Posted in How to, Korea Selatan, Travel

Bukchon Hanok Village: Menikmati Desa di Tengah Perkotaan

Korea Selatan merupakan salah satu negara yang menjaga budaya tradisionalnya agar tetap beriringan dengan kemajuan negaranya. Tidak sulit bagi kita untuk menemukan pusat-pusat kebudayaan dan sejarah Korea pada masa lampau di tengah perkotaan. Terlebih yang membuat saya kagum adalah mereka sangat menjaga”Warisan Budaya” mereka. Bahkan menjadikan pusat kebudayaan dan sejarah sebagai alat untuk “jual” negara mereka yang kemudian mengundang turis untuk datang ke Korea Selatan. Yup, kami bertiga adalah 3 dari 132.024 wisatawan Indonesia yang akhirnya terpancing untuk pergi ke Korea Selatan.

img_5845
Bukchon Hanok Village (udah males banget buat foto karna betis nyut-nyutan)

Salah satu warisan budaya Korea Selatan yang diperkirakan sudah ada sejak Dinasti Joseon adalah Bukchon Hanok Village. Desa ini menjadi salah satu pilihan utama bagi turis yang sedang melancong di Korea Selatan. Bukchon lokasinya berada di tengah kota dan berdekatan dengan tempat-tempat bersejarah lainnya di Korea Selatan seperti Gyeongbokgung Palace, Changdeokgung Palace, dan Jongmyo Shrine. Jadi, kalian tidak butuh waktu lama untuk bisa mengunjungi tempat-tempat tersebut karena lokasinya yang berdekatan.

img_5834
Di Bukchon juga ada penyewaan baju tradisional Korea Selatan

img_5836

PR buat kami adalah, kami harus sabar karena untuk mencapai tempat-tempat tersebut harus berjalan kaki dan jalannya berbukit-bukit hhu (kecuali lu tajir, naik taksi bisa). Cobaan terberat ya saat di Bukchon, duhh jalannya berbukit-bukit banget. Betis udah bengkak-bengkak (lebay sih ini). Kaki gak usah ditanya lagi gimana merah-merahnya. Makanya pas di sini kami tidak terlalu banyak foto selfie hhu. Aku lebih banyak menikmati pemandangan di sana dan Nisa sibuk mencari rumah Henry Super Junior yang konon katanya rumahnya ada di Bukchon.

img_5855

Selama berada di Bukchon Hanok Village jangan sampai ribut yaa, karena sebenarnya itu adalah rumah-rumah yang masih ditinggali penduduknya. Kita juga tidak boleh mengambil gambar hingga ke dalam rumah atau ke area privasi pemilik rumah. Di setiap pagar rumah kalian pasti akan melihat stiker “Silent, please” hha. Berbeda dengan Gamcheon di Busan yang rumahnya dempet-dempet tanpa pagar. Di sini rumah-rumahnya lebih teratur dan dibatasi dengan pagar (kata Una sih ini emang yang tinggalin orang-orang kayaa,ya emang keliatan sih).

img_5860

Bukchcon itu luas banget. Kami sempat beberapa kali bingung kami ada di mana. Tapi jangan pernah takut nyasar karena banyak banget petugas dari Tourist Information Center yang berkeliling dan siap untuk kita tanya apapun (ya asalkan ga nanya jodohmu kapan datang ya LOL). Mereka juga membagi-bagikan peta serta guide book agar kita tau apa saja tempat menarik yang bisa kita datangi. Pernah nonton iklannya Kongbab gak? Nah itu syutingnya di Bukchon loooh wkwkw

img_5878
Salah satu dari banyak penjual aksesoris lucu di Bukchon
img_5879
Topokki/Tteokbokki terenak dan termurah! Kelihatannya dikit ya, tapi ini ngenyangin banget, parah :’))
img_5884
Ini lupa namanya apa, tapi aku sebutnya Topokki Goreng, Enaaaak banget!!!

Bukan hanya rumah-rumah tradisional saja yang ada di sana, namun juga ada berbagai macam cafe yang lucu-lucu, toko aksesoris dan baju yang dekorasinya lucu-lucu banget. Pokoknya instagram-able lah. Tapi karena aku udah cape jadi males buat foto-foto.Di sini juga banyak penjual jajanan mulai dari yang tradisional hingga yang modern. Nah, bagi kalian yang pengen banget makan Topokki, nih di sini yang termurah, harganya kalau gak salah 1.500-2000 Won. Aku sudah ke tempat-tempat lain di Korea emang di sini yang paling murah. Porsinya banyak banget, bisa buat berdua. Rasanya? Duhhh sumpah enak banget :’)) Ya Allah jadi pengen makan, tapi di Balikpapan di mana ya (eh, malah nanya). Di sana juga jual Topokki goreng gitu, aku lupa namanya apa, nah itu Nisa yang beli. Ya ampun pas cobain punya Nisa, ternyata lebih enaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!

img_5894
Beberapa store lucu di jalan menuju Bukchon

img_5892

img_5871
Bagian kalau udah masuk ke gang-gangnya
img_5869
Up! Up!

Karena Bukchon sering menjadi tempat syuting reality show atau drama Korea di sini banyak banget turis yang foto-foto di spot yang pernah dihampiri idolanya. Buseeet segitunya yaa. Bahkan toko-toko yang barangnya pernah di beli sama idola mereka, mereka datengin looh dan beli produk yang sama. Demi bisa samaan dengan sang idola. Sumpah, setengah percaya sih. Tapi pada kenyataannya emang fans K-Pop atau K-Drama ya sebegitu fanatiknya kalau suka banget :”)

img_5876
Nisa cerita kalau ini pernah di singgahi Song Ji Hyo pas mereka lagi syuting We Got Married versi China. Sebelum aku foto, ini tadinya digerombolin ciwi-ciwi dari Thailand gitu buat beli stempel cutomized.

Di sana juga kami bertemu ibu-ibu turis dari Malaysia (kayaknya orang tajir deh dari dandanannya) Dia negur kita pas lagi ganas-ganasnya masukin Toppoki ke dalam mulut. Wkwkw  doi kira kita juga dari Malaysia, jadi dia negur pengen nanya jalan soalnya rada bingung sama rute Bukchon. Hahaha, sama lah bu, saya aja bingung, yang hapal jalan mah cuma Nisa dan Una. Terus ya dia sempet muju kita pas tau kita cuma bertiga tanpa guide, bilang kita masih muda udah berani pergi jauh. Udah banyak kok bu yang kayak gini, kita aja udah ngerasa tua banget baru pergi jauh sekarang.

IMG_5896.JPG
Kiehl’s Store
img_5872
Gang paling gang dari Bukchon Hanok Village

Note:

Sebelum ke sini, perbanyaklah latihan betis 🙂

Kalau kalian tipe orang yang suka kuliner atau ke cafe-cafe yang lucu-lucu gitu, Bukchon bisa menjadi pilihan.

Posted in How to, Korea Selatan, Travel

Day 3 : Hello Seoul!

Malam sebelumnya kami merencanakan untuk bangun subuh yaitu pukul 04.30 dan pergi untuk melihat sunrise di Haeundae Beach. Namun, aku ternyata baru bisa tertidur pukul 02.00 malam, sedangkan teman-temanku tidur lebih awal dariku. Kemudian keesokan harinya, engingeng!! Kami kesiangan! Hahaha

Sebenernya gak kesiangan sih, kami gak tahu kalau ternyata matahari di Korea saat itu mulai terbit sekitar jam 4. Jadi saat kami bangun jam 5 udah terang banget. Padahal kami pengen banget tuh ngeliat sunrise di Haeundae Beach :(. Tapi tiba-tiba salah satu temanku nyeletuk, “Halah! Di Indonesia juga sunrise nya gak kalah bagus.” Hmm, ya juga sih wkwk. Akhirnya kami siap-siap packing karena hari ini kami akan ke Seoul! Waktu yang mepet banget (kami akan ke Soul jam 2, jadi setidaknya jam 12 kami sudah ada di terminal bus) kami akhirnya memutuskan hanya ke dua tempat saja dari 3 tempat yang sebenarnya ada dalam itinerary kami. Jadi kami dengan terpaksa hari itu harus memendam keinginan kami ke Taejongdae yang berada di daerah Nampo. Jadi Taejongdae ini merupakan daerah paling selatan dari Yongdo Island. Dari sana kita bisa lihat salah satu pulau di Jepang yaitu Tsushima. Hmm, oke move on dari Taejongdae :”)

Selesai sarapan, kami pergi dan berjanji kepada Hyojin akan kembali lagi jam 12 untuk check out. Kami pagi itu berencana ke Haedong Yonggusa Temple dengan menggunakan bus, karena metro tidak ada yang ke arah sana. Jika dari penginapan kami, pergilah ke halte bus yang berada dekat dengan Haeundae Station exit 7. Lalu naik bus nomor 181. Kayaknya semua supir bus tahu kalau ada orang asing yang naik bus nomor 181 pasti akan ke Yonggusa Temple. Soalnya kami sempat naik bus yang salah arah! Wkwk. Jadi ceritanya kami naik bus yang ke arah atas. Pokoknya di seberang exit 7. Pas naik ke bus dan udah ngetap T-Money pokoknya supir sepanjang jalan ngomel. Awalnya kami kira dia ngomel sendiri dan nggak ngomong ke kita. Namun, akhirnya kami ngerasa juga wkwk. Pada akhirnya kami baru sadar dari bahasa kalbu kalau ternyata kami salah arah hha. Kalau mau ke Yonggusa harus ke arah sebaliknya. Hmm akhirnya kami turun dan naik bus arah sebaliknya. Yonggusa ternyata lumayan jauh. Aku sampe mau ketiduran di bus saking tidurku semalem ga berkualitas sama sekali. Hmm

Setelah 40-50 menit kuhabiskan di bus akhirnya aku mulai turun di Yonggusa Temple. Pas turun di halte akhirnya kami sempet bingung, namun ada seorang mas-mas yang memberi tahu kami kemana kami harus berjalan. Yap, jadi kalau turun di bus langsung jalan ke arah kanan ya. Ntar akan keliatan plang gede bertuliskan Yonggusa Temple. Nah, ntar kalian akan liat resto seafood gitu. Nanti belok kiri dan jalan terus. Jadi Yonggusa Temple agak masuk ke dalam. Kami pagi itu disuguhkan udara yang dingin, suasana yang sepi banget! Kami sampe beberapa kali bergumam,”Ini beneran tempat wisata gak ya? Beneran ini jalannya gak ya?” kontur jalanannya gak usah ditanya, berbukit-bukit hhu. Meskipun gak separah yang di Gamcheon tapi karena masih efek-efek kemaren jadinya kayak jauuuuh bangett, terus pegel banget. Sepanjang jalan ngedumel mulu, “Doh, mana nih temple nya?”

Di kejauhan akhirnya kami mulai melihat stand-stand penjual makanan yang masih mempersiapkan dagangan mereka. Setelah jalan lumayan jauh akhirnya kami menemukan tanda-tanda kehidupan! Yeay

IMG_5593

IMG_5586
Jejeran Patung Shio yang menyambut kedatangan kami

IMG_5588

Nyanyi-nyanyian pujian terhadap dewa mulai terdengar di telinga kami. Awalnya ku kira itu memang lagu yang dinyanyikan oleh pendeta. Namun, lama akhirnya aku sadar kalau itu CUMA REKAMAN! Hhe. Saat aku dan teman-temanku tiba disana belum ada terlihat banyak orang. Hanya terlihat beberapa pedagang yang tengah sibuk menyiapkan dagangannya. Belum sampai kami di wilayah kuil kami sudah disambut jejeran patung-patung shio. Di beberapa patung aku mulai melihat ada beberapa orang tua yang sepertinya sedang melakukan wisata religi. Aku melihat mereka memasukkan beberaoa koin di salah satu patung. Setelah puas mengambil foto patung-patung shio tersebut a kami masuk lebih dalam ke kompleks kuil. di depan pintu gerbang kami juga disambut berbagai macam patung-patung dewa dalam agama Budha.

IMG_5597
Budha of Granting a Son
IMG_5604
Praying

Akhirnya masuk ke dalam kompleks kuil, aku mulai terpukau dengan kuil tersebut. Huaaa, akhirnya bisa kesini setelah sekian lama cuma liat di Vlog. Bangunannya memang persis seperti apa yang aku liat di foto-foto dan vlog. Kuil yang menjorok ke laut itu mengingatkanku dengan Pura Segara Giri Dharma Kencana  yang ada di Pulau Menjangan. Sayang, saat itu tidak ada deburan ombak. Hanya air tenang yang kulihat. Tak ada ombak yang memecah bebatuan hingga menyiprat ke kuil. Agak dingin memang, namun pemandangan pagi itu sudah terasa sangat sempurna. Sampai akhirnyaaaaa…. Rombongan anak SMP yang lagi darmawisata datang! Huftt. Mereka rame banget. Datang begerombol kayak ketan. Kalau udah ngomong ributnya naudzubillah. Wkwkw. Tapi emang pada dasarnya kalau orang korea ngomong rada keras sih ya. Kayak ngajak ribut. Wkwk!

IMG_5609

Karena keburu bete sama kedatangan anak SMP yang begerombol kayak ngajak berantem, akhirnya kami buru-buru untuk mengitari semua bagian kuil. Ternyata semua pengunjung dibebaskan hingga masuk ke dalam loh meskipun kita bukan penganut Budha. Bahkan kami bisa naik hingga ke bagian atas. Selesai melihat lihat akhirnya kami memutuskan untuk pulang takut ntar gak punya waktu untuk mengelilingi Haeundae. Aku sudah kepalang lemas membayangkan rute pulang seperti tadi lagi. Huhu. Ohya kami bersyukur banget pergi pagi-pagi ke Yonggusa, karena masih sepi. Jadi bagi kalian yang berencana ke sana usahakan pagi-pagi ya, soalnya kalo rame susah foto-foto syantiknya cyiiin wkwk!

Selesai dari Yonggusa kami memutuskan untuk mengelilingi Haeundae! Yap, akhirnya bisa ke sana lagi. Kira-kira manusia pasir yang kami lihat kemarin udah ada yang jadi belum ya? Dari hostel, kami harus berjalan lagi sekitar 3-5 menit. Aku sangat buruk dalam hal mengingat jalan. Meskipun sebelumnya kami telah melewati jalan tersebut mungkin kalau aku di suruh untuk jalan lagi sendiri ke Pantai Haeundae aku akan tersesat hhe. Sampai di sana, sekitar jam 10.30 atau 11.00 ya aku lupa. angin pantai pagi itu sangat dingin padahal matahari cukup terik. Tiba di pantai aku kembali melepas alas kaki seperti di Gwanggalli Beach semalam. Brrr, pasirnya masih dingin.

IMG_5614
Salah satu patung pasir yang belum jadi

IMG_5613IMG_5611

Beberapa pekerja tengah sibuk membuat patung pasir. Beberapa diantara patung ada yang terlihat sebentar lagi akan jadi. Hmm, sayang hari ini kami sudah harus meninggalkan Busan dan tak sempat melihat rupa patung-patung pasir ini. >.<

Akhirnya kami balik ke Hostel, perpisahan dengan Hyojin yang sangat ramah. Una memberikannya 2 bungkus Indomie Goreng. Dia sepertinya sangat suka kami kasih mie goreng. Hmm, siapa yang bisa menolak kenikmatan dari mie goreng wkwk. Terus, gimana caranya dari Hostel ke Terminal Bus?

IMG_5621

Caranya adalah dari Heundae kita ke Stasiun Nopo. Nah disana langsung kalian akan nemuin Bus Express Terminal. Kalau kalian lapar, ada banyak tempat makan di sini, aku dan Una sempat makan Kimbab di terminal seharga 3300 won, sedangkan Nisa memesan Bibimbab seharga 6500 won. Sebenarnya kami masuk rumah makan ini bener-bener random dan udah kepalang laper. Saat melihat buku menu nya kami sedikit kaget sih kalau mereka juga ternyata menyediakan menu dengan campuran pork. Meskipun kami tidak memesan itu tapi kami khawatir kalau alat masak yang digunakan sama. Gak mungkin dong kita kabur :’) jadi akhirnya kami mengucapkan basmallah sebanyak-banyaknya sebelum makan dan dalam hati terus beristigfar semoga gak ada kandungan babay nyaaa >.< Ohya, hampir setiap rumah makan di Korea menyediakan minum (hangat atau dingin) secara gratis. Jadi bagi kalian yang ingin berhemat gak perlu memesan minuman :).

Bus menuju Seoul seingatku hanya ada 2. Kami waktu itu naik bus Express dengan harga 23000 Won dengan jam keberangkatan pukul 14.30, estimasi perjalanan 4 jam tapi akan berhenti di beberapa tempat pemberhentian. Itu merupakan bus paling murah untuk tujuan Seoul. Untuk bus Executive harganya sekitar 32000 dengan jam keberangkatan pukul 13.00 dengan estimasi perjalanan 4 jam juga tapi tidak ada stop sama sekali, kelebihan lain dari bus Executive adalah banyaknya pilihan jam. Menurutku bus yang kami tumpangi cukup nyaman, tempat duduknya lumayan lapang, jadi kaki bisa sedikit diselonjorkan. Terdapat tv di dalam bus tapi bahasa Korea! Wkwk, karna aku gak ngerti jadi enaknya tidur ajah!

IMG_5628
Perjalanan Busan-Seoul akan disuguhkan bukit-bukit di kanan kiri. Ya 11:12 lah sama pemandangan Balikpapan-Samarinda. Kalau musim semi atau gugur bukitnya warna-warni loooh >.<

Seharusnya kami sampai di Seoul pukul 19.00 namun karena macet jadi kami bus terlambat 1 jam untuk sampai di Seoul Express Terminal Bus. Padahal hari itu kami sudah janji untuk bertemu dengan Jieun pukul 20.00 di terminal Seonbawi. Karena aku hanya mengandalkan wifi akhirnya aku belum bisa mengabarkan kepada Jieun prihal keterlambatan kami. Sebenearnya sudah jam 7 malem tapi Seoul saat itu masih terang benderang. Keliatannya saat itu adalah rush hour jadi saat akan memasuki terminal macet banget. Tapi masih parahan macetnya Jakarta sih hhe.

DSC_0320[1]
Express Bus Terminal
DSC_0324[1]

DSC_0325[1]
Masing-masing orang sibuk dengan gadgetnya. Orang Korea juga seneng banget menyumbat telinga mereka dengan headset/earphone
Akhirnya sampailah kami di Bus terminal jam setengah 8, kayaknya kita bener-bener bakalan terlambat. Dari terminal Bus sampai ke Seonbawi butuh waktu kira-kira 30 menit. Aku mencoba mencari spot hotspot dan akhirnya ketemu! Setelah mengabari Jiuen akhirnya kami mencari jalur ke Seonbawi. Karena pertama kali, kami sempat kebingungan karena jalur subway di Seoul lebih banyak jika dibandingkan dengan Busan. Kami saat itu sudah sangat lelah, apalagi harus naik turun tangga. Dari Bus Express Terminal seharusnya kami ke arah Isu line 7, nanti turun di Isu dan pindah ke line 4, nah selanjutnya turun deh di Seonbawi. Gampang memang kalau udah tau tapi kalau baru pasti bingung wkwk.

Sampai di Seonbawi akhirnya aku bertemu Jieun!! Kyaaa, udah 5 bulan gak ketemu dia. Akhirnya bisa bertemu lagi, langsung di Korea Selatan! Yeay. Jieun benar-benar belum berubah, ia masih murah senyum seperti dulu hha. Sambil jalan menuju rumahnya kami saling bertukar cerita. Bahasa Indonesianya masih lancar meskipun ada beberapa kata yang ia lupa. Keluar dari stasiun, brr dingin mulai menyergap. Haha. Ternyata dari Seonbawi ke apartemennya tidaklah jauh, kami hanya naik bus dan melewati antar 2 atau 3 halte, aku lupa. Ohya, bagi kalian yang baru saja naik subway dan akan melanjutkan perjalanan dengan bus, nanti saat akan tap T-Money ke bus tidak akan dikenakan charge selama memang masih dalam jangka 30 menit dihitung dari kalian tap keluar subway. Jadi usahakan manfaatkan waktu semaksimal mungkin hhi. Kalau di bus Seoul, sama seperti di Subway masuk dan keluar kita harus tap T-Money yaaa. Berbeda dengan bus di Busan yang cukup tap saat masuk saja, kecuali jika kalian akan transfer maka harus tap saat keluar 🙂

Sampai di rumah Jieun kami sudah disambut oleh ibunya. Jieun punya adik cowok yang juga masih kuliah, namun saat kami baru sampai di Apartemen, ia belum pulang dari kampus. Ibu Jieun sangat ramah sama seperti Jieun. Ia memasakkan makan malam untuk kami. Huaaa… dari luar sudah tercium wangi masakan ibu Jieun. Nyam! Setelah merapikan koper kami, kami akhirnya makan. Jieun menjelaskan satu-satu makanan yang dihidangkan di atas meja. Beberapa makanan sudah pernah aku makan di Mujigae wkwk seperti Bulgogi, Kimchi. Saat suapan pertama, huaaa! Masakan mama Jieun enak banget! Aku juga sangat suka nasi di Korea, pulen gitu. Bulgoginya enak! Semua enak! Bahkan mama Jieun masak dadar gulung aja dadar gulungnya enak banget. Beda deh.

DSC_0328[1]
Ditengah itu sambel yang gak ada pedas-pedasnya sama sekali. Rasanya manis :’
Hiyaaa… Hari pertama kami akhirnya ditutup dengan hamdalah usai menyantap masakan mama Jiuen hhi

Happy traveling!

Nur Aulia

Instagram : @nuraulia25

Twitter : @nurauliaaa

Facebook: Nur Aulia

 

 

 

Posted in How to, Korea Selatan, Travel

Day 2 : Arrive in Busan!

Jika di bandingkan dengan Seoul, Busan memang jauh lebih tenang dan sepi. jika dibandingakan dengan Seoul, di sini sepertinya lebih banyak orang tua. Tidak perlu menyisihkan waktu yang banyak jika kalian ingin ke beberapa tempat wisata di Busan. Namun, jika kalian merupakan tipe pejalan yang santai dan memiliki waktu yang banyak, maka berlama-lama di Busan tidak ada salahnya. Aku dan teman-teman ke Busan memang hanya menyisihkan waktu 1,5 hari dengan mendatangi beberapa tempat-tempat yang sudah cukup terkenal di telinga kami. Selama di Busan kami menginap di daerah Haeundae. Menurutku daerah Haeundae cukup strategis karena dekat kemana-mana meskipun dengan metro dan bus. Pada tanggal 18 May 2017 kami sampai di Busan sekitar pukul 09.00. Terlambat 1 jam dari yang sudah dijadwalkan. Hal tersebut karena pada saat akan take off pesawat kami harus mengantri di Bandara KLIA2 terlebih dahulu karena ada beberapa pesawat juga yang akan take off malam itu.

IMG_5419

Sampai di pagi hari memang sangat menguntungkan bagi kami sehingga memiliki banyak waktu untuk mengeksplore Busan seharian. Dari Gimhae International Airport kami naik Airport Limousine dengan tujuan akhir Haeundae. Biaya yang kami keluarkan untuk Airport Limosine ini adalah 7000 Won. Selain menggunakan Airport Limosine, ada 2 cara lainnya yang lebih murah yaitu dengan menggunakan Bus biasa (Naik nomor 307 untuk ke daerah Haeundae dan 1009 untuk daerah sekitar Geumgok/Gadeok Quay) dan menggunakan Metro yaitu keluar di Daejo Station (Line 3)/ Sasang Station (Line 2), transfer to Busan Gimhae Light Rail Transit. Sebenernya penginapan kami yaitu Miss Egg Hostel deket banget dari Haeundae Station, jadi kalau dari Bandara lebih dekat jika naik Metro. Namun, rempong banget cyiin geret-geret koper dan naik tangga pas keluar stasiun. Tapi kalau kalian Cuma bawa ransel doang lebih baik naik metro atau bus karena jauh lebih murah.

Nah, bagi kalian yang akan naik Airport Limousine dengan tujuan Haeundae berikut rute yang akan di lalui

Gimhae Airport > Namchun-dong > Gwnagan-dong > Gwangan Stn.> Suyeoung Intersection> Suyeoung Hyundai apt> Centum Hotel> Bexco> Olympic Intersection> Gyeongnam Marina apt.> Park Hyatt Busan> Hanwha Resort> Hyperion> The Westin Chosun Hotel> Grand Hotel> Haeundae Beach> Novotel Ambassador Busan> Paradise Hotel> Mipo, Moontan road> Raemian Haeundae apt.> Hyundai I-park apt> Jangsan Stn.> Haeundae Paik Hospital> Dongbu apt> Daelim 1-cha apt> Yangwoon High School> Yangwoon Elementary School.

Seharusnya kami turun di halte Haeundae Beach, tapi kelewatan hha. Jadi kami turun di Novotel Ambassador Busan. Saat di dalam Limousine kami melihat dari dalam kaca bahwa Busan sedang terik-teriknya. Wah panas nih, fikirku. Tapi setelah turun dari Limousine, bbrrr, cahayanya doang keliatan terik, tapi nyatanya dingin banget. Busan saat itu bener-bener kayak di pakein AC dengan suhu minimum terus ditambahin kipas aingin. Gimana tuh rasanya.

Saat turun di depan Novotel, kami bingung di mana letak hostel kami. Akhirnya kami ke Haeundae Tourist Information Center untuk menanyakan kemana kami harus melangkah (duileeeh). Ohya, yang aku sangat suka dengan Busan adalah disini Tourist Information Center nya gampang banget diakses oleh turis! Setelah dijelaskan oleh mbak-mbak yang ada di Tourist Information Center tersebut rute untuk sampai ke hostel kami akhirnya kami jalan deh. Letak Tourist Information Center yang berada tepat di depan Haeundae Beach ini membuat kami melihat sedikit aktivitas dari beberapa pekerja yang akan membuat patung pasir. Mungkin untuk menyambut liburan musim panas (fyi, setiap bulan Juni akan ada Haeundae Sand Festival). Huft sayang belum jadi, jadinya belum bisa foto-foto cantik di depannya deh.

Setelah diberikan petunjuk dimana hostel kami yaitu Miss Egg Hostel (ohya, review dan how to get this hostel di post-an berikutnya yah!) akhirnya kami sholat dan berberes. Baru selesai jam 1 siang hha. Bener-bener gak kerasa. Akhirnya kami melakukan sedikit perubahan di itinerary kami dan mulai berangkat lagi tanpa mandi wkwk. Buseeet, strong banget deh kita hari itu, padahal semaleman di pesawat, nyampe hostel jalan lagi dan sempat mampir ke convenience store cuma beli nasi kepal dan banana uyu.

Berikut merupakan beberapa tempat yang kami datangi di hari pertama kami di Busan. Untuk cara ke tempat tersebut kalian bisa google sendiri yaa dengan patokan hostel yang telah kalian pesan.

  1. Gamcheon Culture Village

    IMG_5370

IMG_5412
Nih, kalau jalan sampe gang-gangnya 🙂

Metro Line 1 Toseong Stn. (Exit 6) -> Transfer (by bus) to Saha-gu 1-1, Seo-gu 2, 2-2

Salah satu alasan yang bikin kita pengen banget ke Busan adalah karena ini sih, Gamcheon Culture Village. Abisnya seru banget liat rumah warna warni gitu. Jadi dulunya ini merupakan perkampungan kumuh yang kemudian di sulap menjadi perkampungan yang warna-warni dan banyak lukisan lucu-lucu di dinding rumah. Ohya sebelum masuk mampir dulu ke Tourist Information ya buat ambil Gamcheon map, karena Gamcheon itu luas banget dan banyak gang-gang kecil yang kalau kalian ga pke map kemungkinan ga bisa pulang hha.

Pas sampe sana banyak banget wisatawan yang ke sini. kebanyakan sih wisatawannya orang Korea juga dan beberapa aku melihat wisatawan Thailand. Menurutku sih, best time ke sini adalah pagi biar gak terlalu ramai wisatawan dan biar bisa bebas foto-foto juga hha. Siapkan tenaga dan kaki kalian di sini yaaa. Sebelum berangkat usahakan rajin-rajin jogging hha. Rutenya naik turun gunung plus beberapa tangga bokk. Tapi pemandangannya bagus sih hhe. Ohya, selama di sana apalagi pas lewatin gang-gang kecilnya usahakan jangan terlalu berisik karena itu perumahan penduduk cuy, bukan museum kosong doang hha.

  1. Jagalchi MarketIMG_5429

IMG_5438Metro Line 1 Jagachi Stn. (Exit 10)-> Walk 300m toward Jagalchi 1-gil. Kalau dari Gamcheon tinggal naik bus nomor 2-2 atau 1 ntar minta turun di Jagachi Market. (deatil halte bisa kalian liat di Gamcheon map)

Mungkin bisa dibilang ini pasar ikannya Busan. Disini berbagai macam hasil tangkapan laut ditampilkan, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup. Ukurannya rata-rata besar-besar loh. Banyak hasil tangkapan yang jarang dan belum pernah aku lihat di Indonesia. Seperti Gurita, terus banyak banget sih yang lainnya yang aku gak tahu namanya hhu. Kalau nanya juga kayaknya percuma soalnya rata-rata pedagang di sana menggunakan bahasa Korea. Jagachi merupakan pasar ikan terbesar di Korea. Di sana juga banyak restoran yang tersebar, yang konsepnya kita bisa milih hasil tangkapan laut yang masih hidup-hidup yang di pajang di aquarium depan restoran. Jadi seafood yang disajikan dijamin fresh! Namun, karna harganya yang mahal dan di Balikpapan juga banyak seafood kami mengurungkan niat untuk mencoba seafood di sana.

  1. BIFF SquareIMG_5452IMG_5450

Kalau dari Jagalchi Market tinggal jalan kaki

Disini kalian akan menemukan banyak cap tangan orang-orang yang bekerja di bidang perfilman di seluruh dunia. Tapi karena saat aku sampai di BIFF sudah sore akhirnya kami tidak sempat untuk melihat satu persatu, tangan-tangan siapa aja yang ada di sana. Hha

BIFF Square ini berada di cluster Nampo Dong yang di dalamnya juga terdapat movie theatre dan tempat belanja sehingga banyak banget anak muda di sini kalau sore hari bahkan banyak diantara mereka yang masih menggunakan seragam sekolah.

  1. Busan Tower

IMG_5512

Dari BIFF Square kami jalan ke Busan Tower/Yongdusan Park. Syumfaaah itu kita setroong banget. Huhu perjalanan jauh banget dengan rute jalanan naik turun bukit cuyyy. Gue mengakui deh emang orang Korea pada kuat banget jalan, disinilah kami akhirnya mulai menyadari bahwa jalanan yang turun naik bukit bukan hanya di Gamcheon Village namun memang seluruh Korea hhu! Jadi kontur jalanan di Korea Selatan memang naik turun gunung. Pantes body orang-orang Korea pada slim-slim. Hha

  1. Gukje Market

Ini nih yang zonk banget, Gukje Market! Jadi setelah dari Busan Tower kita ikutin peta ke Gukje Market. Ya ampuun, lapar banget plus kaki udah kayak mau lepas. Nah, pas turun kita ngelewatin pasar gitu. Sempet bingung nih disini, ini pasar apaan. Karena udah mulai magrib, itu jam setengah 8 kayaknya, pedagang di pasar sudah mulai siap-siap untuk tutup tokonya. Sampe akhirnya di ujung pasar akhirnya kita bengong. Gukje Market mana ya? Sempet lama bingung akhirnya kami didatengin bapak-bapak dan dia ngomong dengan bahasa Korea yang aku sama sekali gak ngerti. Tapi untungnya Nisa dan Una ngerti dikit-dikit katanya. Kita nanya di mana Gukje Market? Dan jawabannya adalah tempat kami berpijak sekarang adalah Gukje Market! Wkwkw jadi katanya pasar cuma buka dari pagi sampe sore doang. Kalau malem pasar bubar. Hiyaaa, kirain pasar buka sampe malem TT padahal udah ngebayangin makan Toppokki malem-malem atau nyobain makanan khas Busan. Terpaksa malam itu kami ke convinience store terdekat dan diisi dengan Banana Uyu lagi :’)

  1. Gwangalli Beach

IMG_5535

Metro Line 2 Gwang-an Stn. (Exit3,5) -> 650m toward Gwangalli Beach

Nah setelah ke Gukje kita lanjut ke Gwangalli Beach. Sampai disana sudah jam setengah 9. Pas keluar stasiun brrr dinginnya luar biasa. Kita juga kaget pas sadar saat itu jalanan udah SEPI ! Buset, kan ini baru aja malem? Malemnya aja baru jam 8 tapi kok sepi banget. Agak serem juga sih, apalagi dari stasiun kita harus jalan lagi sekitar 650 meter. Kalau dari petunjuk google kita Cuma perlu berjalan sekitar 3-5 menit. Duh, pas kita jalan kok berasa lama yaaa. Huakaka. Mungkin 3-5 menit tanpa ngoceh, tanpa nyari-nyari pantainya di mana kali yaa? Pas ditengah-tengah jalan terdapat beberapa restoran Shabu-Shabu. Hampir semua restoran shabu-shabu yang kami lewati penuh oleh pekerja kantoran yang baru saja pulang dan makan malam di sana. Di tangan kanannya mereka memegang sumpit dan di sebelah kirinya terdapat Soju. Mirip seperti di drama-drama sering aku tonton. Seketika itu juga aku berharap bisa melihat orang yang mabok di pinggir jalan gara-gara kebanyakan minum Soju wkwk. Apa iya maboknya heboh kayak unnie atau oppa yang kayak di drama? LOL

Setelah 15 menit jalan (kayaknya) pokoknya lama deh hha, akhirnya aku sampai di Gwangalli Beach, Yeay! Huwoooo, dinginnya tambah nusuk hhu. Padahal ini udah mau summer loh, tapi masih aja dingin bbrr. Pantainya lumayan rame, kebanyakan anak muda sih. Ada beberapa penyanyi jalananan juga yang nyanyi jadi suasanannya makin romantic hhi. Belum lagi kerlapkerlip lampu dari beberapa gedung di seberang pantai dan dari Gwangalli Beach terlihat jelas Gwangandaegyo Bridge yang hits ituuhh. Lampu jempatannya keren juga haha. Akhirnya kita sibuk foto-foto di tempat duduk sekitar pantai. Beberapa orang ada yang lari-larian di pantainya, terus aku penasaran dan pengen jalan-jalan di atas pasir pantainya. Pas lepas sepatu dan nginjekin kaki di pasir huwooow! Baru kali ini ngerasain pasir pantai dingin banget. Buset nih pasir kayak baru disimpen di kulkas. Terus Aul tambah norak! Hiyaaay Best time ke Gwangalli Beach adalah bulan Oktober karena ada Busan Firework Festival.

Akhirnya Gawangalli Beach menjadi penutup malam itu di Busan. Kami gak terlalu lama di sana soalnya takut jalanan ke hostel makin sepi dan aku yang sepanjang perjalanan pulang masih berharap bisa liat orang mabok Soju pun gagal, kayaknya kurang malem! haha

Posted in Balikpapan, How to

Cara Membuat SKCK dan Keterangan Belum Menikah dari KUA

o-happy-women-facebook
Image by mgood.me

Bagi teman-teman yang akan mendaftar kerja atau mendaftar di sekolah kepolisian atau sejenisnya mungkin tidak asing dengan SKCK dan Keterangan Belum Menikah dari KUA yang menjadi syarat untuk apply di beberapa tempat kerja. Khususnya di Balikpapan misalnya, hampir semua perusahaan yang membuka lowongan pasti membutuhkan kedua surat tersebut. Jadi, pas nyampe di sini aku rada bingung buatnya gimana? Harus kemana? Tanya kakak, dia juga udah lupa katanya. Jadi aku memanfaatkan teknologi yang selama ini paling membantu yaitu Google hhe. Nah, nemu tuh beberapa blog yang membahas ini. Nah pas baca, kok syarat untuk pembuatan SKCK dan surat keterangan belum menikah ribet ya? Harus ada surat pengantar ke RT Kelurahan Kecamatan huftt. Belum lagi kelurahan dan Kecamatan itu jauh dari rumah. Gak mau dong udah capek-capek ke sana tapi nyatanya surat keterangan RT Kelurahan dan Kecamatan itu gak kepake? Akhirnya aku mencoba telpon Polres Balikpapan (soalnya kata temen kalau SKCK bisa di Polres) Tapi pas aku telpon Polres Balikpapan, nomornya kayak diangkat tapi gak ada yang ngomong. Yasalaam… Cuma mau nanya doang kok pak, nggak ngajak kenalan atau nikah 😦 Nah, kalau KUA kebalikannya nih pas aku telpon fast response banget hha.

Akhirnya untuk SKCK aku langsung ke POLRES buat nanya persyaratannya, ternyata yang dibutuhkan adalah

  1. Foto berwarna 4×6 sebanyak 4 lembar dengan background MERAH
  2. Fotocopy KTP/SIM
  3.  Membawa fotocopy Akta Kelahiran/Kenal Lahir
  4. Mengisi Formulir Daftar Riwayat Hidup yang telah disediakan di kantor Polisi dengan jelas dan benar.
  5. Pengambilan Sidik Jari oleh petugas (Bayar Rp 10.000)
  6. Biaya Registrasi Rp 13.000

Banyak yang bilang harus ada surat pengantar dari RT, Kelurahan, lalu ke Polsek setempat. Tapi ternyata itu gak perlu, kecuali kalian kalian akan mendaftar untuk CPNS. Usahakan saat kalian mengurus SKCK datang pagi-pagi banget yaa, biar ga ngantri. SKCK bisa jadi hari itu juga jadi gak repot bolak-balik deh

Nah untuk Surat Keterangan belum Menikah dari KUA kalian hanya membutuhkan

  1. Surat Pengantar dari RT -> Kelurahan
  2. Kartu Keluarga
  3. Surat Pernyataan belum Menikah
  4. KTP saksi (gak boleh orang yang dalam 1 KK dengan kita)

Nah, gampang kan? Semuanya bisa jadi hari itu juga loooh. Gak perlu nunggu lama berhari-hari. Semangat!

Posted in Flight, How to, Travel

10 Rahasia ini Dapat Membantumu Mendapatkan Tiket Pesawat Murah

Seringkali ingin traveling namun terhambat dengan budget yang terbatas? Apalagi status yang masih mahasiswa dan belum memiliki penghasilan sendiri. Terus, gimana? Travelingnya tunggu udah kerja atau tunggu diajak orang tua gitu? Tenang, Kalian bisa mensiasatinya kok dengan meminimalisir pengeluran yang paling besar saat traveling, salah satunya adalah dengan mencari tiket murah. Selain akomodasi atau hotel, salah satu pengeluaran terbesar saat kita traveling ada di tiket pesawat (ranseltravel.com). Namun, perlu strategi untuk mendapatkan tiket pesawat murah yang nantinya cukup membantu mengurangi pengeluaran kita loh. Berikut ini 10 rahasia yang dapat membantumu mendapatkan harga tiket murah, yuk di simak 🙂

1. Pastikan Kamu Memiliki Koneksi Internet

27042016 12

Kini apapun dapat kita lihat di internet. Internet dapat memudahkan kita untuk memantau harga tiket dimanapun kapanpun. Bahkan ada quotes yang mengatakan bahwa I don’t need a stable relationship, I just need a stable internet connection. Hahah. Hal tersebut menunjukkan bahwa internet kini sudah sangat penting. Adanya wifi atau internet dapat menjadikan kita dapat mencari informasi sebanyak-banyaknya termasuk harga tiket murah. Aku selama ini sangat merasakan manfaat adanya internet dalam membantuku mencari tiket yang murah. Sudah hampir 3 tahun belakangan aku tidak pernah lagi ke offline tour and travel untuk membeli atau sekedar mencari tiket dengan harga terbaik. Aku merasa dengan internet aku dapat mencari tiket dengan harga yang lebih murah kapanpun dimanapun. Sebagai anak kuliahan (dulu) dengan koneksi internet yang lumayan di lingkungan UI, pergi ke Margonda untuk membeli tiket agak menyita waktu. Aseeeek :p

 

2. Tidak Memesan Tiket pada Waktu Dekat

27042016 17

Usakahakan untuk menghindari pemesanan tiket dekat dengan hari H atau baru membeli tiket saat udah di bandara hmm (kecuali memang kamu punya rencana dadakan ya, itu lain cerita hhe). Apalagi saat itu merupakan peak season atau saat musim lebaran misalnya. Wow, harga tiket gak perlu ditanya lagi. Jika memang liburanmu bukan yang secara dadakan, usahakan mencari tiket jauh-jauh hari ya. Tiket yang murah bisa kita dapatkan bisanya 2-6 bulan sebelumnya. Promo tiket dari AirAsia atau TigerAir misalnya, biasanya mereka memberikan promo untuk penerbangan minimal 3-12 bulan dihitung dari tanggal promo itu diberikan.

Eits, tapi tidak menutup kemungkinan juga sih akan ada tiket murah menjelang hari H. Seperti aku yang akhir-akhir ini sering banget membeli tiket rute Jakarta – Balikpapan atau sebaliknya di H-2 atau H-1 keberangkatan. Jika diamati, pembelian tiket untuk rute tersebut kayaknya sama aja kalau aku beli sebulan atau menjelang hari H. Bahkan beberapa kali aku mendapatkan harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan memesan sebulan sebelumnya , saat itu sedang peak season loh. Tapi hal ini kayaknya gak berlaku untuk banyak rute di Indonesia, yang jika mendekati peak season harga tiket bisa melambung tinggi.

Usahakan juga mencari tiket pada weekdays, karena pada weekdays harga cenderung lebih murah jika kalian mencarinya saat weekend, hmm mungkin dengan asumsi saat weekdays umumnya orang sibuk kerja dan ga sempat untuk iseng berburu tiket murah. Berbeda jika weekend, banyak orang yang memiliki waktu luang sehingga peluang untuk mencari tiket murah lebih banyak.

3. Selalu Pantau Promo Tiket

27042016 22
Image by Piretes.wikia.com

Yap! Selalu pantau promo tiket. Beberapa temanku selalu bertanya, “Kok kamu bisa tau sih kalau ada promo tiket ini dan itu?” Ya, salah satu rahasianya harus rajin pantau harga dan promo tiket. Jangan lupa untuk follow media sosial beberapa maskapai yang memang sering memberikan promo tiket gila-gilaan. Misalnya Free Seat dari AirAsia, Beli Pergi Pulangnya Dibayarin dari TigerAir, dan masih banyak lagi yang lainnya. Aku juga biasanya berlangganan newsletter dari mereka. Jadi, gak semuanya newsletter nyebelin karena nyampah kok hha. Biasanya dengan berlangganan newsletter dan memantau media sosial mereka, aku menjadi lebih tahu lebih dulu ketika memang akan ada promo besar-besaran. Seperti AirAsia dan TigerAir misalnya bahkan aku memilih pilihan adanya notifikasi di akun facebook  jika mereka posting sesuatu loh. Saking gak mau ketinggalannya hhe 🙂 Ohya karena selalu memantau promo tiket ini, pernah loh aku dapet tiket dengan harga murah banget. Misalnya saat ke JKT-KUALA LUMPUR dapet harga Rp 300.000,- PP (Gilak ini udah ngalahin tiket pulang ke Balikpapan), JKT-SINGAPORE PP Rp 500.000,- (Banyak yang lebih rendah dari harga ini lagi loh), JKT-KL Oneway Rp 150.000,-. Ohya, selain itu banyak lagi harga tiket yang aku lihat kebeberapa tujuan dan lebih parah murahnya, tapi tetep ga beli karena terhambat oleh tanggal yang gak cocok.

27042016 1
Notifikasi yang aku atur agar ON di akun Facebook AirAisia

4. Cek Harga Tiket di Mesin Pencari Tiket

Dengan adanya teknologi kita sekarang sangat dibantu banget loh untuk mencari tiket dengan harga terbaik. Salah satunya yaitu menggunakan web pencari tiket (kok istilahnya rada aneh ya). Yap, ada beberapa web pencari tiket yang aku tahu. Menurutku mereka ini ibarat seperti Google khusus mencari tiket dengan harga terbaik hhe. Pertama yang aku tahu adalah Skyscanner. Mungkin diantara kalian banyak yang udah tahu Skyscanner itu apa, tapi ternyata banyak juga yang masih asing dengan web ini loh. Beberapa temanku yang kusarankan menggunakan Skyscanner untuk mencari tiket murah bahkan katanya belum familiar dengan web tersebut. Selain Skyscanner, beberapa web yang belakangan aku tahu sejenis dengan Skyscanner adalah Kayak.com,  Momondo.com, Google Flights, dan Hipmunk. Prinsip web tersebut adalah membandingkan harga tiket dari beberapa web penjual tiket yang selama ini juga terkenal memberikan harga tiket yang terbaik (Seperti Via.com, Expedia, GotoGate, Mytrip, Tiket.com, bahkan situs dari maskapai penerbangan itu sendiri).

Selain itu, Skyscanner memudahkan kita yang fleksibel dengan rute dan waktu keberangkatan untuk mencari rute dengan harga termurah looh. Ini sangat memudahkan saya banget saat menjadi mahasiswa dulu yang waktunya fleksibel LOL. Ohya, gegara mencari tiket di situs pencari tiket ini aku pernah loh mendapatkan tiket promo Garuda Indonesia dengan rute Balikpapan – Jakarta cuma 400 ribu. Jarang-jarang kan bisa naik Garuda dengan harga segitu (nasib mahasiswa). Bahkan saat aku tanyakan harga ini ke counter resmi Garuda Indonesia yang kebetulan deket dengan rumah, mereka bilang gak ada harga tiket segitu, mungkin itu hanya dijual online saja. Hah! Lumayan, bungkus!

27042016 13
Kemudahan yang dimiliki oleh Skyscanner

5. Join di Grup Backpacker atau Traveling

Selain berlangganan newsletter, join dengan grup backpcker di sosial media sangat membantu untuk mengetahui beberapa promo tiket yang bahkan gak di pos di manapun loh. Selain itu, bergabung dengan grup sejenis juga dapat memperkaya pengetahuan kalian mengenai dunia backpacker/traveling. Gak jarang juga mereka membagikan tips agar mendapatkan tiket murah. Kalian mungkin bisa bergabung di forum Kaskus Travellers, BackpackerIndonesia.com, grup facebook Backpacker Dunia dan Pemburu Tiket Promo. Dua grup terakhir yang saya sebutkan merupakan grup andalan yang biasanya sering saya pantau agar mendapatkan info tiket promo hhe.Gak hanya itu, di kedua grup tersebut sering banget dapat info-info berguna dan infonya bener-bener update dibandingkan saya harus cari di Google. Heheh. Pokoknya dua grup itu masterpiece banget deh! Rekomen banget buat kalian join!

 

Ini mereka bukan lagi jualan tiket loh, tapi share harga tiket yang lagi promo. Murah parah!
Sumber : Grup Backpacker Dunia dan Pemburu Tiket Promo

Mungkin kalian kalau hanya mengandalkan informasi dari newsletter dan media sosial maskapai gak akan mendapatkan informasi tiket semurah itu (misalnya ke Paris PP cuma 4jtan by Qatar, ke JKT – London oneway by Garuda Indonesia cuma 2,6 juta). Karena pada kenyataannya setelah mereka share harga semurah itu, aku langsung cek ke media sosial maskapai bersangkutan, tapi mereka gak ada sama sekali nge-publish klo mereka lagi promo semurah itu. Wow!

6. Saat Kamu Mengetahui Besok Akan Ada Promo Tiket Besar-besaran, Bersiaplah untuk WAR!

 

27042016 15
Image by randomwalpapers.net

Kalau di UI pasti pernah ikutan SIAK WAR, yaitu saat dimana kalian akan berebut matakuliah pada hari dan jam dimana pembukaan mata kuliah dimulai. Yap, begitu juga dengan promo tiket. Biasanya, maskapai yang akan mengadakan promo besar-besaran akan mengumumkan 1-2 hari sebelum promo dimulai. Jadi, bersiaplah sebelum pukul 00.00 pada hari H. Biasanya WAR akan ditandai dengan web maskapai yang mulai down haha atau loading yang lama. Sering juga pada tahap pembayaran yang susah banget 😦 Saya sering banget mengalami hal tersebut kalau ikutan WAR di hari H, haha. Kadang semaleman ga tidur nungguin loading yang lama atau pembayaran yang gagal. Huffft. Ada harga ada rupa kan yaaa. Namanya juga tiket promo, kalo gak mau ribet ya beli aja tiket dengan harga normal. Namun, setelah dapat tiket dengan harga yang termurah, sumpah leganya bukan main. Bener-bener kayak menang WAR sesungguhnya!

7. Jangan Memilih Tanggal pada Saat Weekend atau Libur Panjang

Portrait of a young blonde woman sitting in a chair by a window with a laptop on her lap
Image by © Tabor Gus/Corbis

Aku seringkali melihat komentar-komentar di media sosial AirAsia yang menanyakan mengapa saat AirAsia sedang promo Free Seat mereka tidak pernah mendapatkan harga murah seperti yang dikatakan oleh AirAsia? Lalu, saya melihat balasan dari pihak AirAsia bahwa ia disarankan untuk menghindari tanggal-tanggal weekend dan libur panjang. Apalagi bagi kalian yang kalah WAR, jangan harap dapat penerbangan weekend atau pada libur panjang ya. Bisa disimpulkan bahwa semua orang pasti mengincar weekend dan libur panjang sehingga jika kita kurang cepat pasti tiket pada tanggal tersebut habis terjual (:

8. Pilih Rute Terbaik. Transit or Direct?

27042016 16
Image by Google

Apa maksudnya pilih rute terbaik? Yap, terkadang rute yag transit bisa jauh lebih murah dengan rute yang langsung loh. Contohnya pemilihan rute langsung Jakarta ke Paris akan lebih mahal dibandingkan dengan Jakarta – Kuala Lumpur – Paris. Memang entah mengapa, penerbangan yang start from Kuala Lumpur atau Singapore seringkali lebih murah dibandingkan jika kita memilih langsung penerbangan dari Jakarta. Seringkali juga terdapat promo-promo tiket yang keberangkatannya start from Malaysia atau Singapore. Jadi, kalau cari tiket jangan cuma cari keberangkatan dari Jakarta ya, coba lihat penerbangan yang mulai dari Malaysia atau Singapore. Contoh harga yang gila-gilaan dari kedua negara tersebut kalian bisa lihat di poin 5 yaa, yang kalau dibandingkan dengan keberangkatan dari Jakarta jauh banget bedanya loh 😦

Bagi kalian yang ada di daerah, seperti saya dan merasa penerbangan ke Malaysia atau Singapore mahal, ohh jangan sedih. Semenjak ada AirAsia yang melayani penerbangan direct ke Kuala Lumpur dari beberapa daerah di Indonesia menjadikan liburan ke luar negeri bukan lagi sekedar mimpi hhe. Bahkan terkadang harga yang ditawarkan jauh lebih murah jika mengambil penerbangan langsung ke Kuala Lumpur daripada harus pergi ke Jakarta dulu loooh. Well, ini gak di endorse sama AirAsia tapi emang kenyataannya gitu :’)

9. Bergabunglah dengan Frequent Flyer Program

27042016 18
Image by Telegraph.co.uk

Jadi, frequent flyer program adalah program yang diberikan oleh pihak maskapai untuk mempertahankan loyalitas dari konsumen. Apakah berbayar? Program ini bener-bener gratis tis tis! Dengan bergabung program ini kita akan dapat poin atas pembelian yang telah kita lakukan. Contohnya Garuda Indonesia dengan Garuda Miles nya, AirAsia dengan AirAsia BIG, Singapore Airlines dengan KrisFlyer, Cathay Pasific dengan Asia Miles dan masih banyak yang lainnya. Poin yang kita  kumpulkan nantinya dapat ditukarkan dengan tiket gratis atau potongan harga. Nah, lumayan banget kan 🙂

10. Sudah Cari Tiket? Jangan Lupa untuk Hapus Cookies atau History Pencarian yang Telah Dilakukan

27042016 21
Image by Reddit.com

Loh, kok gitu? Yap, beberapa maskapai memasang cookies yang dapat mendeteksi pencarian kalian. Semakin sering melakukan pencarian dengan rute yang sama maka akan terdeteksi bahwa tiket tersebut dibutuhkan dan kemungkinan besar akan dibeli. Maka harga yang tertampil semakin lama semakin naik dari harga sebelumnya. Sering kan merasa, kok semakin lama harganya naik terus yaa? Nah bisa jadi website tersebut mendeteksi pencarian yang kamu lakukan terhadap rute tertentu dan mereka menyimpulkan bahwa kamu sangat membutuhkan tiket dengan rute penerbangan tersebut.

Posted in How to, Travel

Catatan Banjarbaru: Ala klasik rumah Naomi

Bagaimana nasibku dan Ayu selanjutnya di Banjar? Oke, sekarang aku mau lanjutin. Setelah akhirnya kami berdua dijemput oleh Naomi bahkan ditraktir sarapan :’) kami diajak ke rumah Naomi. Saat sampai di rumah Naomi, benar apa kata Ayu, rumah Naomi memang unik banget. Dari halaman rumahnya sudah terlihat banget nuansa vintagenya. Ada 1 meja dan 2 kursi ala ala vintage berwarna putih dan terdapat karangan bunga juga. Beberapa patung liliput terlihat diantara rerumputan seperti menyambut kami. Di bagian garasi juga terparkir sebuah mobil Volkswagen warna ungu yang aku gak tau tipe apa tapi mobil itu tipejadul sehingga menambah kesan kalau keluarga Naomi memang suka dengan segala sesuatu yang bergaya vintage.

Rumah Naomi 9
Halaman depan rumah Naomi (pic by @Rumah Naomi)

IMG_8449

Pintu masuk utama rumah Naomi terletak di sisi samping kanan rumah, sehingga kami harus melewati garasi dan lagi-lagi kami terkejut dengan dekorasi di depan pintu masuk rumahnya. Disana terdapat ayunan kalau tidak salah dengan rumput buatan di bawahnya. Lalu saat kami akan masuk, Naomi melarang kami untuk melepas sepatu, karena dirumahnya semua orang memakai alas kaki. Karena tidak enak dengan sepatu kami yang kotor banget kayaknya (udah masuk pasar dan nyasar2 di jalanan hhi) akhirnya kami minta sendal jepit yang tidak terpakai untuk digunakan di dalam rumah Naomi. Saat masuk ke bagian ruang tamunya, kami disambut dengan dekorasi yang mengusung gaya Eropa klasik. Ditambah lagi terdapat harpa yang terpajang di sisi tengah ruang tamu.

Masuk ke ruang tengah kami disuguhi dengan dua sisi yang juga gak kalah uniknya. Pada sisi kiri terdapat ruang tempat menyimpan barang-barang koleksi mereka yang unik lainnya disana dan pada sisi yang kanan terdapat ruang untuk bersantai. Konsepnya hampir sama seperti yang aku lihat sebelum masuk ke pintu masuk rumah tadi, tidak ada atap pelindung di atasnya sehingga meja dan kursi saat itu terlihat basah sisa hujan.

Masuk ke bagian ruang makan dan ruang tamu juga nuansa eropa klasik kental sekali. Ibu Naomi yang sedang duduk di ruang makan menyambut kami dengan hangat. Meja dan kursi ruang makan dilapisi dengan alas bermotifkan kulit sapi. Hitam Putih. Aku menjadi teringat film-film Amerika tentang cowboy hha. Ruang tamunya pun begitu. Hihi, dekorasi kamar Naomi juga vintage banget.

Rumah Naomi 3
Ruang makan rumah Naomi (pic by @RumahNaomi)
Rumah Naomi 2
Ruang tamu rumah Naomi (pic by @RumahNaomi)

Bener-bener deh, aku sama Ayu kayak terdampar di dunia dongeng pas masuk rumah Naomi. Yang lebih membuat kami tersenyum adalah di rumah ini punya kebiasaan kalau setiap sore ada semacam tea time gitu. Jadi semua penghuni rumah akan berkumpul di meja makan, berbincang bersama, sambil menikmati sore dan biskuit. Kalau setiap pagi juga hampir sama, semua anggota keluarga berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama dan saling menyapa dengan “Selamat pagi!”. Aku sama Ayu cuma bisa senyum-senyum, karna di rumah kami berdua, kalau pagi yaudah sarapan sarapan aja. Bahkan sendiri-sendiri. Wkwkw (maafkan keluarga kami)

Naomi punya adik namanya Anya, tapi kita sering manggil dia Baby Anya. Dia seneng banget sama cerita-cerita princess gitu. Jadi kalau ngobrol sama Baby Anya, sering banget kita diceritain tentang Princess hhi. Rumahnya aja udah kayak dongeng gini :’) Dia cerewet banget hhi, pas kita dateng aja, dia langsung nyambut kita dengan, “Selamat datang di rumah kami.” Dengan gaya bicara bocahnya hhi

Ohya yang membuat aku juga sangat suka dengan keluarga Naomi adalah mereka toleransi banget. Mereka kristiani tapi tetep nanyain apakah kita atau nggak? Punya sejadah dan mukenah untuk sholat? Pas kita bilang nggak bawa, mereka bela-belain minjem mukena dan sejadah ke tetangga 🙂

Rumah Naomi 8Rumah NAomi 10

Hihi, bener-bener ala ala eropa klasik yah! Naomi dan Ibunya juga sering banget ganti-ganti dekorasi rumah mereka. Jadi kalau mereka dapet ide baru, ya mereka akan dekor ulang lagi. Saking uniknya, rumah Naomi juga sering dipakai untuk photo prewed atau untuk bookyear anak SMA. Bahkan beberapa orang mampir ke halaman rumah Naomi sekedar untuk foto-foto cantik. Hihi

IMG_8440 (1)

IMG_8435

Rumah Naomi

Jl.Semarang118, Banjarbaru

Kalau pengen lebih tau dan pengen liat lebih banyak foto bisa cek di @Rumah Naomi

 

 

Posted in Campuslife, How to, Jakarta, Travel

Mengutuk hidup deadliner (1)

54241950

Selama ini aku memang terkenal paling deadliner di kampus bahkan terkenal sebagai salah satu mahasiswi yang suka banget telat masuk kelas. Jantungku mungkin sekarang sudah terbiasa diajak berpacu cepat di waktu-waktu tertentu. Tapi sebenarnya lebih sering diajak untuk hibernasi.

Oke, dampak dari jadi seorang deadliner akhirnya sangat terasa dua hari kemarin. Bukan cuma jantung, kaki pun yang selama ini jarang diajak untuk lari, saat itu aku paksa berlari kencang dan benar-benar lemas saat di akhir.

Jadi ceritanya, pada hari Senin 14 Desember 2015 adalah deadline pengumpulan Jurnal untuk kelulusan. Di hari yang sama jam 12 siang aku akan ada jadwal keberangkatan dengan kereta ke Surabaya. Jadi aku akan mengikuti  acara semacam konferensi yang diadakan oleh Bank Indonesia di Universitas Airlangga dan aku bakalan di Surabaya sehari doang. Tanggal 15 malem aku harus balik lagi ke Jakarta karena jam 8 pagi akan ada presentasi untuk UAS.(Padat merayap)

Fyi, harga tiket kereta ke Surabaya ini adalah 240 ribu karena aku beli baru di H minus beberapa jam ((hidup seorang deadliner)). Jadi, yang seharusnya aku bisa dapat harga tiket 90 ribu tapi karena semuanya habis akhirnya aku beli yang harganya 240 ribu. Aku gak mau rugi , jadi dalam hati aku bertekat GAK BOLEH TELAT! Karena takut ketinggalan kereta yang mahal itu 😦 maka aku susun jadwal sedemikian rupa malam harinya. Begini

01.00-04.00 : Bangun, beresin jurnal. | 04.00-05.00: Packing dan Sholat| 06.00-07.00: Mandi dan siap-siap | 07.30-08.00: Ngeprint dan berangkat ke kampus| 09.00: Ngumpulin jurnal| 10.00: ke Stasiun UI menuju Pasar Senen.

Kata temanku minimal banget ke Pasar Senen dari Stasiun UI adalah 2 jam sebelum jadwal keberangkatan. Jadi menurutku jam 10 dari UI sudah sangat pas dan jangan lebih dari itu.

TAPI KENYATAANNYA!baby-n-shock

01.00-04.00: TIDUR | 05.00: Bangun dan kelabakan luar biasa karena jurnal belum selesai dan harus aku kumpulkan jam 09.00| 09.00: Jurnal baru beres dan aku baru inget BELUM PACKING! | 09.02-09.30: Packing seadanya dan mandi| 10.00: Ngprint dan baru beres ngeprint 15 menit setelahnya| 10.20: Nyampe G.Kom aku langsung ngumpulin semua berkas yang diminta, tapi petugas G.Kom minta filenya DIJILID DULU dan saat itu udah jam 10.25. Aku langsung lari ke tempat fotocopy. Selesai. Tapi waktu udah nunjukin jam 11 kurang. Akhirnya aku lari sekencang mungkin ke stasiun, aku beli tujuan ke Gondangdia nanti langsung lanjut Gojek soalnya waktu itu pernah ke Senen dengan Anadia lewat Gondangdia dan lumayan cepet. TAPI MASALAHNYA INI SUDAH HAMPIR JAM 11. Bodo amat akhirnya aku masuk ke stasiun UI dan jeng jeng rame banget, firasat udah gak enak.

Aku tanya mba-mba di samping, kata dia kayaknya ada kerusakan, dari tadi belum ada kereta yang lewat. Kaki bener-bener lemas. Pasrah kalau misalnya harus ketinggalan kereta dan harus beli lagi. Pasrah.((Saat itu juga uang di ATMku pas-pasan banget))

5 menit kemudian ada pengumuman kereta akan memasuki Stasiun UI, tapi kereta arah Jatinegara. Tiketku seharusnya naik arah Jakarta Kota. Ada pengumuman lagi dan bilang yang ke arah Jakarta Kota masih di Stasiun Cilebut (jauh dari st.UI). OMG kalo aku nunggu lagi, jam berapa nyampenya! Akhirnya aku memutuskan naik yang arah Jatinegara karena emang udah jam 11. Aku memutuskan turun di Manggarai, emang gabisa lebih dari Manggarai karena tiket keretaku sebenarnya harus turun di Gondangdia. Kata temenku yang aku chat di WA, sebenernya bisa naik arah Jatinegara tapi keretanya tunggu muter dulu dan senernya itu gak mungkin aku lakukan karena tiketku sebenernya rute Jakarta Kota. Aku langsung search berapa lama yang dibutuhkan dari Manggarai ke Senen di Google Maps, dan nunjukin kalau butuh 24-28 menit dengan traffic yang normal. Nunjukin normal loh ya bukan lancar. Normalnya Jakarta kalian tau lah gimana 😦 Cuma bisa meringis, sempat gak ya.

Sampai di manggarai udah jam 11.25, aku langsung naik Gojek. Dan bilang ke Bapaknya supaya pake kecepatan penuh :'(. Sumpah kaki udah lemes banget. Bapaknya juga udah ngebut parah, nyelip-nyelip, jalanan memang gak macet, tapi lumayan padat, jadi gak bisa ngebut maksimal. Bener-bener pasrah sambil terus ngeliatin Google Maps.

Daaaaaaan akhirnyaaaa,

 

Aku bisa sampai di Stasiun pukul 11.50. Setelah bilang makasih ke bapaknya, tanpa ba bi bu aku langsung lari ke dalem buat NYETAK TIKET dulu 😦 , untungnya gak ngantri. Pkl 11.55 aku masuk ke tempat keberangkatan dan bersamaan keretanya datang. Kaki lemas, nafas udah gak karuan, pengen pingsan. Tepat pkl 12.00 aku duduk di kursi kereta dengan nyaman dan 4 menit kemudian kereta berangkat. Jangan tanya, muka udah gak karuan pucetnya. Begitulah hidup seorang deadliner…

Terus gimana cerita kepulangan dari Surabaya-Jakarta? LEBIH PARAH! Tunggu ya cerita selanjutnya 😥

 

 

Posted in How to, Jakarta, Travel

Cara ke Lippo Mall Kemang

Waktu itu kesini (Lippo Mall Kemang) karena pengen banget datang ke Organic Market yang diadain sama Komunitas Organik Indonesia. Mungkin kalian yang pengen atau penasaran banget sama Lippo Mall Kemang dan bingung gimana caranya kalau naik angkotan umum kesana, simak ya 🙂

Pertama, dari Stasiun UI aku naik kereta jurusan apa saja, turun di Tanjung Barat. Kedua, lanjut nungguin Kopaja 63 di depan Stasiun Tanjung Barat. Waktu itu aku nunggu kopajanya lumayan lama, pas nanya ke bapak-bapak yang duduk disebelah, dia bilang emang ga banyak kopaja 63 yang lewat. Terakhir, setelah naik kopaja jangan lupa bilang ke abang kenek kopaja kalau kamu mau turun di Lippo Mall/Kemang Village.

Nah, setelah sampai jangan kaget ya kalau menurutku Lippo Mall ga ramah pejalan kaki banget 😥 Selain masuknya agak jauh (emang bagusnya pake mobil), bagi kalian yang jalan kaki atau naik motor akan disuruh lewat jalur bawah huhu. Pokoknya ngelewatin parkiran karyawan gitu-gitu deh. Lumayan banget jalannya. Gak recomended banget deh bagi kalian yang pengen nongki-nongki cantik ke sini tapi ga bawa mobil. Adanya kalian bakalan cape duluan jalan masuk ke mallnya 😦