Day 2 : Arrive in Busan!

Jika di bandingkan dengan Seoul, Busan memang jauh lebih tenang dan sepi. jika dibandingakan dengan Seoul, di sini sepertinya lebih banyak orang tua. Tidak perlu menyisihkan waktu yang banyak jika kalian ingin ke beberapa tempat wisata di Busan. Namun, jika kalian merupakan tipe pejalan yang santai dan memiliki waktu yang banyak, maka berlama-lama di Busan tidak ada salahnya. Aku dan teman-teman ke Busan memang hanya menyisihkan waktu 1,5 hari dengan mendatangi beberapa tempat-tempat yang sudah cukup terkenal di telinga kami. Selama di Busan kami menginap di daerah Haeundae. Menurutku daerah Haeundae cukup strategis karena dekat kemana-mana meskipun dengan metro dan bus. Pada tanggal 18 May 2017 kami sampai di Busan sekitar pukul 09.00. Terlambat 1 jam dari yang sudah dijadwalkan. Hal tersebut karena pada saat akan take off pesawat kami harus mengantri di Bandara KLIA2 terlebih dahulu karena ada beberapa pesawat juga yang akan take off malam itu.

IMG_5419

Sampai di pagi hari memang sangat menguntungkan bagi kami sehingga memiliki banyak waktu untuk mengeksplore Busan seharian. Dari Gimhae International Airport kami naik Airport Limousine dengan tujuan akhir Haeundae. Biaya yang kami keluarkan untuk Airport Limosine ini adalah 7000 Won. Selain menggunakan Airport Limosine, ada 2 cara lainnya yang lebih murah yaitu dengan menggunakan Bus biasa (Naik nomor 307 untuk ke daerah Haeundae dan 1009 untuk daerah sekitar Geumgok/Gadeok Quay) dan menggunakan Metro yaitu keluar di Daejo Station (Line 3)/ Sasang Station (Line 2), transfer to Busan Gimhae Light Rail Transit. Sebenernya penginapan kami yaitu Miss Egg Hostel deket banget dari Haeundae Station, jadi kalau dari Bandara lebih dekat jika naik Metro. Namun, rempong banget cyiin geret-geret koper dan naik tangga pas keluar stasiun. Tapi kalau kalian Cuma bawa ransel doang lebih baik naik metro atau bus karena jauh lebih murah.

Nah, bagi kalian yang akan naik Airport Limousine dengan tujuan Haeundae berikut rute yang akan di lalui

Gimhae Airport > Namchun-dong > Gwnagan-dong > Gwangan Stn.> Suyeoung Intersection> Suyeoung Hyundai apt> Centum Hotel> Bexco> Olympic Intersection> Gyeongnam Marina apt.> Park Hyatt Busan> Hanwha Resort> Hyperion> The Westin Chosun Hotel> Grand Hotel> Haeundae Beach> Novotel Ambassador Busan> Paradise Hotel> Mipo, Moontan road> Raemian Haeundae apt.> Hyundai I-park apt> Jangsan Stn.> Haeundae Paik Hospital> Dongbu apt> Daelim 1-cha apt> Yangwoon High School> Yangwoon Elementary School.

Seharusnya kami turun di halte Haeundae Beach, tapi kelewatan hha. Jadi kami turun di Novotel Ambassador Busan. Saat di dalam Limousine kami melihat dari dalam kaca bahwa Busan sedang terik-teriknya. Wah panas nih, fikirku. Tapi setelah turun dari Limousine, bbrrr, cahayanya doang keliatan terik, tapi nyatanya dingin banget. Busan saat itu bener-bener kayak di pakein AC dengan suhu minimum terus ditambahin kipas aingin. Gimana tuh rasanya.

Saat turun di depan Novotel, kami bingung di mana letak hostel kami. Akhirnya kami ke Haeundae Tourist Information Center untuk menanyakan kemana kami harus melangkah (duileeeh). Ohya, yang aku sangat suka dengan Busan adalah disini Tourist Information Center nya gampang banget diakses oleh turis! Setelah dijelaskan oleh mbak-mbak yang ada di Tourist Information Center tersebut rute untuk sampai ke hostel kami akhirnya kami jalan deh. Letak Tourist Information Center yang berada tepat di depan Haeundae Beach ini membuat kami melihat sedikit aktivitas dari beberapa pekerja yang akan membuat patung pasir. Mungkin untuk menyambut liburan musim panas (fyi, setiap bulan Juni akan ada Haeundae Sand Festival). Huft sayang belum jadi, jadinya belum bisa foto-foto cantik di depannya deh.

Setelah diberikan petunjuk dimana hostel kami yaitu Miss Egg Hostel (ohya, review dan how to get this hostel di post-an berikutnya yah!) akhirnya kami sholat dan berberes. Baru selesai jam 1 siang hha. Bener-bener gak kerasa. Akhirnya kami melakukan sedikit perubahan di itinerary kami dan mulai berangkat lagi tanpa mandi wkwk. Buseeet, strong banget deh kita hari itu, padahal semaleman di pesawat, nyampe hostel jalan lagi dan sempat mampir ke convenience store cuma beli nasi kepal dan banana uyu.

Berikut merupakan beberapa tempat yang kami datangi di hari pertama kami di Busan. Untuk cara ke tempat tersebut kalian bisa google sendiri yaa dengan patokan hostel yang telah kalian pesan.

  1. Gamcheon Culture Village

    IMG_5370

IMG_5412

Nih, kalau jalan sampe gang-gangnya 🙂

Metro Line 1 Toseong Stn. (Exit 6) -> Transfer (by bus) to Saha-gu 1-1, Seo-gu 2, 2-2

Salah satu alasan yang bikin kita pengen banget ke Busan adalah karena ini sih, Gamcheon Culture Village. Abisnya seru banget liat rumah warna warni gitu. Jadi dulunya ini merupakan perkampungan kumuh yang kemudian di sulap menjadi perkampungan yang warna-warni dan banyak lukisan lucu-lucu di dinding rumah. Ohya sebelum masuk mampir dulu ke Tourist Information ya buat ambil Gamcheon map, karena Gamcheon itu luas banget dan banyak gang-gang kecil yang kalau kalian ga pke map kemungkinan ga bisa pulang hha.

Pas sampe sana banyak banget wisatawan yang ke sini. kebanyakan sih wisatawannya orang Korea juga dan beberapa aku melihat wisatawan Thailand. Menurutku sih, best time ke sini adalah pagi biar gak terlalu ramai wisatawan dan biar bisa bebas foto-foto juga hha. Siapkan tenaga dan kaki kalian di sini yaaa. Sebelum berangkat usahakan rajin-rajin jogging hha. Rutenya naik turun gunung plus beberapa tangga bokk. Tapi pemandangannya bagus sih hhe. Ohya, selama di sana apalagi pas lewatin gang-gang kecilnya usahakan jangan terlalu berisik karena itu perumahan penduduk cuy, bukan museum kosong doang hha.

  1. Jagalchi MarketIMG_5429

IMG_5438Metro Line 1 Jagachi Stn. (Exit 10)-> Walk 300m toward Jagalchi 1-gil. Kalau dari Gamcheon tinggal naik bus nomor 2-2 atau 1 ntar minta turun di Jagachi Market. (deatil halte bisa kalian liat di Gamcheon map)

Mungkin bisa dibilang ini pasar ikannya Busan. Disini berbagai macam hasil tangkapan laut ditampilkan, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup. Ukurannya rata-rata besar-besar loh. Banyak hasil tangkapan yang jarang dan belum pernah aku lihat di Indonesia. Seperti Gurita, terus banyak banget sih yang lainnya yang aku gak tahu namanya hhu. Kalau nanya juga kayaknya percuma soalnya rata-rata pedagang di sana menggunakan bahasa Korea. Jagachi merupakan pasar ikan terbesar di Korea. Di sana juga banyak restoran yang tersebar, yang konsepnya kita bisa milih hasil tangkapan laut yang masih hidup-hidup yang di pajang di aquarium depan restoran. Jadi seafood yang disajikan dijamin fresh! Namun, karna harganya yang mahal dan di Balikpapan juga banyak seafood kami mengurungkan niat untuk mencoba seafood di sana.

  1. BIFF SquareIMG_5452IMG_5450

Kalau dari Jagalchi Market tinggal jalan kaki

Disini kalian akan menemukan banyak cap tangan orang-orang yang bekerja di bidang perfilman di seluruh dunia. Tapi karena saat aku sampai di BIFF sudah sore akhirnya kami tidak sempat untuk melihat satu persatu, tangan-tangan siapa aja yang ada di sana. Hha

BIFF Square ini berada di cluster Nampo Dong yang di dalamnya juga terdapat movie theatre dan tempat belanja sehingga banyak banget anak muda di sini kalau sore hari bahkan banyak diantara mereka yang masih menggunakan seragam sekolah.

  1. Busan Tower

IMG_5512

Dari BIFF Square kami jalan ke Busan Tower/Yongdusan Park. Syumfaaah itu kita setroong banget. Huhu perjalanan jauh banget dengan rute jalanan naik turun bukit cuyyy. Gue mengakui deh emang orang Korea pada kuat banget jalan, disinilah kami akhirnya mulai menyadari bahwa jalanan yang turun naik bukit bukan hanya di Gamcheon Village namun memang seluruh Korea hhu! Jadi kontur jalanan di Korea Selatan memang naik turun gunung. Pantes body orang-orang Korea pada slim-slim. Hha

  1. Gukje Market

Ini nih yang zonk banget, Gukje Market! Jadi setelah dari Busan Tower kita ikutin peta ke Gukje Market. Ya ampuun, lapar banget plus kaki udah kayak mau lepas. Nah, pas turun kita ngelewatin pasar gitu. Sempet bingung nih disini, ini pasar apaan. Karena udah mulai magrib, itu jam setengah 8 kayaknya, pedagang di pasar sudah mulai siap-siap untuk tutup tokonya. Sampe akhirnya di ujung pasar akhirnya kita bengong. Gukje Market mana ya? Sempet lama bingung akhirnya kami didatengin bapak-bapak dan dia ngomong dengan bahasa Korea yang aku sama sekali gak ngerti. Tapi untungnya Nisa dan Una ngerti dikit-dikit katanya. Kita nanya di mana Gukje Market? Dan jawabannya adalah tempat kami berpijak sekarang adalah Gukje Market! Wkwkw jadi katanya pasar cuma buka dari pagi sampe sore doang. Kalau malem pasar bubar. Hiyaaa, kirain pasar buka sampe malem TT padahal udah ngebayangin makan Toppokki malem-malem atau nyobain makanan khas Busan. Terpaksa malam itu kami ke convinience store terdekat dan diisi dengan Banana Uyu lagi :’)

  1. Gwangalli Beach

IMG_5535

Metro Line 2 Gwang-an Stn. (Exit3,5) -> 650m toward Gwangalli Beach

Nah setelah ke Gukje kita lanjut ke Gwangalli Beach. Sampai disana sudah jam setengah 9. Pas keluar stasiun brrr dinginnya luar biasa. Kita juga kaget pas sadar saat itu jalanan udah SEPI ! Buset, kan ini baru aja malem? Malemnya aja baru jam 8 tapi kok sepi banget. Agak serem juga sih, apalagi dari stasiun kita harus jalan lagi sekitar 650 meter. Kalau dari petunjuk google kita Cuma perlu berjalan sekitar 3-5 menit. Duh, pas kita jalan kok berasa lama yaaa. Huakaka. Mungkin 3-5 menit tanpa ngoceh, tanpa nyari-nyari pantainya di mana kali yaa? Pas ditengah-tengah jalan terdapat beberapa restoran Shabu-Shabu. Hampir semua restoran shabu-shabu yang kami lewati penuh oleh pekerja kantoran yang baru saja pulang dan makan malam di sana. Di tangan kanannya mereka memegang sumpit dan di sebelah kirinya terdapat Soju. Mirip seperti di drama-drama sering aku tonton. Seketika itu juga aku berharap bisa melihat orang yang mabok di pinggir jalan gara-gara kebanyakan minum Soju wkwk. Apa iya maboknya heboh kayak unnie atau oppa yang kayak di drama? LOL

Setelah 15 menit jalan (kayaknya) pokoknya lama deh hha, akhirnya aku sampai di Gwangalli Beach, Yeay! Huwoooo, dinginnya tambah nusuk hhu. Padahal ini udah mau summer loh, tapi masih aja dingin bbrr. Pantainya lumayan rame, kebanyakan anak muda sih. Ada beberapa penyanyi jalananan juga yang nyanyi jadi suasanannya makin romantic hhi. Belum lagi kerlapkerlip lampu dari beberapa gedung di seberang pantai dan dari Gwangalli Beach terlihat jelas Gwangandaegyo Bridge yang hits ituuhh. Lampu jempatannya keren juga haha. Akhirnya kita sibuk foto-foto di tempat duduk sekitar pantai. Beberapa orang ada yang lari-larian di pantainya, terus aku penasaran dan pengen jalan-jalan di atas pasir pantainya. Pas lepas sepatu dan nginjekin kaki di pasir huwooow! Baru kali ini ngerasain pasir pantai dingin banget. Buset nih pasir kayak baru disimpen di kulkas. Terus Aul tambah norak! Hiyaaay Best time ke Gwangalli Beach adalah bulan Oktober karena ada Busan Firework Festival.

Akhirnya Gawangalli Beach menjadi penutup malam itu di Busan. Kami gak terlalu lama di sana soalnya takut jalanan ke hostel makin sepi dan aku yang sepanjang perjalanan pulang masih berharap bisa liat orang mabok Soju pun gagal, kayaknya kurang malem! haha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s