Balikpapan, How to, Jakarta, Travel

Ke Labuan Bajo, Backpacker atau Travel ?

Tanggal 17 May lalu aku dan 3 orang teman kampusku di FISIP UI memutuskan untuk pergi ke Labuan Bajo dan beberapa teman kami banyak yang bertanya-tanya mengenai budget untuk pergi ke sana. Backpacker atau Travel? Kalau travel pakai travel apa? Hehe daripada jawab satu-satu mending aku jabarkan aja ya di blog ini.

Nah kemarin kami bertiga menggunakan travel Bayu Buana untuk ke Labuan Bajo dan Waerebo jadi kami tinggal tunggu beresnya aja dari mulai transportasi, akomodasi, dan makan selama di sana.

DSCF5041.JPG

  1. Transportasi
  • Penerbangan : karena aku start dari Balikpapan jadi aku harus ambil penerbangan ke Jakarta dulu. Waktu itu aku pakai Lion Air karena itu adalah penerbangan yang paling pagi untuk ke Jakarta yaitu pukul 06:00 WITA. Sampai pukul 07:00 WIB, ambil bagasi dan pindah ke Terminal 3 Soetta untuk penerbangan selanjutnya ke Labuan Bajo. Nah, di sini kami mengambil penerbangan Garuda Indonesia karena itu yang satu-satunya direct ke Labuan Bajo tanpa transit dulu di Bali. Pesawat GA yang kami gunakan adalah GA Explore jadi kayak pesawat perintis versinya Garuda. Perjalanan CGK – LBJ kami tempuh selama kurang lebih 2,5 jam. Nah enaknya Garuda ya selama di pesawat smooth banget gak kerasa kalau itu adalah pesawat kecil. Kalau kata Nja sih “Ini pesawat rasa bus” Hhe. Untuk harga pesawat direct pastinya lebih mahal dibandingkan kalian mengambil pesawat transit. Kisaran tiket pesawat Garuda untuk CGK-LBJ di harga normal itu sekitar 3,5 – 4 jutaan PP. Tapi kalau lagi promo kalian bisa loh dapat setengah dari itu. Contohnya kalau Garuda lagi ngadain Garuda Travel Fair, di sana kalau kalian beruntung bisa dapet tiket ke LBJ seharga 900rb-an. Nah untuk yang transit penerbangan ke LBJ bisa pakai NAM Air atau Wings Air dengan harga yang pastinya lebih murah mungkin sekitar 1-1,5 juta oneway (hmm, mahal juga sih jatuhnya).
  • Transportasi lokal : Di Labuan Bajo setau saya jarang sekali ada angkutan umum apalagi kalau penginapan kalian agak jauh dari pusat kota. Maka takkan kalian lihat satupun angkot hilir mudik. Jadi, alternatif bisa naik ojek (tapi setahuku mahal), sewa motor, atau sewa mobil (nah ini usahakan sama supirnya ya soalnya kontur jalan di sana yang berkelok-kelok, berbukit dan satu arah). Apalagi kalau kalian mau ke Waerebo dari Labuan Bajo ke sana sangatlah jauh. Kami saat itu berangkat sekitar jam 8 pagi dan baru sampai di titik awal pendakian menuju Desa Waerebo itu sore sekitar jam 4-an. Dan jalannya luar biasa berkelok-kelok dan rusak di beberapa titik. Kata teman yang kami temui di Waerebo yang pergi tanpa travel ke sana untuk penyewaan mobil dan supirnya dari Labuan Bajo ke Waerebo seharga 1 juta rupiah exclude guide ya jadi di sana bayr guide lagi. MAHAL? tapi sungguh sungguh yang kalian dapatkan lebih-lebih dari itu.
  • Kapal : ini part yang penting banget kalau kalian emang mau explore keindahan Labuan Bajo seutuhnya (duileh). Untuk penyewaan kapal kalau kalian gak pke tour biasanya biayanya 1,5-2 jutaan untuk oneday trip tergantung jenis dan besar kapalnya. Itu sudah termasuk makan siang loh. Nah untuk yang pengen sailing on board (kayak nginep di atas kapal gitu) aku kurang tau ya. Keliatannya sih seru banget soalnya kapalnya kalau aku lihat kayak kapal-kapal pinisi gitu. Duh! Tapi buat kalian yang mabok laut sangat tidak disarankan. Ohya harga kapal ini bisa sharing ya jadi kalau kalian backpack bareng 5 orang temen 1,5 juta bisa di share tuh kan lumayan. Makin banyak yang sharing sama kalian makin murah  🙂

    DSCF5272

    Di Atas Kapal

2. Akomodasi

Untuk akomodasi selama di Labuan Bajo kami menginap di Luwansa Beach Hotel and Resort. Rate di sana semalam untuk kamar superior adalah 650 – 750 ribuan tapi kalau kalian cek di traveloka atau sejenisnya pasti deh dapetnya sekitar 1 jutaan hhi (nah inilah positifnya klo pesennya udh include travel). Hotel ini merupakan hotel bintang 4, kebanyakan orang-orang dari kementrian yang sedang rapat atau kerja pasti nginep di sana (duhhh enak bener yah). Saat kami menginap di sana kami bertemu dengan rombongan dari Kementrian Pariwisata. Bahkan saat bertemu kami mereka nanya, “Mba, dari kementrian mana?” (dalam hati aminin ajadeh hhe). Overall, Luwansa bagus banget di belakang resortnya itu pantai dan restaurantnya menghadap ke pantai. Di dalam kamar disediakan berbagai macam handuk (huh tau gitu gausah bawa handuk hha), perlengkapan mandi, kamar mandi yang lumayan luas duh nih. Ya menurutku hotel ini lumayan cocok buat yang mau honeymoon #eh. Tapi dari segi pelayanan hmm di front office rada buruk sih kayak mereka masih kurang di training gitu. Kalau ditanya-tanyain masih sering bingung. Bahkan saat aku tanya kamar temanku yang lain mereka salah ngasih nomor! Padahal aku sudah ketok-ketok kamar yang mereka infokan tapi gada jawaban dan pada akhirnya aku tau kalau temanku bukan di kamar itu rrrr. Dan beberapa mba-mba nya jutek banget entah emang karena dasarnya orang-orang flores gitu jadi kesannya galak tapi sama satpam dan bellboy mereka kok ramah-ramah aja tuh. Pokoknya pelayanannya ga mencerminkan bintang 4 banget deh 😦

Kalau mau cari yang murah di Labuan Bajo banyak guest house murah kok contohnya Le Pirate (duh ini super-super rekomended deh soalnya interiornya lucu banget) harganya mulai dari 450-800 ribu tergantung jenis kamar. Nah kalau teman yang kami temui di Waerebo selama di Bajo mereka nginap di Tree Top. Ratenya 510rban untuk yang view Pelabuhan. Aksesnya katanya gampang deket kemana-mana.

Nah, untuk di Waerebo kami menginap di homestay yang memang sudah disediakan di desa tersebut dan disitu kami akan tidur dengan traveler lainnya. Biasanya 1 rumah itu bisa menampung hingga 20an orang. Nah, di sana kami meskipun cuma sehari tapi langsung udah akrab banget sama traveler lainnya, saling bertukar cerita dan pengalaman mereka traveling ke tempat lain. Di sana juga kami bertemu dengan rombongan dari Kementrian Pendidikan yang mereka lagi liburan sekaligus survey untuk program mereka berikutnya (duh naq ngets yha kerja sambil liburan yang dibayarin). Nah untuk masuk desa ini kalian harus bayar itu sudah include guide, homestay dan makan biasanya tapi aku kurang tau sih bayar berapa karena udah include semua sama paketan tour. Tapi kalau nanti dapat info dari temen aku bakalan update lagi 🙂

DSCF5740.JPG

Salah satu dari 8 rumah itu adalah tempat kami tidur 🙂

3. Makan

Nah untuk makan sudah aku bahas ya di atas kalau beberapa udah termasuk sama paketan gitu seperti saat di kapal, di Waerebo, dan di hotel (ini biasanya cover sarapan doang). Nah, klo kami itu udah termasuk di paketan Bayu Buana. Semuanya di cover kecuali di hari pertama kedatangan. Nah, untuk di hari pertama kami makan di rumah makan Bali gitu tapi menyediakan menu macam-macam. View di restaurant ini huaaa bagus banget! jadi ngadep langsung ke dermaga gitu jadi kita akan disajikan jejran kapal dan bukit-bukit di tengah lautan gitu. Untuk harga lumayan mahal sih emang, untuk makanan berat rata-rata 50 ribuan. Nah kalau malam selama di Bajo kami makan Seafood di Kampung Ujung. Di sana bejejer berbagai macam seafood seperti Kerapu, Cumi, Kakap Merah, Udang, Kepiting yang bisa kita pilih sendiri dan bisa request mau diolah seperti apa. Pokoknya disini bikin ngiler banget deh!

DSCF5048

View dari Restaurant makanan Bali

Bagi yang tanya, makanan khas Labuan Bajo apa? Di sini gak ada makanan khasnya jadi rata-rata makanannya sama aja seperti yang di luar sana. Tapi pemandangan di sana dijamin bikin kamu yang makan nasi sama garem doang pasti langsung kerasa enak!!

Dan hati-hati bagi kalian yang kesini, pasti gak mau pulang dan bapernya berhari-hari wkwkw

DSCF5371

No filter needed! Berasa kayak di zaman Purba :’)

Jadi kesimpulannya ke Labuan Bajo enaknya backpacker atau travel? Itu tergantung kalian masing 🙂 Kalau kalian punya waktu banyak backpacker di sarankan karena pasti kalian bisa explore lebih banyak lagi dengan budget yang minim. Sumpah di sana banyak banget tempat yang bagus! dan menurutku kalau kalian backpacker pasti punya banyak waktu dan kesempatan untuk mengenal dan berinteraksi dengan warga lokal. Orang-orang Bajo dan Flores ramah-ramah loh meskipun suara mereka rada keras hhi. Cuma ya di sini minim-minim nya kamu se-backpacker backpackernya kamu pasti tetap harus keluar duit lebih sih terutama di transportasi kalau makan dan akomodasi kan masih bisa diakalin cari yang murah.

Nah, buat yang punya waktu sempit sangat direkomendasikan pakai paketan travel biar ga ribet meskipun mahal. Tapi sekarang banyak loh paketan tour di luar sana yang menawarkan harga murah yang kalau di itung-itung sama aja kayak backpacker-an bahkan ada paketan yang udah include fotografer duh ini penting banget sih mengingat Labuan Bajo dan Waerebo wajib banget untuk diabadikan :’) Bahkan bidikan kamera pun ga cukup (duh kan aku baper lagi pen balik kesana).

Alternatif lain bagi kalian punya jiwa sosial tinggi bisa ikutan kegiatan volunteer yang diadakan di sana, meskipun biasanya tetap bayar tapi seenggaknya kalian bisa menikmati Labuan bajo dengan harga yang jauh lebih murah tanpa harus nunggu2 ngumpulin teman. Salah satunya adalah kegiatan 1000 Guru yang akan diadakan 28-30 Juli nanti.

DSCF5157

Bukit Cinta. Sunsetnya luar biasa banget di sini!

Selamat menikmati keindahan Labuan Bajo! Aku doain ya semoga kalian juga segera punya kesempatan untuk ke sana 🙂

 

Catatan :

 

 

Advertisements
Standard
Balikpapan, Jakarta, Korea Selatan, Life, Travel

Day 1 : Hampir Gagal ke Korea (Tiket yang Gak Keluar)

Aku yang berada di Balikpapan (BPN) dan tiket penerbanganku yang start dari Jakarta (JKT) membuatku harus membeli tiket pp BPN – JKT lagi. Penerbanganku ke Kuala Lumpur (KL) adalah pada tanggal 17 Mei 2017, awalnya pengen main ke JKT dulu jadi pengen ambil keberangkatan pagi dari JKT tanggal 16 Mei 2016. Tapi karena galau membeli tiket kapan akhirnya aku memutuskan untuk membeli tiket ke Jakarta H-3 JAM wkwk pada tanggal 16 Mei 2016. Tergiur dengan harga tiket murah akhirnya aku membeli tiket di Reservasi.com. Setelah melakukan pesanan untuk tiket pulang pergi beberapa menit kemudian pihak Reservasi.com hanya memberikanku tiket JKT-BPN (Citilink) sedangkan tiket BPN-JKT (Sriwijaya Air) belum ada sama sekali.

Aku mencoba menelpon Reservasi.com ternyata customer service mereka baru beroprasi pukul 08.00 pagi waktu Jakarta. Itu berarti jam 09.00 pagi waktu Balikpapan hufft. Sedangkan tiket yang belum keluar itu adalah tiket untuk penerbangan jam 9.45 di hari itu juga. Sedikit panik sih akhirnya aku memutuskan untuk menelpon pihak Sriwijaya Air untuk memastikan apakah namaku sudah tercantum atau belum dalam sistem mereka. Saat aku telepon Alhamdulillah customer service mereka beroprasi dan saat aku tanyakan apakah namaku sudah terdaftar dalam penerbangan pukul 09.45 WIB mereka mengatakan bahwa namaku belum terdaftar. Mendengar jawaban tersebut akhirnya aku sedikit lega. Berarti aku tidak perlu terburu-buru ke bandara saat itu juga. Namun, kesal juga kenapa kok bisa tiketku tidak keluar padahal aku melakukan pembayaran pada waktu yang hampir bersamaan dengan tiket JKT-BPN. Berarti memang fix, pihak Reservasi.com belum memesankan tiket untukku pagi ini. Akupun menunggu hingga pukul 09.00 WITA sampai CS Reservasi.com buka.

Pada akhirnya aku telepon mereka dan ada yang mengangkat teleponku. Aku meluapkan semua keluhan dan mempertanyakan mengapa tiketku belum keluar juga. Mereka lalu meyuruhku mengirimkan bukti pembayaran ke email mereka dan mereka berjanji akan memberikan kabar secepatnya setelah menerima email dariku. Tidak lama kemudian mereka menelponku lagi dan memohon maaf bahwa benar tiketku memang belum keluar padahal uangku telah terdaftar dalam catatan mereka. Kesel dong! Dan mereka menawarkan untuk memesankan tiket saat itu juga. What! Ini tinggal 30 menit lagi dan aku belum ngapa-ngapain. Belum lagi check in. Gak bakal sempat lah yaa. Akhirnya aku minta mereka me-reschedule tiketku dengan jam yang sama namun hari yang berbeda yaitu besok, karena saat aku lihat ternyata harganya sama saja bahkan lebih murah dari yang aku bayarkan.  Tapi mereka gak mau hhu. Katanya sesuai prosedur perusahaan harus refund. Oke, bagus klo refund. Aku juga butuh uangnya segera. Akhirnya gue lega dong dan nunggu duit gue di refund. Mungkin beberapa jam lagi duitku bakal balik, pikirku.

Tapi setelah beberapa lama kemudian, khawatir tiket melambung naik dan aku butuh banget penerbangan besok pagi akhirnya aku menelpon pihak Reservasi.com untuk menanyakan jam berapa kira-kira duitku bisa di refund. Namun, saat aku menelpon mereka jawaban yang aku dapatkan sungguh mengecewakan. Sebelumnya mba-mba yang ngomong pertama kali denganku mengatakan bahwa proses refund akan diusahakan secepatnya bahkan bisa hari itu juga karena hal tersebut merupakan kesalahan dari pihak Reservasi.com. Namun kali ini mereka membalas bahwa proses refund membutuhkan waktu 30 HARI KERJA atau paling cepat 15 HARI KERJA. Aku benar-benar kesal, tapi mau gimana lagi, ngomel-ngomel sampe bibir doer ke mereka juga gak akan ada gunanya kan. Hufft akhirnya aku beli tiket baru lagi dengan uang yang baru 😦 . Masih trauma dengan pembelian online, takut tiket gak keluar lagi akhirnya aku memutuskan untuk membeli tiket di travel dekat rumah. Alhamdulillah dapat harga yang gak jauh beda, cuma beda 10rb. Huff, tau gitu beli disini aja. Daripada tiketku gak keluar sama sekali yang akhirnya berujung duit 606 ribu ku ilang dan di refund entah kapan 😦

Pokoknya kalau 15 hari kerja mereka belum transfer juga, bakal aku teror lagi. Huhu duit segitu kan gak sedikit huffft. Saat itu sumpah aku takut banget gak dapet tiket ke JKT besok pagi karena penerbangan dari JKT ke KL juga besok tapi di siang harinya.

So guys, pelajaran yang bisa diambil adalah jangan cepat tergiur dengan tiket-tiket murah dari web yang belum tentu terpercaya ya. Apalagi bedanya gak jauh. Ohya dan satu lagi! Jangan beli tiket dadakan hhi.

Happy Traveling!

Standard
Balikpapan, How to

Cara Membuat SKCK dan Keterangan Belum Menikah dari KUA

o-happy-women-facebook

Image by mgood.me

Bagi teman-teman yang akan mendaftar kerja atau mendaftar di sekolah kepolisian atau sejenisnya mungkin tidak asing dengan SKCK dan Keterangan Belum Menikah dari KUA yang menjadi syarat untuk apply di beberapa tempat kerja. Khususnya di Balikpapan misalnya, hampir semua perusahaan yang membuka lowongan pasti membutuhkan kedua surat tersebut. Jadi, pas nyampe di sini aku rada bingung buatnya gimana? Harus kemana? Tanya kakak, dia juga udah lupa katanya. Jadi aku memanfaatkan teknologi yang selama ini paling membantu yaitu Google hhe. Nah, nemu tuh beberapa blog yang membahas ini. Nah pas baca, kok syarat untuk pembuatan SKCK dan surat keterangan belum menikah ribet ya? Harus ada surat pengantar ke RT Kelurahan Kecamatan huftt. Belum lagi kelurahan dan Kecamatan itu jauh dari rumah. Gak mau dong udah capek-capek ke sana tapi nyatanya surat keterangan RT Kelurahan dan Kecamatan itu gak kepake? Akhirnya aku mencoba telpon Polres Balikpapan (soalnya kata temen kalau SKCK bisa di Polres) Tapi pas aku telpon Polres Balikpapan, nomornya kayak diangkat tapi gak ada yang ngomong. Yasalaam… Cuma mau nanya doang kok pak, nggak ngajak kenalan atau nikah 😦 Nah, kalau KUA kebalikannya nih pas aku telpon fast response banget hha.

Akhirnya untuk SKCK aku langsung ke POLRES buat nanya persyaratannya, ternyata yang dibutuhkan adalah

  1. Foto berwarna 4×6 sebanyak 4 lembar dengan background MERAH
  2. Fotocopy KTP/SIM
  3.  Membawa fotocopy Akta Kelahiran/Kenal Lahir
  4. Mengisi Formulir Daftar Riwayat Hidup yang telah disediakan di kantor Polisi dengan jelas dan benar.
  5. Pengambilan Sidik Jari oleh petugas (Bayar Rp 10.000)
  6. Biaya Registrasi Rp 13.000

Banyak yang bilang harus ada surat pengantar dari RT, Kelurahan, lalu ke Polsek setempat. Tapi ternyata itu gak perlu, kecuali kalian kalian akan mendaftar untuk CPNS. Usahakan saat kalian mengurus SKCK datang pagi-pagi banget yaa, biar ga ngantri. SKCK bisa jadi hari itu juga jadi gak repot bolak-balik deh

Nah untuk Surat Keterangan belum Menikah dari KUA kalian hanya membutuhkan

  1. Surat Pengantar dari RT -> Kelurahan
  2. Kartu Keluarga
  3. Surat Pernyataan belum Menikah
  4. KTP saksi (gak boleh orang yang dalam 1 KK dengan kita)

Nah, gampang kan? Semuanya bisa jadi hari itu juga loooh. Gak perlu nunggu lama berhari-hari. Semangat!

Standard