Day 4 : I Seoul U

Maafkan diriku yang udah lama tak pernah update ya guys 😦 (padahal sbenernya gada juga yang nunggu update-an blog ini, gpp lah pura2 aja wkwk) Diriku beberapa bulan tengah diliputi kegalauan jadi mood buat nulis ilang seilang-ilangnya hha. Tapi sekarang alhamdulillah udah nggak kok. InsyaAllah aku takkan mager lagi. Janji! Demi 2017 yang lebih baik LOL

 

Nah, setelah perjalanan di hari ketiga (baca di sini) yang menghantarkan kami dari Busan ke Seoul dan hari ketiga ditutup dengan masakan mama Jieun yang super enak (sumpah gw ga lebay, enak banget, bahkan telor dadarnya terasa enaaaaak banget, ya Allah semoga gada campuran minyak babi nya wkwk).

img_20160520_055408

Ini kompleks apartemennya Jieun. Tuh, setiap gedung dikasih nomor biar ga ketuker :p

Keesokannya kami bangun pagi alhamdulillah, gak ada lagi tuh kayak di Busan. Soalnya kita ga enak kalau sampe bangun kesiangan sama Jieun karena dia ada kuliah pagi. Bangun tidur akhirnya kami mandi. Brrr, sumpaaah disana malem sama paginya dingin banget. Dinginnya ber-angin gitu :’)) Pokoknya menggoda kita banget buat tidur lagi, tapi karena numpang jadi tau diri dikitlah yaa wkwkw. Mamanya Jieun maksa kita buat sarapan pagi, tapi karena kita juga buru-buru buat pergi, akhirnya kami tolak (padahal lapaaaaaaaar bok). Kami janji bertemu dengan Uli di Seoul National University (SNU). Ohya Uli ini adalah adik tingkat kami di UI yang sedang mengikuti exchange student.

Enaknya di Seoul kami tidak akan pernah kelaparan selama punya duit (Yaeyalaaah), karena dimana-mana ada convenience store. Selama di sana kami sarapannya selalu Banana Uyu/Hershey’s dan Samgak-gimbab (Onigiri versi Korea). Sumpah ini enak banget dan bikin kenyang BANGET! kita bisa kuat jalan dan ga ngerasa laper sampe seharian loh! Aku yang punya maag akut ga pernah maag kambuh sedikitpun selama di sana. Nikmat Allah mana lagi yang kau dustakan? Wkwkw. Selain itu harga ketiga produk ini di convenience store murah juga wkwkw. Apalagi Hershey’s sering banget diskon beli 2 gratis 1 hhe, pas kan buat kita bertiga (Aku, Una, Nisa). Ohya buat muslim samgak gimbabnya pilih yang isian Ikan Tuna ya, hati-hati untuk yang isian daging lain soalnya beresiko itu isinya Babi. Bagi yang non muslim sih Korea emang surganya untuk icip-icip babay dan minum soju apalagi soju di Korea harganya murah cuma 2000an Won hha.

Terus ul, siang dan malamnya makan apa? Yaa makan ramen instan yang kemasan cup :p Ini juga kami selalu menghindari rasa daging-dagingan. Lebih prefer pilih yang seafood atau hanya sayuran buat jaga-jaga ada campuran daging babinya. Ohya, ajaibnya selama 10 hari aku di sana dengan asupan makanan yang di bawah standart, kayak sering makan mie sama sekali ga buat maag ku kambuh loooooh. Padahal kalau di Indo jangan tanya deh, telat makan dikit aja kambuh, makan mie instan dikit aja kambuh lagi 😦 Itulah the power of traveling ! Yeay!

Jika ingin ke SNU caranya pertama naik subway dulu Seonbawi Station (Stasiun terdekat dari rumah Jieun) – transit in Sadang Station (blue line) – Seoul Nat’l Univ (green line). Nah keluar stasiun lanjut naik bus No. 6515/5515/501 (terserah pilih yang mana datang duluan)

Nah, akhirnya kami sampai ditempat tujuan, yup SNU dan tentunya dengan keliling2 dulu dong cari rute kalau mau ke SNU ke halte mana :’) bukan aku sih yang nyari, lebih tepatnya Una dan Nisa huakaka. Sesampainya di kampus yang katanya idaman Una, akhirnya kita nungguin Uli terus Una foto-foto. Aku sibuk cari wifi buat update location di path tapi ga nemu. Wkwkwk. Kasian emang. SNU sekilas kalau kami liat dari luar sih model-modelnya kayak UI gitu. Jadi kayak kompleks luas gitu terus gedung masing-masing fakultas misah-misah gitu. Di sana juga ada bus yang bakalan ngelawatin semua fakultas yaa kalau di UI kan ada Bikun (Bis Kuning). Sebenarnya kami ingin menaiki bus tersebut sambil keliling SNU tapi takut kalau nantinya saat menaiki bus tersebut diwajibkan memiliki kartu mahasiswa yang harus di tap. Hahaha. Malu kan kalau tiba-tiba kita masuk terus keluar lagi karna gapunya kartu. Walaupun aku yakin gak akan yang peduli sih sebenernya soalnya masing-masing udah sibuk dengan headset dan handphone masing-masing. Setelah puas foto-foto di depan dan Uli pun datang, akhirnya kami memutuskan untuk lanjut ke Seoul City Hall. Nah cara ke Seoul City Hall ini kalau dari SNU adalah ke SNU station lalu turun di City Hall Station (Seoul Subway Line 1, 2), Exit 5.

img_5641

Daerah Seoul City Hall

img_5642

Yes! you can see N Seoul Tower dari kejauhan :))

IMG_5648.JPG

Emang di Seoul City Hall ada apa? Sebenernya di sini kayak daerah yang dikelilingi sama gedung-gedung tinggi nan modern mayoritas kayak gedung-gedung pemerintahan pusat gitu, ya kalau di Jakarta ini mirip daerah Merdeka lah ya. Kalau di Balikpapan ini mirip-mirip lah sama Klandasan :p Kami di Seoul City Hall juga sempat mampir kayak ke Tourism Centernya, disitu buaaaaanyak banget informasi dan brosur-brosur mengenai wisata di Korea Selatan, Seoul khususnya. Di situ juga ada museum yang menggambarkan sedikit mengenai Korea Selatan. Ohya sesampainya di City Hall juga aku baru tau ternyata di Korea juga ada demo loh, tapi bukan demo yang rusuh. Aku juga lihat demo saat jalan ke area Myeongdong. Nah keluar dari stasiun City Hall kami lihat ada tenda hitam gitu dan dinding-dinding tendanya penuh baliho dengan tulisan tuntutan mereka. Kalau dilihat sih mereka lagi menuntut pertanggungjawaban dari Hyundai yang mana salah satu pekerjanya ada yang meninggal. See? Negara maju sekalipun gak akan pernah lepas dari permasalahan sosial yaaa, nanti aku bakalan post deh masalah-masalah sosial di Korea yang mirip kayak di Indo hha.  Jadi, jangan pernah ngerasa karena di Indonesia banyak masalah ini dan itu terus jadi ngerasa negara ini adalah negara bobrok se-dunia. Makanya jangan cuma bisa ngeluh aja, buat perubahan juga dong… (elaah ul ngomong lu)

img_5633

Maafkan hayati ya, fotonya ga fokus

img_5636

Setelah dari City Hall kami jalan kaki ke Gwanghwamun Gate dengan berjalan kaki. Lumayan deket kok, “deket versi Korea Selatan yaa” Wkwkw. Gwanghwamun Gate ditandai dengan adanya patung besar King Sejong. Saat itu lumayan ramai, lagi-lagi banyak anak sekolah yang lagi dharma wisata. Kalau diperhatikan emang sekolah-sekolah di Korea Selatan kayaknya memang rajin untuk mengenalkan kepada anak-anak mudanya mengenai sejarah dan tempat wisata di Korea Selatan. Soalnya kalau aku pergi kayak ke Museum, Kuil, atau monumen bersejarah gitu pasti banyaaaak banget anak sekolahan dengan didampingi gurunya yang menjelaskan satu-satu mengenai apa yang ada di sana. Sebenernya kalau ngerti Bahasa Korea lumayan banget sih jadi berasa ada guide gratis hhi. Betenya kalau banyak anak sekolahan yang lagi darmawisata pas kita lagi berkunjung adalah mereka ribut banget :’)) Selain itu mereka juga bakalan berkeliaran gitu. Jadinya tempat yang seharusnya photoable jadi kayak pasar 😥

img_5683

Dedek Dedek Emeeeeeesh yang membuatku sulit mendapatkan foto selfie berdua bersama King Sejong 😦

img_5684

Yang sabar ya mbak, I feel you kok :’))

Tips nih buat kalian yang pengen menghindari siswa darmawisata adalah jika kalian akan ke museum, kuil dan tempat budaya/bersejarah lainnya yang ada di Korea Selatan sebaiknya datang pada pagi hari pukul 07-09 pagi dan sore pukul 04-06 sore. Dijamin ga akan terlalu ramai atau bahkan gak ada sama sekali gerombolan anak sekolah. Di sepanjang Gwanghwamun Gate juga banyak stand-stand yang berdiri. Aku tidak ingat ada stand apa saja, namun yang paling aku ingat adalah stand yang mengenang Tenggelamnya MV Sewol, yaitu kapal ferry Korea Selatan yang saat itu sedang mangangkut kurang lebih 476 penumpang yang sebagian besar merupakan siswa sekolah yang akan berdarmawisata dari Incheon ke Jeju. Beberapa penumpang selamat namun banyak juga yang akhirnya tidak sempat untuk diselamatkan bahkan belum ditemukan jasadnya. Kecelakaan ini bahkan membuat PM Korsel mengundurkan diri loh. Hmm…

Ohya, di samping Gwanghwamun Gate juga kalian akan melihat Kedutaan AS yang lumayan besar dan sangat dijaga ketat. Ya seperti di Jakarta lah ya yang berapa meter udah ada polisi kedubes yang jagain. Apalagi Korsel sama AS sohiban banget makanya AS kayak dapet tempat yang istimewa gitu deket Gwanghwamun Gate dimana merupakan daerah sentral Seoul. Next setelah dari Gwanghwamun Gate akhirnya kami lanjut ke Gyeongbokgung Palace yang juga tidak jauh dari tempat tersebut.

img_5716

Dengan kekuatan hengpong jadul cekrek cekrek :p

img_5714

Di Korea btw banyak banget yang pake baju kembaran hhi

img_5717

Sama seperti tempat-tempat sebelumnya, Gyeongbokgung juga tidak kalah ramainya bahkan berkali-kali lipat. Wkwk  biasanya aku cuma liat bangunan model Gyeongbokgung gini di drama dan akhirnya sekarang di depan mata. Masuk Gyeongbokgung dikenakan tarif 3000 Won ya lumayan laah, soalnya kompleks palace ini lumayan luas dan photoable wkwkw. Aku juga sempat liat kereta (eh apa sih nyebutnya? Kereta? Pokoknya Kereta jaman dulu di Korea deh) yang waktu itu jadi tempat syuting triplet. Hihi kebetulan disitu lagi ada 3 anak kecil cewe. Hihi mereka mirip banget kayak triplet versi cewe!

 

IMG_5791.JPG

Hihi adeknya sempet bengong liat kita kelompok hijabers dateng wkwk

img_5788

Triplet Effect

Di dalam Gyeongbokgung Palace juga ada bagian yang memperlihatkan perkampungan kuno di masa kerajaan Korea. Hmm, emang keliatan sih Korea majunya pesat banget kalau dibandingkan dulu dan sekarang. Ya dulu mereka juga rumah warganya kayak dari gubuk-gubuk gitu.

img_5809

Kalau ini kondisi perkampungan di tahun 1980an, berasa kayak nonton drama korea Reply 1988 (ya gak? Sok tau sih eyke padahal belum pernah nonton :p )

Ohya, tujuan selanjutnya kami ke beberapa tempat lagi akan aku ceritakan terpisah yaaa…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s