ubut Writer Festival dengan penulis favorit setidaknya aku bisa pergi traveling bersama teman terbaikku dan gratis pula. Bahkan akan melewati Surabaya dan Banyuwangi! Aku belum pernah sama sekali ke sana juga. Luar biasa, ternyata rencana Tuhan lebih indah. Bukan hanya kegagalan ke Bali yang pernah aku alami, namun masih banyak kegagalan lainnya yang memang sakitnya minta ampun, sampe bikin gak mood melakukan apapun. Namun, kini aku tidak lagi pernah mengeluh seperti dulu, karena aku tahu Tuhan akan memberikan jalan terbaik bagi hambanya yang terus mau berusaha. Aku tidak lagi pernah merasa takut dengan kegagalan dan mencoba berdamai dengan kegagalan itu.

Berikut 8 alasan yang akhirnya membuatku berdamai dengan kegagalan, karena …

  1. Gagal mengajarkanku untuk selalu berprasangka baik
gagal 2

picjumbo.com

God’s has perfect plan for those who have failed. Melalui kegagalan kita diajarkan untuk selalu berperasangka baik dengan apa yang telah direncanakan Tuhan. Hal itu sama seperti yang telah aku ceritakan di atas, ternyata dengan kegagalan aku bisa mendapatkan yang lebih baik. Walaupun gagal pergi ke Ubut Writer Festival namun aku bisa ke lebih banyak tempat yang tak pernah aku datangi sebelumnya.

  1. Gagal memperlihatkan siapa teman-teman yang memang tulus menolong saat berada di titik terbawah

 

gagal 4

uhdwallpapers.org

Pernah mendengar kutipan mengenai siapakah teman sejati itu? Teman sejati adalah teman yang berada di samping kita tidak hanya di saat kita sedang senang melainkan juga di saat kita mengalami kegagalan. Jika kamu tidak pernah berada di titik kegagalan mungkin kamu tidak akan pernah tahu mana teman yang memang tulus berteman denganmu. Sedangkan jika kau pernah mengalami kegagalan kamu akan mengetahui siapa teman yang terus memberikan support dan selalu berada di sampingmu saat kamu mengalami kegagalan. (Baca juga: Belajar dari Geng Cinta dan Waspadai 5 Tanda Persahabatan Tidak Sehat Berikut Ini)

  1. Gagal membuat jadi lebih kuat!
gagal 5

sauj4.com

Don’t be frightened of failure. It makes you stronger if you learn from your mistakes (Mark Lawrenson) kutipan tersebut memanglah benar bahwa kegagalan akan membuat kita semakin kuat. Tanpa kekegalan kita akan mengira semua yang kita inginkan mudah kita peroleh sehingga jika nanti kita dihadang oleh satu tantangan maka kita akan lemah dan gampang untuk menyerah. Hal ini pernah dialami oleh salah seorang yang pernah dijuluki sebagai ratu talkshow yaitu Operah Winfrey yang kemudian mampu bangkit kembali setelah mengalami kegagalan bertubi-tubi. Kegagalan menjadikannya lebih kuat karena mengetahui dimana kelemahannya. Hal tersebut juga yang terjadi padaku, meskipun aku gagal memenangkan perlombaan menulis dengan hadiah ke Bali berkali-kali, setidaknya aku menjadi tahu dimana titik kelemahan penulisanku dan tahu bagaimana strategi yang lebih baik lagi untuk memperoleh banyak vote hhe. (Baca juga :Kamu Termasuk Perempuan yang Kuat Jika Memiliki 7 Kepribadian Berikut)

  1. Gagal menjadikanku lebih berpengalaman
gagal 6

babycouture.in

Dengan kegagalan akhirnya aku mendapatkan banyak sekali pengalaman. Mulai pengalaman mengenai bagaimana menulis catatan perjalanan, pengalaman bagaimana rasanya gagal, dan sebagai bonusnya, aku memiliki pengalaman jalan-jalan ke Surabaya-Banyuwangi dan Bali dengan berbagai macam kereta. Mulai dari kereta ekonomi, bisnis, hingga eksekutif. Jika aku menang, mungkin aku tidak akan merasakan itu semua.

  1. Gagal menjadikanku mampu berpikir lebih keras untuk mencari peluang lain
gagal 7.jpg

noticias.universia.edu.pe

Sebenarnya saat gagal menang perombaan itu aku akhirnya berfikir untuk mencari peluang untuk pergi ke Bali, mulai dari mencari informasi lomba/kuis berhadiah ke Bali  hingga menabung dengan uang pribadi. Namun, tak diduga, sebelum aku melaksanakan itu semua, temanku akhirnya mengajak untuk pergi ke sana gratis. Yeay! (Baca juga:  Gagal Masuk Jurusan Kuliah Yang Kamu Idamkan? Berikut 7 Tips Agar Kamu Betah dan Sukses di Jurusan yang Lain!)

  1. Gagal membuatku menjadi lebih bersabar dalam menunggu sesuatu
LsTPqw9JBUg.jpg

vk.com

Aku merupakan tipikal orang yang tidak sabaran, namun dengan kegagalan aku menjadi sadar bahwa segala sesuatu tidak semuanya bisa cepat. Ada proses yang harus kita lewati sehingga kita menjadi lebih sabar dalam menunggu. Namun, sabar menunggu di sini jangan diartikan sebagai sesuatu yang pasif yaa. Dimana kita hanya menunggu saja, siapa tau ada duren runtuh. Haha, kalau begini bukannya nikmat yang didapat melainkan bisa saja sakit karena terlalu banyak berharap. Bersabar juga tentunya diiringi terus dengan usaha dan menyerahkan apapun hasilnya kepada Tuhan.

  1. Gagal membuat jadi lebih paham bahwa hidup tidaklah semudah dan seindah negeri dongeng!

 

gagal 8

tucsonweekly.com

Mungkin pada masa kecil kita sering dicekoki kisah-kisah putri dongeng yang mana akan hadir seorang Peri baik hati yang akan menolong dan memberikan apa saja yang kita inginkan dengan cepat. Kalau kalian merasa itu akan terjadi juga di dunia nyata berarti artinya kita harus WAKE UP! Segala sesuatu perlu usaha. Dunia nyata tak seindah negeri dongeng. Hidup memang tidaklah mudah yang segala sesuatunya bisa kita dapatkan secara instan. Bahkan mie instan pun perlu waktu hingga akhirnya bisa kita nikmati. Apa yang kita inginkan harus kita perjuangkan sendiri. Tidak akan ada yang bisa memperjuangkan keinginanmu selain dirimu sendiri. Tidak ada peri dengan tongkat ajaibnya, tidak ada hujan yang jatuh begitu saja dari langit tanpa melalui proses, dan Stephanie Mayer tidak akan pernah seterkenal sekarang jika ia menyerah dengan kegagalannya saat harus ditolak sebanyak 14 kali oleh penerbit. See, dunia memang kejam, orang tidak akan sukses jika memang dirasa belum siap untuk itu. (Baca juga: Kutipan Dari Paulo Coelho Ini Akan Memotivasimu Untuk Percaya Pada Mimpimu Sendiri)

 

  1. Gagal menjadikanku lebih menghargai proses
gagal 9

ifjuhumanistak.hu

Yap. Gagal memang akhirnya membuat kita menghargai setiap proses yang kita lewati. Kita akan menyadari jika mampu melewatinya satu persatu. Kita akan menjadi tahu bahwa melalui kegagalan kita akan menghargai apa yang telah kita lakukan. Berbeda jika kita mendapatkannya secara instan, kita akan dengan mudahnya meremehkan segala sesuatu dan akan menggerutu jika kita harus melewati proses yang panjang. Hal ini yang aku dapatkan saat aku menginginkan bekerja di sebuah perusahaan, aku saat itu benar-benar yakin bahwa aku akan diterima di perusahaan tersebut. Tapi kenyataannya tidak. Aku mendapatkan email bahwa aku gagal untuk masuk ke dalam perusahaan yang sudah lama aku impi-impikan. Tapi aku melihat bahwa ada proses menuju keberhasilan di sini. Aku akhirnya tahu bahwa memang ini adalah proses dari bagian hidupku yang nantinya bisa aku ceritakan kepada anak cucuku setelah aku sukses kelak. Kembali ke poin 1, bahwa memang yang kita butuhkan adalah terus berbaik sangka. Termasuk berbaik sangka dengan proses yang telah kita jalani. (Baca juga: Saya yang Tidak Lulus SMA, Sekarang Bisa Mengakuinya dengan Bangga. Inilah 5 Pelajaran yang Saya Dapatkan dari Kegagalan)

Advertisements

4 thoughts on “Berkali-kali Mengalami Kegagalan, 8 Alasan Ini Membuatku Berdamai dengan Kegagalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s