Bukchon Hanok Village: Menikmati Desa di Tengah Perkotaan

Korea Selatan merupakan salah satu negara yang menjaga budaya tradisionalnya agar tetap beriringan dengan kemajuan negaranya. Tidak sulit bagi kita untuk menemukan pusat-pusat kebudayaan dan sejarah Korea pada masa lampau di tengah perkotaan. Terlebih yang membuat saya kagum adalah mereka sangat menjaga”Warisan Budaya” mereka. Bahkan menjadikan pusat kebudayaan dan sejarah sebagai alat untuk “jual” negara mereka yang kemudian mengundang turis untuk datang ke Korea Selatan. Yup, kami bertiga adalah 3 dari 132.024 wisatawan Indonesia yang akhirnya terpancing untuk pergi ke Korea Selatan.

img_5845

Bukchon Hanok Village (udah males banget buat foto karna betis nyut-nyutan)

Salah satu warisan budaya Korea Selatan yang diperkirakan sudah ada sejak Dinasti Joseon adalah Bukchon Hanok Village. Desa ini menjadi salah satu pilihan utama bagi turis yang sedang melancong di Korea Selatan. Bukchon lokasinya berada di tengah kota dan berdekatan dengan tempat-tempat bersejarah lainnya di Korea Selatan seperti Gyeongbokgung Palace, Changdeokgung Palace, dan Jongmyo Shrine. Jadi, kalian tidak butuh waktu lama untuk bisa mengunjungi tempat-tempat tersebut karena lokasinya yang berdekatan.

img_5834

Di Bukchon juga ada penyewaan baju tradisional Korea Selatan

img_5836

PR buat kami adalah, kami harus sabar karena untuk mencapai tempat-tempat tersebut harus berjalan kaki dan jalannya berbukit-bukit hhu (kecuali lu tajir, naik taksi bisa). Cobaan terberat ya saat di Bukchon, duhh jalannya berbukit-bukit banget. Betis udah bengkak-bengkak (lebay sih ini). Kaki gak usah ditanya lagi gimana merah-merahnya. Makanya pas di sini kami tidak terlalu banyak foto selfie hhu. Aku lebih banyak menikmati pemandangan di sana dan Nisa sibuk mencari rumah Henry Super Junior yang konon katanya rumahnya ada di Bukchon.

img_5855

Selama berada di Bukchon Hanok Village jangan sampai ribut yaa, karena sebenarnya itu adalah rumah-rumah yang masih ditinggali penduduknya. Kita juga tidak boleh mengambil gambar hingga ke dalam rumah atau ke area privasi pemilik rumah. Di setiap pagar rumah kalian pasti akan melihat stiker “Silent, please” hha. Berbeda dengan Gamcheon di Busan yang rumahnya dempet-dempet tanpa pagar. Di sini rumah-rumahnya lebih teratur dan dibatasi dengan pagar (kata Una sih ini emang yang tinggalin orang-orang kayaa,ya emang keliatan sih).

img_5860

Bukchcon itu luas banget. Kami sempat beberapa kali bingung kami ada di mana. Tapi jangan pernah takut nyasar karena banyak banget petugas dari Tourist Information Center yang berkeliling dan siap untuk kita tanya apapun (ya asalkan ga nanya jodohmu kapan datang ya LOL). Mereka juga membagi-bagikan peta serta guide book agar kita tau apa saja tempat menarik yang bisa kita datangi. Pernah nonton iklannya Kongbab gak? Nah itu syutingnya di Bukchon loooh wkwkw

img_5878

Salah satu dari banyak penjual aksesoris lucu di Bukchon

img_5879

Topokki/Tteokbokki terenak dan termurah! Kelihatannya dikit ya, tapi ini ngenyangin banget, parah :’))

img_5884

Ini lupa namanya apa, tapi aku sebutnya Topokki Goreng, Enaaaak banget!!!

Bukan hanya rumah-rumah tradisional saja yang ada di sana, namun juga ada berbagai macam cafe yang lucu-lucu, toko aksesoris dan baju yang dekorasinya lucu-lucu banget. Pokoknya instagram-able lah. Tapi karena aku udah cape jadi males buat foto-foto.Di sini juga banyak penjual jajanan mulai dari yang tradisional hingga yang modern. Nah, bagi kalian yang pengen banget makan Topokki, nih di sini yang termurah, harganya kalau gak salah 1.500-2000 Won. Aku sudah ke tempat-tempat lain di Korea emang di sini yang paling murah. Porsinya banyak banget, bisa buat berdua. Rasanya? Duhhh sumpah enak banget :’)) Ya Allah jadi pengen makan, tapi di Balikpapan di mana ya (eh, malah nanya). Di sana juga jual Topokki goreng gitu, aku lupa namanya apa, nah itu Nisa yang beli. Ya ampun pas cobain punya Nisa, ternyata lebih enaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!

img_5894

Beberapa store lucu di jalan menuju Bukchon

img_5892

img_5871

Bagian kalau udah masuk ke gang-gangnya

img_5869

Up! Up!

Karena Bukchon sering menjadi tempat syuting reality show atau drama Korea di sini banyak banget turis yang foto-foto di spot yang pernah dihampiri idolanya. Buseeet segitunya yaa. Bahkan toko-toko yang barangnya pernah di beli sama idola mereka, mereka datengin looh dan beli produk yang sama. Demi bisa samaan dengan sang idola. Sumpah, setengah percaya sih. Tapi pada kenyataannya emang fans K-Pop atau K-Drama ya sebegitu fanatiknya kalau suka banget :”)

img_5876

Nisa cerita kalau ini pernah di singgahi Song Ji Hyo pas mereka lagi syuting We Got Married versi China. Sebelum aku foto, ini tadinya digerombolin ciwi-ciwi dari Thailand gitu buat beli stempel cutomized.

Di sana juga kami bertemu ibu-ibu turis dari Malaysia (kayaknya orang tajir deh dari dandanannya) Dia negur kita pas lagi ganas-ganasnya masukin Toppoki ke dalam mulut. Wkwkw  doi kira kita juga dari Malaysia, jadi dia negur pengen nanya jalan soalnya rada bingung sama rute Bukchon. Hahaha, sama lah bu, saya aja bingung, yang hapal jalan mah cuma Nisa dan Una. Terus ya dia sempet muju kita pas tau kita cuma bertiga tanpa guide, bilang kita masih muda udah berani pergi jauh. Udah banyak kok bu yang kayak gini, kita aja udah ngerasa tua banget baru pergi jauh sekarang.

IMG_5896.JPG

Kiehl’s Store

img_5872

Gang paling gang dari Bukchon Hanok Village

Note:

Sebelum ke sini, perbanyaklah latihan betis 🙂

Kalau kalian tipe orang yang suka kuliner atau ke cafe-cafe yang lucu-lucu gitu, Bukchon bisa menjadi pilihan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s