Central Sulawesi, How to, Togian Islands, Travel

Backpacker ke Pulau Togean (Day 1)

IMG_8621

Black Marlin

Setelah terlalu lama jeda akhirnya terkumpul niatan kembali untuk ngepost mengenai trip ke Togean Desember tahun lalu. Bagi yang belum baca dua post sebelumnya bisa baca di sini dan di sini. Setelah seharian trip Palu sore kami melanjutkan ke Ampana dengan jarak tempuh Palu-Ampana 8 jam menggunakan travel (mobil). Jika ingin lebih singkat sebenarnya bisa menggunakan Pesawat dengan waktu tempuh hanya 50 menit. Namun harga tiketnya bisa 3-5 kali lipat dibanding naik travel. Rekomendasi travel sudah aku bahas di sini juga ya.

IMG_8527

IMG_8528

Pelabuhan Ampana Menjelang Pagi

Rata-rata travel di Palu yang menuju Ampana ada di pukul 10 pagi dan 5 sore. Kalau menurutku sih waktu terbaik ambil jam 5 sore biar bisa sampe di Ampana pagi hari mengingat kapal-kapal di Ampana yang menuju Wakai (P. Togean) rata-rata pagi. Tapi kalau kalian perginya rame-rame dan gak punya rencana trip di Palu mending sewa mobil travelnya aja dan berangkat dari pagi hari karena sepanjang perjalanan Palu-Ampana akan melewati banyak sekali tempat-tempat wisata yang bagus (seperti di daerah Poso dan Toboli). Meskipun kalian mampir-mampir ketempat wisata tersebut asalkan masih sejalur dengan rute ke Ampana kalian tidak akan dikenakan charge tambahan. Biaya untuk carter satu mobil travel sekitar 1 juta rupiah dan satu travel bisa muat hingga 8 orang. Lumayan kan kalau di bagi 8 jadi lebih murah.

IMG_6064

IMG_8558 (1)

Nah setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 8 jam kami sampai di Pelabuhan Ampana. Hari itu masih gelap gulita, loket pembelian tiketpun masih tutup. Hanya ada beberapa bapak-bapak yang sepertinya sedang nongkrong-nongkrong sejak malam hari. Kami yang masih sedikit mengantuk tapi juga rada takut akhirnya mencari tempat untuk menaruh barang-barang kami yaitu di teras tempat pembelian tiket kapal karena loket baru dibuka pukul 07:00 pagi.

IMG_8536

Daftar Harga K.M Puspita

Kami awalnya merencanakan untuk naik kapal K.M Puspita. Kenapa pilih ini? Karena beberapa blog banyak yang menyarankan kapal ini sebagai pilihan yang lumayan murah yaitu Rp 45.000,-/trip Ampana-Wakai dengan waktu tempuh selama 6 jam. Jika ingin cepat bisa menggunakan speedboat dengan biaya sebesar Rp 90.000,- sampai Rp130.000,- sekali trip dengan waktu tempuh hanya 3 jam. Jadwal kapal biasanya pagi antara pukul 09.00/10.00 pagi, nah saat kami akan beli tiket ternyata K.M Puspita sedang dalam perbaikan jadi diganti dengan kapal lain (duh aku lupa namanya!) dengan harga  yang sama.

Nah, sedikit gambaran mengenai kapal yang kami tumpangi. Kapalnya lumayan besar dan memuat banyak orang dan barang. Serius! Motor, lemari, sofa gede-gede, dan berkarung-karung belanjaan dimuat semua oleh kapal tersebut. Ya, kapal motor seperti ini memang jadi andalan warga untuk mengangkut barang-barang mereka juga. Karena kalau naik speedboad hanya bisa bisa memuat orang dengan tas-tas kecil saja. Di dalam kapal motor terdapat kabin dengan beberapa tempat tidur, kami berlima lumayan dapat space buat tidur di sana namun ternyata panas banget! Akhirnya setiap beberapa menit aku pasti terbangun sambil kipas-kipas atau keluar sebentar. Bahkan aku dan Nunung sempat ngobrol panjang lebar bareng bapak-bapak di luar HAHAHA

IMG_8577

Menurunkan Penumpang

IMG_8581

Desa yang kami lewati saat Ampana-Wakai

IMG_8584

Pelabuhan Laut Wakai

Saat di perjalanan menuju Wakai sempat hujan namun setibanya di Wakai langit sudah cerah lagi! Yeay!! Dari Wakai kami dijemput oleh perahu dari penginapan kami (Ini gratis). Nah, dari Wakai ke penginapan kami hanya butuh 30 menit. Aku yang udah lama gak liat laut jernih (gak lama-lama banget sih, terakhir April 2017 wkwk) sempat terkagum-kagum sepanjang perjalanan. Dan saat perahu akan bersender di Pulau Kadidiri (pulau tempat penginapan kami), kami cuma bisa bilang “WOOOOOW” Gila ya Togean sebagus ini hhu. Masya Allah :’) Bahkan depan kamar kami viewnya sudah sejernih ini. Aku langsung buru-buru naruh barang dan nyebur bareng nunung! Hahaha maklum kita dari kemaren gak mandi.

IMG_8602

Karena terlalu lelah setelah perjalanan panjang dari Palu – P.Togean, kami siang itu memutuskan tidak pergi ke mana-mana, hanya berenang dan leyeh-leyeh di pulau dan dimasakin Indomie goreng! Yummm…

IMG_6117

Di depan kamar kami aja airnya sejernih ini :’)

IMG_8644

Pulau Kadidiri Menjelang Senja

IMG_8636

Senja.

Catatan Penting:

  • Beberapa penginapan di Togean memberikan fasilitas GRATIS penjemputan dari Wakai ke Penginapan jadi sebelum melakukan pemesanan pastikan mereka punya fasilitas ini dan jangan lupa infokan perkiraan jam kedatangan kalian di Wakai.
  • Nah, di Wakai sinyal masih lumayan kenceng bahkan masih dapet 4G buat Indosat dan Telkomsel. Tapi beberapa meter meninggalkan Wakai siap-siap bye bye to sinyal! (bahkan sinyal untuk sms ataupun telpon).
  • Penginapan di Togean terdapat di pulau-pulau kecil jadi di sana jarang sekali ada warung dan ATM jadi sebaiknya persiapkan semua keperluan kalian di Ampana/Wakai.
  • Air dan Listrik di Togean terbatas. Listrik hanya hidup pukul 18.00-24.00 dan air sering habis terutama kalau pagi-pagi jadi harus dihemat-hemat ya airnya.
  • Hampir seluruh penginapan di Togean mengenakan tarif per orang bukan per room dan tarif tersebut biasanya sudah cover makan kita 3x sehari.
  • Waktu-waktu terbaik ke Togean sebenarnya adalah di bulan-bulan Maret-Oktober di luar bulan itu biasanya angin kencang dan hujan. Tapi kemarin aku pergi di bulan Desember awal masih aman sih dan lumayan sepi.
Advertisements
Standard
Balikpapan, How to, Jakarta, Travel

Ke Labuan Bajo, Backpacker atau Travel ?

Tanggal 17 May lalu aku dan 3 orang teman kampusku di FISIP UI memutuskan untuk pergi ke Labuan Bajo dan beberapa teman kami banyak yang bertanya-tanya mengenai budget untuk pergi ke sana. Backpacker atau Travel? Kalau travel pakai travel apa? Hehe daripada jawab satu-satu mending aku jabarkan aja ya di blog ini.

Nah kemarin kami bertiga menggunakan travel Bayu Buana untuk ke Labuan Bajo dan Waerebo jadi kami tinggal tunggu beresnya aja dari mulai transportasi, akomodasi, dan makan selama di sana.

DSCF5041.JPG

  1. Transportasi
  • Penerbangan : karena aku start dari Balikpapan jadi aku harus ambil penerbangan ke Jakarta dulu. Waktu itu aku pakai Lion Air karena itu adalah penerbangan yang paling pagi untuk ke Jakarta yaitu pukul 06:00 WITA. Sampai pukul 07:00 WIB, ambil bagasi dan pindah ke Terminal 3 Soetta untuk penerbangan selanjutnya ke Labuan Bajo. Nah, di sini kami mengambil penerbangan Garuda Indonesia karena itu yang satu-satunya direct ke Labuan Bajo tanpa transit dulu di Bali. Pesawat GA yang kami gunakan adalah GA Explore jadi kayak pesawat perintis versinya Garuda. Perjalanan CGK – LBJ kami tempuh selama kurang lebih 2,5 jam. Nah enaknya Garuda ya selama di pesawat smooth banget gak kerasa kalau itu adalah pesawat kecil. Kalau kata Nja sih “Ini pesawat rasa bus” Hhe. Untuk harga pesawat direct pastinya lebih mahal dibandingkan kalian mengambil pesawat transit. Kisaran tiket pesawat Garuda untuk CGK-LBJ di harga normal itu sekitar 3,5 – 4 jutaan PP. Tapi kalau lagi promo kalian bisa loh dapat setengah dari itu. Contohnya kalau Garuda lagi ngadain Garuda Travel Fair, di sana kalau kalian beruntung bisa dapet tiket ke LBJ seharga 900rb-an. Nah untuk yang transit penerbangan ke LBJ bisa pakai NAM Air atau Wings Air dengan harga yang pastinya lebih murah mungkin sekitar 1-1,5 juta oneway (hmm, mahal juga sih jatuhnya).
  • Transportasi lokal : Di Labuan Bajo setau saya jarang sekali ada angkutan umum apalagi kalau penginapan kalian agak jauh dari pusat kota. Maka takkan kalian lihat satupun angkot hilir mudik. Jadi, alternatif bisa naik ojek (tapi setahuku mahal), sewa motor, atau sewa mobil (nah ini usahakan sama supirnya ya soalnya kontur jalan di sana yang berkelok-kelok, berbukit dan satu arah). Apalagi kalau kalian mau ke Waerebo dari Labuan Bajo ke sana sangatlah jauh. Kami saat itu berangkat sekitar jam 8 pagi dan baru sampai di titik awal pendakian menuju Desa Waerebo itu sore sekitar jam 4-an. Dan jalannya luar biasa berkelok-kelok dan rusak di beberapa titik. Kata teman yang kami temui di Waerebo yang pergi tanpa travel ke sana untuk penyewaan mobil dan supirnya dari Labuan Bajo ke Waerebo seharga 1 juta rupiah exclude guide ya jadi di sana bayr guide lagi. MAHAL? tapi sungguh sungguh yang kalian dapatkan lebih-lebih dari itu.
  • Kapal : ini part yang penting banget kalau kalian emang mau explore keindahan Labuan Bajo seutuhnya (duileh). Untuk penyewaan kapal kalau kalian gak pke tour biasanya biayanya 1,5-2 jutaan untuk oneday trip tergantung jenis dan besar kapalnya. Itu sudah termasuk makan siang loh. Nah untuk yang pengen sailing on board (kayak nginep di atas kapal gitu) aku kurang tau ya. Keliatannya sih seru banget soalnya kapalnya kalau aku lihat kayak kapal-kapal pinisi gitu. Duh! Tapi buat kalian yang mabok laut sangat tidak disarankan. Ohya harga kapal ini bisa sharing ya jadi kalau kalian backpack bareng 5 orang temen 1,5 juta bisa di share tuh kan lumayan. Makin banyak yang sharing sama kalian makin murah  🙂

    DSCF5272

    Di Atas Kapal

2. Akomodasi

Untuk akomodasi selama di Labuan Bajo kami menginap di Luwansa Beach Hotel and Resort. Rate di sana semalam untuk kamar superior adalah 650 – 750 ribuan tapi kalau kalian cek di traveloka atau sejenisnya pasti deh dapetnya sekitar 1 jutaan hhi (nah inilah positifnya klo pesennya udh include travel). Hotel ini merupakan hotel bintang 4, kebanyakan orang-orang dari kementrian yang sedang rapat atau kerja pasti nginep di sana (duhhh enak bener yah). Saat kami menginap di sana kami bertemu dengan rombongan dari Kementrian Pariwisata. Bahkan saat bertemu kami mereka nanya, “Mba, dari kementrian mana?” (dalam hati aminin ajadeh hhe). Overall, Luwansa bagus banget di belakang resortnya itu pantai dan restaurantnya menghadap ke pantai. Di dalam kamar disediakan berbagai macam handuk (huh tau gitu gausah bawa handuk hha), perlengkapan mandi, kamar mandi yang lumayan luas duh nih. Ya menurutku hotel ini lumayan cocok buat yang mau honeymoon #eh. Tapi dari segi pelayanan hmm di front office rada buruk sih kayak mereka masih kurang di training gitu. Kalau ditanya-tanyain masih sering bingung. Bahkan saat aku tanya kamar temanku yang lain mereka salah ngasih nomor! Padahal aku sudah ketok-ketok kamar yang mereka infokan tapi gada jawaban dan pada akhirnya aku tau kalau temanku bukan di kamar itu rrrr. Dan beberapa mba-mba nya jutek banget entah emang karena dasarnya orang-orang flores gitu jadi kesannya galak tapi sama satpam dan bellboy mereka kok ramah-ramah aja tuh. Pokoknya pelayanannya ga mencerminkan bintang 4 banget deh 😦

Kalau mau cari yang murah di Labuan Bajo banyak guest house murah kok contohnya Le Pirate (duh ini super-super rekomended deh soalnya interiornya lucu banget) harganya mulai dari 450-800 ribu tergantung jenis kamar. Nah kalau teman yang kami temui di Waerebo selama di Bajo mereka nginap di Tree Top. Ratenya 510rban untuk yang view Pelabuhan. Aksesnya katanya gampang deket kemana-mana.

Nah, untuk di Waerebo kami menginap di homestay yang memang sudah disediakan di desa tersebut dan disitu kami akan tidur dengan traveler lainnya. Biasanya 1 rumah itu bisa menampung hingga 20an orang. Nah, di sana kami meskipun cuma sehari tapi langsung udah akrab banget sama traveler lainnya, saling bertukar cerita dan pengalaman mereka traveling ke tempat lain. Di sana juga kami bertemu dengan rombongan dari Kementrian Pendidikan yang mereka lagi liburan sekaligus survey untuk program mereka berikutnya (duh naq ngets yha kerja sambil liburan yang dibayarin). Nah untuk masuk desa ini kalian harus bayar itu sudah include guide, homestay dan makan biasanya tapi aku kurang tau sih bayar berapa karena udah include semua sama paketan tour. Tapi kalau nanti dapat info dari temen aku bakalan update lagi 🙂

DSCF5740.JPG

Salah satu dari 8 rumah itu adalah tempat kami tidur 🙂

3. Makan

Nah untuk makan sudah aku bahas ya di atas kalau beberapa udah termasuk sama paketan gitu seperti saat di kapal, di Waerebo, dan di hotel (ini biasanya cover sarapan doang). Nah, klo kami itu udah termasuk di paketan Bayu Buana. Semuanya di cover kecuali di hari pertama kedatangan. Nah, untuk di hari pertama kami makan di rumah makan Bali gitu tapi menyediakan menu macam-macam. View di restaurant ini huaaa bagus banget! jadi ngadep langsung ke dermaga gitu jadi kita akan disajikan jejran kapal dan bukit-bukit di tengah lautan gitu. Untuk harga lumayan mahal sih emang, untuk makanan berat rata-rata 50 ribuan. Nah kalau malam selama di Bajo kami makan Seafood di Kampung Ujung. Di sana bejejer berbagai macam seafood seperti Kerapu, Cumi, Kakap Merah, Udang, Kepiting yang bisa kita pilih sendiri dan bisa request mau diolah seperti apa. Pokoknya disini bikin ngiler banget deh!

DSCF5048

View dari Restaurant makanan Bali

Bagi yang tanya, makanan khas Labuan Bajo apa? Di sini gak ada makanan khasnya jadi rata-rata makanannya sama aja seperti yang di luar sana. Tapi pemandangan di sana dijamin bikin kamu yang makan nasi sama garem doang pasti langsung kerasa enak!!

Dan hati-hati bagi kalian yang kesini, pasti gak mau pulang dan bapernya berhari-hari wkwkw

DSCF5371

No filter needed! Berasa kayak di zaman Purba :’)

Jadi kesimpulannya ke Labuan Bajo enaknya backpacker atau travel? Itu tergantung kalian masing 🙂 Kalau kalian punya waktu banyak backpacker di sarankan karena pasti kalian bisa explore lebih banyak lagi dengan budget yang minim. Sumpah di sana banyak banget tempat yang bagus! dan menurutku kalau kalian backpacker pasti punya banyak waktu dan kesempatan untuk mengenal dan berinteraksi dengan warga lokal. Orang-orang Bajo dan Flores ramah-ramah loh meskipun suara mereka rada keras hhi. Cuma ya di sini minim-minim nya kamu se-backpacker backpackernya kamu pasti tetap harus keluar duit lebih sih terutama di transportasi kalau makan dan akomodasi kan masih bisa diakalin cari yang murah.

Nah, buat yang punya waktu sempit sangat direkomendasikan pakai paketan travel biar ga ribet meskipun mahal. Tapi sekarang banyak loh paketan tour di luar sana yang menawarkan harga murah yang kalau di itung-itung sama aja kayak backpacker-an bahkan ada paketan yang udah include fotografer duh ini penting banget sih mengingat Labuan Bajo dan Waerebo wajib banget untuk diabadikan :’) Bahkan bidikan kamera pun ga cukup (duh kan aku baper lagi pen balik kesana).

Alternatif lain bagi kalian punya jiwa sosial tinggi bisa ikutan kegiatan volunteer yang diadakan di sana, meskipun biasanya tetap bayar tapi seenggaknya kalian bisa menikmati Labuan bajo dengan harga yang jauh lebih murah tanpa harus nunggu2 ngumpulin teman. Salah satunya adalah kegiatan 1000 Guru yang akan diadakan 28-30 Juli nanti.

DSCF5157

Bukit Cinta. Sunsetnya luar biasa banget di sini!

Selamat menikmati keindahan Labuan Bajo! Aku doain ya semoga kalian juga segera punya kesempatan untuk ke sana 🙂

 

Catatan :

 

 

Standard
How to, Korea Selatan, Travel

Bukchon Hanok Village: Menikmati Desa di Tengah Perkotaan

Korea Selatan merupakan salah satu negara yang menjaga budaya tradisionalnya agar tetap beriringan dengan kemajuan negaranya. Tidak sulit bagi kita untuk menemukan pusat-pusat kebudayaan dan sejarah Korea pada masa lampau di tengah perkotaan. Terlebih yang membuat saya kagum adalah mereka sangat menjaga”Warisan Budaya” mereka. Bahkan menjadikan pusat kebudayaan dan sejarah sebagai alat untuk “jual” negara mereka yang kemudian mengundang turis untuk datang ke Korea Selatan. Yup, kami bertiga adalah 3 dari 132.024 wisatawan Indonesia yang akhirnya terpancing untuk pergi ke Korea Selatan.

img_5845

Bukchon Hanok Village (udah males banget buat foto karna betis nyut-nyutan)

Salah satu warisan budaya Korea Selatan yang diperkirakan sudah ada sejak Dinasti Joseon adalah Bukchon Hanok Village. Desa ini menjadi salah satu pilihan utama bagi turis yang sedang melancong di Korea Selatan. Bukchon lokasinya berada di tengah kota dan berdekatan dengan tempat-tempat bersejarah lainnya di Korea Selatan seperti Gyeongbokgung Palace, Changdeokgung Palace, dan Jongmyo Shrine. Jadi, kalian tidak butuh waktu lama untuk bisa mengunjungi tempat-tempat tersebut karena lokasinya yang berdekatan.

img_5834

Di Bukchon juga ada penyewaan baju tradisional Korea Selatan

img_5836

PR buat kami adalah, kami harus sabar karena untuk mencapai tempat-tempat tersebut harus berjalan kaki dan jalannya berbukit-bukit hhu (kecuali lu tajir, naik taksi bisa). Cobaan terberat ya saat di Bukchon, duhh jalannya berbukit-bukit banget. Betis udah bengkak-bengkak (lebay sih ini). Kaki gak usah ditanya lagi gimana merah-merahnya. Makanya pas di sini kami tidak terlalu banyak foto selfie hhu. Aku lebih banyak menikmati pemandangan di sana dan Nisa sibuk mencari rumah Henry Super Junior yang konon katanya rumahnya ada di Bukchon.

img_5855

Selama berada di Bukchon Hanok Village jangan sampai ribut yaa, karena sebenarnya itu adalah rumah-rumah yang masih ditinggali penduduknya. Kita juga tidak boleh mengambil gambar hingga ke dalam rumah atau ke area privasi pemilik rumah. Di setiap pagar rumah kalian pasti akan melihat stiker “Silent, please” hha. Berbeda dengan Gamcheon di Busan yang rumahnya dempet-dempet tanpa pagar. Di sini rumah-rumahnya lebih teratur dan dibatasi dengan pagar (kata Una sih ini emang yang tinggalin orang-orang kayaa,ya emang keliatan sih).

img_5860

Bukchcon itu luas banget. Kami sempat beberapa kali bingung kami ada di mana. Tapi jangan pernah takut nyasar karena banyak banget petugas dari Tourist Information Center yang berkeliling dan siap untuk kita tanya apapun (ya asalkan ga nanya jodohmu kapan datang ya LOL). Mereka juga membagi-bagikan peta serta guide book agar kita tau apa saja tempat menarik yang bisa kita datangi. Pernah nonton iklannya Kongbab gak? Nah itu syutingnya di Bukchon loooh wkwkw

img_5878

Salah satu dari banyak penjual aksesoris lucu di Bukchon

img_5879

Topokki/Tteokbokki terenak dan termurah! Kelihatannya dikit ya, tapi ini ngenyangin banget, parah :’))

img_5884

Ini lupa namanya apa, tapi aku sebutnya Topokki Goreng, Enaaaak banget!!!

Bukan hanya rumah-rumah tradisional saja yang ada di sana, namun juga ada berbagai macam cafe yang lucu-lucu, toko aksesoris dan baju yang dekorasinya lucu-lucu banget. Pokoknya instagram-able lah. Tapi karena aku udah cape jadi males buat foto-foto.Di sini juga banyak penjual jajanan mulai dari yang tradisional hingga yang modern. Nah, bagi kalian yang pengen banget makan Topokki, nih di sini yang termurah, harganya kalau gak salah 1.500-2000 Won. Aku sudah ke tempat-tempat lain di Korea emang di sini yang paling murah. Porsinya banyak banget, bisa buat berdua. Rasanya? Duhhh sumpah enak banget :’)) Ya Allah jadi pengen makan, tapi di Balikpapan di mana ya (eh, malah nanya). Di sana juga jual Topokki goreng gitu, aku lupa namanya apa, nah itu Nisa yang beli. Ya ampun pas cobain punya Nisa, ternyata lebih enaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!

img_5894

Beberapa store lucu di jalan menuju Bukchon

img_5892

img_5871

Bagian kalau udah masuk ke gang-gangnya

img_5869

Up! Up!

Karena Bukchon sering menjadi tempat syuting reality show atau drama Korea di sini banyak banget turis yang foto-foto di spot yang pernah dihampiri idolanya. Buseeet segitunya yaa. Bahkan toko-toko yang barangnya pernah di beli sama idola mereka, mereka datengin looh dan beli produk yang sama. Demi bisa samaan dengan sang idola. Sumpah, setengah percaya sih. Tapi pada kenyataannya emang fans K-Pop atau K-Drama ya sebegitu fanatiknya kalau suka banget :”)

img_5876

Nisa cerita kalau ini pernah di singgahi Song Ji Hyo pas mereka lagi syuting We Got Married versi China. Sebelum aku foto, ini tadinya digerombolin ciwi-ciwi dari Thailand gitu buat beli stempel cutomized.

Di sana juga kami bertemu ibu-ibu turis dari Malaysia (kayaknya orang tajir deh dari dandanannya) Dia negur kita pas lagi ganas-ganasnya masukin Toppoki ke dalam mulut. Wkwkw  doi kira kita juga dari Malaysia, jadi dia negur pengen nanya jalan soalnya rada bingung sama rute Bukchon. Hahaha, sama lah bu, saya aja bingung, yang hapal jalan mah cuma Nisa dan Una. Terus ya dia sempet muju kita pas tau kita cuma bertiga tanpa guide, bilang kita masih muda udah berani pergi jauh. Udah banyak kok bu yang kayak gini, kita aja udah ngerasa tua banget baru pergi jauh sekarang.

IMG_5896.JPG

Kiehl’s Store

img_5872

Gang paling gang dari Bukchon Hanok Village

Note:

Sebelum ke sini, perbanyaklah latihan betis 🙂

Kalau kalian tipe orang yang suka kuliner atau ke cafe-cafe yang lucu-lucu gitu, Bukchon bisa menjadi pilihan.

Standard
How to, Korea Selatan, Travel

Day 3 : Hello Seoul!

Malam sebelumnya kami merencanakan untuk bangun subuh yaitu pukul 04.30 dan pergi untuk melihat sunrise di Haeundae Beach. Namun, aku ternyata baru bisa tertidur pukul 02.00 malam, sedangkan teman-temanku tidur lebih awal dariku. Kemudian keesokan harinya, engingeng!! Kami kesiangan! Hahaha

Sebenernya gak kesiangan sih, kami gak tahu kalau ternyata matahari di Korea saat itu mulai terbit sekitar jam 4. Jadi saat kami bangun jam 5 udah terang banget. Padahal kami pengen banget tuh ngeliat sunrise di Haeundae Beach :(. Tapi tiba-tiba salah satu temanku nyeletuk, “Halah! Di Indonesia juga sunrise nya gak kalah bagus.” Hmm, ya juga sih wkwk. Akhirnya kami siap-siap packing karena hari ini kami akan ke Seoul! Waktu yang mepet banget (kami akan ke Soul jam 2, jadi setidaknya jam 12 kami sudah ada di terminal bus) kami akhirnya memutuskan hanya ke dua tempat saja dari 3 tempat yang sebenarnya ada dalam itinerary kami. Jadi kami dengan terpaksa hari itu harus memendam keinginan kami ke Taejongdae yang berada di daerah Nampo. Jadi Taejongdae ini merupakan daerah paling selatan dari Yongdo Island. Dari sana kita bisa lihat salah satu pulau di Jepang yaitu Tsushima. Hmm, oke move on dari Taejongdae :”)

Selesai sarapan, kami pergi dan berjanji kepada Hyojin akan kembali lagi jam 12 untuk check out. Kami pagi itu berencana ke Haedong Yonggusa Temple dengan menggunakan bus, karena metro tidak ada yang ke arah sana. Jika dari penginapan kami, pergilah ke halte bus yang berada dekat dengan Haeundae Station exit 7. Lalu naik bus nomor 181. Kayaknya semua supir bus tahu kalau ada orang asing yang naik bus nomor 181 pasti akan ke Yonggusa Temple. Soalnya kami sempat naik bus yang salah arah! Wkwk. Jadi ceritanya kami naik bus yang ke arah atas. Pokoknya di seberang exit 7. Pas naik ke bus dan udah ngetap T-Money pokoknya supir sepanjang jalan ngomel. Awalnya kami kira dia ngomel sendiri dan nggak ngomong ke kita. Namun, akhirnya kami ngerasa juga wkwk. Pada akhirnya kami baru sadar dari bahasa kalbu kalau ternyata kami salah arah hha. Kalau mau ke Yonggusa harus ke arah sebaliknya. Hmm akhirnya kami turun dan naik bus arah sebaliknya. Yonggusa ternyata lumayan jauh. Aku sampe mau ketiduran di bus saking tidurku semalem ga berkualitas sama sekali. Hmm

Setelah 40-50 menit kuhabiskan di bus akhirnya aku mulai turun di Yonggusa Temple. Pas turun di halte akhirnya kami sempet bingung, namun ada seorang mas-mas yang memberi tahu kami kemana kami harus berjalan. Yap, jadi kalau turun di bus langsung jalan ke arah kanan ya. Ntar akan keliatan plang gede bertuliskan Yonggusa Temple. Nah, ntar kalian akan liat resto seafood gitu. Nanti belok kiri dan jalan terus. Jadi Yonggusa Temple agak masuk ke dalam. Kami pagi itu disuguhkan udara yang dingin, suasana yang sepi banget! Kami sampe beberapa kali bergumam,”Ini beneran tempat wisata gak ya? Beneran ini jalannya gak ya?” kontur jalanannya gak usah ditanya, berbukit-bukit hhu. Meskipun gak separah yang di Gamcheon tapi karena masih efek-efek kemaren jadinya kayak jauuuuh bangett, terus pegel banget. Sepanjang jalan ngedumel mulu, “Doh, mana nih temple nya?”

Di kejauhan akhirnya kami mulai melihat stand-stand penjual makanan yang masih mempersiapkan dagangan mereka. Setelah jalan lumayan jauh akhirnya kami menemukan tanda-tanda kehidupan! Yeay

IMG_5593

IMG_5586

Jejeran Patung Shio yang menyambut kedatangan kami

IMG_5588

Nyanyi-nyanyian pujian terhadap dewa mulai terdengar di telinga kami. Awalnya ku kira itu memang lagu yang dinyanyikan oleh pendeta. Namun, lama akhirnya aku sadar kalau itu CUMA REKAMAN! Hhe. Saat aku dan teman-temanku tiba disana belum ada terlihat banyak orang. Hanya terlihat beberapa pedagang yang tengah sibuk menyiapkan dagangannya. Belum sampai kami di wilayah kuil kami sudah disambut jejeran patung-patung shio. Di beberapa patung aku mulai melihat ada beberapa orang tua yang sepertinya sedang melakukan wisata religi. Aku melihat mereka memasukkan beberaoa koin di salah satu patung. Setelah puas mengambil foto patung-patung shio tersebut a kami masuk lebih dalam ke kompleks kuil. di depan pintu gerbang kami juga disambut berbagai macam patung-patung dewa dalam agama Budha.

IMG_5597

Budha of Granting a Son

IMG_5604

Praying

Akhirnya masuk ke dalam kompleks kuil, aku mulai terpukau dengan kuil tersebut. Huaaa, akhirnya bisa kesini setelah sekian lama cuma liat di Vlog. Bangunannya memang persis seperti apa yang aku liat di foto-foto dan vlog. Kuil yang menjorok ke laut itu mengingatkanku dengan Pura Segara Giri Dharma Kencana  yang ada di Pulau Menjangan. Sayang, saat itu tidak ada deburan ombak. Hanya air tenang yang kulihat. Tak ada ombak yang memecah bebatuan hingga menyiprat ke kuil. Agak dingin memang, namun pemandangan pagi itu sudah terasa sangat sempurna. Sampai akhirnyaaaaa…. Rombongan anak SMP yang lagi darmawisata datang! Huftt. Mereka rame banget. Datang begerombol kayak ketan. Kalau udah ngomong ributnya naudzubillah. Wkwkw. Tapi emang pada dasarnya kalau orang korea ngomong rada keras sih ya. Kayak ngajak ribut. Wkwk!

IMG_5609

Karena keburu bete sama kedatangan anak SMP yang begerombol kayak ngajak berantem, akhirnya kami buru-buru untuk mengitari semua bagian kuil. Ternyata semua pengunjung dibebaskan hingga masuk ke dalam loh meskipun kita bukan penganut Budha. Bahkan kami bisa naik hingga ke bagian atas. Selesai melihat lihat akhirnya kami memutuskan untuk pulang takut ntar gak punya waktu untuk mengelilingi Haeundae. Aku sudah kepalang lemas membayangkan rute pulang seperti tadi lagi. Huhu. Ohya kami bersyukur banget pergi pagi-pagi ke Yonggusa, karena masih sepi. Jadi bagi kalian yang berencana ke sana usahakan pagi-pagi ya, soalnya kalo rame susah foto-foto syantiknya cyiiin wkwk!

Selesai dari Yonggusa kami memutuskan untuk mengelilingi Haeundae! Yap, akhirnya bisa ke sana lagi. Kira-kira manusia pasir yang kami lihat kemarin udah ada yang jadi belum ya? Dari hostel, kami harus berjalan lagi sekitar 3-5 menit. Aku sangat buruk dalam hal mengingat jalan. Meskipun sebelumnya kami telah melewati jalan tersebut mungkin kalau aku di suruh untuk jalan lagi sendiri ke Pantai Haeundae aku akan tersesat hhe. Sampai di sana, sekitar jam 10.30 atau 11.00 ya aku lupa. angin pantai pagi itu sangat dingin padahal matahari cukup terik. Tiba di pantai aku kembali melepas alas kaki seperti di Gwanggalli Beach semalam. Brrr, pasirnya masih dingin.

IMG_5614

Salah satu patung pasir yang belum jadi

IMG_5613IMG_5611

Beberapa pekerja tengah sibuk membuat patung pasir. Beberapa diantara patung ada yang terlihat sebentar lagi akan jadi. Hmm, sayang hari ini kami sudah harus meninggalkan Busan dan tak sempat melihat rupa patung-patung pasir ini. >.<

Akhirnya kami balik ke Hostel, perpisahan dengan Hyojin yang sangat ramah. Una memberikannya 2 bungkus Indomie Goreng. Dia sepertinya sangat suka kami kasih mie goreng. Hmm, siapa yang bisa menolak kenikmatan dari mie goreng wkwk. Terus, gimana caranya dari Hostel ke Terminal Bus?

IMG_5621

Caranya adalah dari Heundae kita ke Stasiun Nopo. Nah disana langsung kalian akan nemuin Bus Express Terminal. Kalau kalian lapar, ada banyak tempat makan di sini, aku dan Una sempat makan Kimbab di terminal seharga 3300 won, sedangkan Nisa memesan Bibimbab seharga 6500 won. Sebenarnya kami masuk rumah makan ini bener-bener random dan udah kepalang laper. Saat melihat buku menu nya kami sedikit kaget sih kalau mereka juga ternyata menyediakan menu dengan campuran pork. Meskipun kami tidak memesan itu tapi kami khawatir kalau alat masak yang digunakan sama. Gak mungkin dong kita kabur :’) jadi akhirnya kami mengucapkan basmallah sebanyak-banyaknya sebelum makan dan dalam hati terus beristigfar semoga gak ada kandungan babay nyaaa >.< Ohya, hampir setiap rumah makan di Korea menyediakan minum (hangat atau dingin) secara gratis. Jadi bagi kalian yang ingin berhemat gak perlu memesan minuman :).

Bus menuju Seoul seingatku hanya ada 2. Kami waktu itu naik bus Express dengan harga 23000 Won dengan jam keberangkatan pukul 14.30, estimasi perjalanan 4 jam tapi akan berhenti di beberapa tempat pemberhentian. Itu merupakan bus paling murah untuk tujuan Seoul. Untuk bus Executive harganya sekitar 32000 dengan jam keberangkatan pukul 13.00 dengan estimasi perjalanan 4 jam juga tapi tidak ada stop sama sekali, kelebihan lain dari bus Executive adalah banyaknya pilihan jam. Menurutku bus yang kami tumpangi cukup nyaman, tempat duduknya lumayan lapang, jadi kaki bisa sedikit diselonjorkan. Terdapat tv di dalam bus tapi bahasa Korea! Wkwk, karna aku gak ngerti jadi enaknya tidur ajah!

IMG_5628

Perjalanan Busan-Seoul akan disuguhkan bukit-bukit di kanan kiri. Ya 11:12 lah sama pemandangan Balikpapan-Samarinda. Kalau musim semi atau gugur bukitnya warna-warni loooh >.<

Seharusnya kami sampai di Seoul pukul 19.00 namun karena macet jadi kami bus terlambat 1 jam untuk sampai di Seoul Express Terminal Bus. Padahal hari itu kami sudah janji untuk bertemu dengan Jieun pukul 20.00 di terminal Seonbawi. Karena aku hanya mengandalkan wifi akhirnya aku belum bisa mengabarkan kepada Jieun prihal keterlambatan kami. Sebenearnya sudah jam 7 malem tapi Seoul saat itu masih terang benderang. Keliatannya saat itu adalah rush hour jadi saat akan memasuki terminal macet banget. Tapi masih parahan macetnya Jakarta sih hhe.

DSC_0320[1]

Express Bus Terminal

DSC_0324[1]

DSC_0325[1]

Masing-masing orang sibuk dengan gadgetnya. Orang Korea juga seneng banget menyumbat telinga mereka dengan headset/earphone

Akhirnya sampailah kami di Bus terminal jam setengah 8, kayaknya kita bener-bener bakalan terlambat. Dari terminal Bus sampai ke Seonbawi butuh waktu kira-kira 30 menit. Aku mencoba mencari spot hotspot dan akhirnya ketemu! Setelah mengabari Jiuen akhirnya kami mencari jalur ke Seonbawi. Karena pertama kali, kami sempat kebingungan karena jalur subway di Seoul lebih banyak jika dibandingkan dengan Busan. Kami saat itu sudah sangat lelah, apalagi harus naik turun tangga. Dari Bus Express Terminal seharusnya kami ke arah Isu line 7, nanti turun di Isu dan pindah ke line 4, nah selanjutnya turun deh di Seonbawi. Gampang memang kalau udah tau tapi kalau baru pasti bingung wkwk.

Sampai di Seonbawi akhirnya aku bertemu Jieun!! Kyaaa, udah 5 bulan gak ketemu dia. Akhirnya bisa bertemu lagi, langsung di Korea Selatan! Yeay. Jieun benar-benar belum berubah, ia masih murah senyum seperti dulu hha. Sambil jalan menuju rumahnya kami saling bertukar cerita. Bahasa Indonesianya masih lancar meskipun ada beberapa kata yang ia lupa. Keluar dari stasiun, brr dingin mulai menyergap. Haha. Ternyata dari Seonbawi ke apartemennya tidaklah jauh, kami hanya naik bus dan melewati antar 2 atau 3 halte, aku lupa. Ohya, bagi kalian yang baru saja naik subway dan akan melanjutkan perjalanan dengan bus, nanti saat akan tap T-Money ke bus tidak akan dikenakan charge selama memang masih dalam jangka 30 menit dihitung dari kalian tap keluar subway. Jadi usahakan manfaatkan waktu semaksimal mungkin hhi. Kalau di bus Seoul, sama seperti di Subway masuk dan keluar kita harus tap T-Money yaaa. Berbeda dengan bus di Busan yang cukup tap saat masuk saja, kecuali jika kalian akan transfer maka harus tap saat keluar 🙂

Sampai di rumah Jieun kami sudah disambut oleh ibunya. Jieun punya adik cowok yang juga masih kuliah, namun saat kami baru sampai di Apartemen, ia belum pulang dari kampus. Ibu Jieun sangat ramah sama seperti Jieun. Ia memasakkan makan malam untuk kami. Huaaa… dari luar sudah tercium wangi masakan ibu Jieun. Nyam! Setelah merapikan koper kami, kami akhirnya makan. Jieun menjelaskan satu-satu makanan yang dihidangkan di atas meja. Beberapa makanan sudah pernah aku makan di Mujigae wkwk seperti Bulgogi, Kimchi. Saat suapan pertama, huaaa! Masakan mama Jieun enak banget! Aku juga sangat suka nasi di Korea, pulen gitu. Bulgoginya enak! Semua enak! Bahkan mama Jieun masak dadar gulung aja dadar gulungnya enak banget. Beda deh.

DSC_0328[1]

Ditengah itu sambel yang gak ada pedas-pedasnya sama sekali. Rasanya manis :’

Hiyaaa… Hari pertama kami akhirnya ditutup dengan hamdalah usai menyantap masakan mama Jiuen hhi

Happy traveling!

 

 

 

 

Standard
How to, Korea Selatan, Travel

Day 2 : Arrive in Busan!

Jika di bandingkan dengan Seoul, Busan memang jauh lebih tenang dan sepi. jika dibandingakan dengan Seoul, di sini sepertinya lebih banyak orang tua. Tidak perlu menyisihkan waktu yang banyak jika kalian ingin ke beberapa tempat wisata di Busan. Namun, jika kalian merupakan tipe pejalan yang santai dan memiliki waktu yang banyak, maka berlama-lama di Busan tidak ada salahnya. Aku dan teman-teman ke Busan memang hanya menyisihkan waktu 1,5 hari dengan mendatangi beberapa tempat-tempat yang sudah cukup terkenal di telinga kami. Selama di Busan kami menginap di daerah Haeundae. Menurutku daerah Haeundae cukup strategis karena dekat kemana-mana meskipun dengan metro dan bus. Pada tanggal 18 May 2017 kami sampai di Busan sekitar pukul 09.00. Terlambat 1 jam dari yang sudah dijadwalkan. Hal tersebut karena pada saat akan take off pesawat kami harus mengantri di Bandara KLIA2 terlebih dahulu karena ada beberapa pesawat juga yang akan take off malam itu.

IMG_5419

Sampai di pagi hari memang sangat menguntungkan bagi kami sehingga memiliki banyak waktu untuk mengeksplore Busan seharian. Dari Gimhae International Airport kami naik Airport Limousine dengan tujuan akhir Haeundae. Biaya yang kami keluarkan untuk Airport Limosine ini adalah 7000 Won. Selain menggunakan Airport Limosine, ada 2 cara lainnya yang lebih murah yaitu dengan menggunakan Bus biasa (Naik nomor 307 untuk ke daerah Haeundae dan 1009 untuk daerah sekitar Geumgok/Gadeok Quay) dan menggunakan Metro yaitu keluar di Daejo Station (Line 3)/ Sasang Station (Line 2), transfer to Busan Gimhae Light Rail Transit. Sebenernya penginapan kami yaitu Miss Egg Hostel deket banget dari Haeundae Station, jadi kalau dari Bandara lebih dekat jika naik Metro. Namun, rempong banget cyiin geret-geret koper dan naik tangga pas keluar stasiun. Tapi kalau kalian Cuma bawa ransel doang lebih baik naik metro atau bus karena jauh lebih murah.

Nah, bagi kalian yang akan naik Airport Limousine dengan tujuan Haeundae berikut rute yang akan di lalui

Gimhae Airport > Namchun-dong > Gwnagan-dong > Gwangan Stn.> Suyeoung Intersection> Suyeoung Hyundai apt> Centum Hotel> Bexco> Olympic Intersection> Gyeongnam Marina apt.> Park Hyatt Busan> Hanwha Resort> Hyperion> The Westin Chosun Hotel> Grand Hotel> Haeundae Beach> Novotel Ambassador Busan> Paradise Hotel> Mipo, Moontan road> Raemian Haeundae apt.> Hyundai I-park apt> Jangsan Stn.> Haeundae Paik Hospital> Dongbu apt> Daelim 1-cha apt> Yangwoon High School> Yangwoon Elementary School.

Seharusnya kami turun di halte Haeundae Beach, tapi kelewatan hha. Jadi kami turun di Novotel Ambassador Busan. Saat di dalam Limousine kami melihat dari dalam kaca bahwa Busan sedang terik-teriknya. Wah panas nih, fikirku. Tapi setelah turun dari Limousine, bbrrr, cahayanya doang keliatan terik, tapi nyatanya dingin banget. Busan saat itu bener-bener kayak di pakein AC dengan suhu minimum terus ditambahin kipas aingin. Gimana tuh rasanya.

Saat turun di depan Novotel, kami bingung di mana letak hostel kami. Akhirnya kami ke Haeundae Tourist Information Center untuk menanyakan kemana kami harus melangkah (duileeeh). Ohya, yang aku sangat suka dengan Busan adalah disini Tourist Information Center nya gampang banget diakses oleh turis! Setelah dijelaskan oleh mbak-mbak yang ada di Tourist Information Center tersebut rute untuk sampai ke hostel kami akhirnya kami jalan deh. Letak Tourist Information Center yang berada tepat di depan Haeundae Beach ini membuat kami melihat sedikit aktivitas dari beberapa pekerja yang akan membuat patung pasir. Mungkin untuk menyambut liburan musim panas (fyi, setiap bulan Juni akan ada Haeundae Sand Festival). Huft sayang belum jadi, jadinya belum bisa foto-foto cantik di depannya deh.

Setelah diberikan petunjuk dimana hostel kami yaitu Miss Egg Hostel (ohya, review dan how to get this hostel di post-an berikutnya yah!) akhirnya kami sholat dan berberes. Baru selesai jam 1 siang hha. Bener-bener gak kerasa. Akhirnya kami melakukan sedikit perubahan di itinerary kami dan mulai berangkat lagi tanpa mandi wkwk. Buseeet, strong banget deh kita hari itu, padahal semaleman di pesawat, nyampe hostel jalan lagi dan sempat mampir ke convenience store cuma beli nasi kepal dan banana uyu.

Berikut merupakan beberapa tempat yang kami datangi di hari pertama kami di Busan. Untuk cara ke tempat tersebut kalian bisa google sendiri yaa dengan patokan hostel yang telah kalian pesan.

  1. Gamcheon Culture Village

    IMG_5370

IMG_5412

Nih, kalau jalan sampe gang-gangnya 🙂

Metro Line 1 Toseong Stn. (Exit 6) -> Transfer (by bus) to Saha-gu 1-1, Seo-gu 2, 2-2

Salah satu alasan yang bikin kita pengen banget ke Busan adalah karena ini sih, Gamcheon Culture Village. Abisnya seru banget liat rumah warna warni gitu. Jadi dulunya ini merupakan perkampungan kumuh yang kemudian di sulap menjadi perkampungan yang warna-warni dan banyak lukisan lucu-lucu di dinding rumah. Ohya sebelum masuk mampir dulu ke Tourist Information ya buat ambil Gamcheon map, karena Gamcheon itu luas banget dan banyak gang-gang kecil yang kalau kalian ga pke map kemungkinan ga bisa pulang hha.

Pas sampe sana banyak banget wisatawan yang ke sini. kebanyakan sih wisatawannya orang Korea juga dan beberapa aku melihat wisatawan Thailand. Menurutku sih, best time ke sini adalah pagi biar gak terlalu ramai wisatawan dan biar bisa bebas foto-foto juga hha. Siapkan tenaga dan kaki kalian di sini yaaa. Sebelum berangkat usahakan rajin-rajin jogging hha. Rutenya naik turun gunung plus beberapa tangga bokk. Tapi pemandangannya bagus sih hhe. Ohya, selama di sana apalagi pas lewatin gang-gang kecilnya usahakan jangan terlalu berisik karena itu perumahan penduduk cuy, bukan museum kosong doang hha.

  1. Jagalchi MarketIMG_5429

IMG_5438Metro Line 1 Jagachi Stn. (Exit 10)-> Walk 300m toward Jagalchi 1-gil. Kalau dari Gamcheon tinggal naik bus nomor 2-2 atau 1 ntar minta turun di Jagachi Market. (deatil halte bisa kalian liat di Gamcheon map)

Mungkin bisa dibilang ini pasar ikannya Busan. Disini berbagai macam hasil tangkapan laut ditampilkan, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup. Ukurannya rata-rata besar-besar loh. Banyak hasil tangkapan yang jarang dan belum pernah aku lihat di Indonesia. Seperti Gurita, terus banyak banget sih yang lainnya yang aku gak tahu namanya hhu. Kalau nanya juga kayaknya percuma soalnya rata-rata pedagang di sana menggunakan bahasa Korea. Jagachi merupakan pasar ikan terbesar di Korea. Di sana juga banyak restoran yang tersebar, yang konsepnya kita bisa milih hasil tangkapan laut yang masih hidup-hidup yang di pajang di aquarium depan restoran. Jadi seafood yang disajikan dijamin fresh! Namun, karna harganya yang mahal dan di Balikpapan juga banyak seafood kami mengurungkan niat untuk mencoba seafood di sana.

  1. BIFF SquareIMG_5452IMG_5450

Kalau dari Jagalchi Market tinggal jalan kaki

Disini kalian akan menemukan banyak cap tangan orang-orang yang bekerja di bidang perfilman di seluruh dunia. Tapi karena saat aku sampai di BIFF sudah sore akhirnya kami tidak sempat untuk melihat satu persatu, tangan-tangan siapa aja yang ada di sana. Hha

BIFF Square ini berada di cluster Nampo Dong yang di dalamnya juga terdapat movie theatre dan tempat belanja sehingga banyak banget anak muda di sini kalau sore hari bahkan banyak diantara mereka yang masih menggunakan seragam sekolah.

  1. Busan Tower

IMG_5512

Dari BIFF Square kami jalan ke Busan Tower/Yongdusan Park. Syumfaaah itu kita setroong banget. Huhu perjalanan jauh banget dengan rute jalanan naik turun bukit cuyyy. Gue mengakui deh emang orang Korea pada kuat banget jalan, disinilah kami akhirnya mulai menyadari bahwa jalanan yang turun naik bukit bukan hanya di Gamcheon Village namun memang seluruh Korea hhu! Jadi kontur jalanan di Korea Selatan memang naik turun gunung. Pantes body orang-orang Korea pada slim-slim. Hha

  1. Gukje Market

Ini nih yang zonk banget, Gukje Market! Jadi setelah dari Busan Tower kita ikutin peta ke Gukje Market. Ya ampuun, lapar banget plus kaki udah kayak mau lepas. Nah, pas turun kita ngelewatin pasar gitu. Sempet bingung nih disini, ini pasar apaan. Karena udah mulai magrib, itu jam setengah 8 kayaknya, pedagang di pasar sudah mulai siap-siap untuk tutup tokonya. Sampe akhirnya di ujung pasar akhirnya kita bengong. Gukje Market mana ya? Sempet lama bingung akhirnya kami didatengin bapak-bapak dan dia ngomong dengan bahasa Korea yang aku sama sekali gak ngerti. Tapi untungnya Nisa dan Una ngerti dikit-dikit katanya. Kita nanya di mana Gukje Market? Dan jawabannya adalah tempat kami berpijak sekarang adalah Gukje Market! Wkwkw jadi katanya pasar cuma buka dari pagi sampe sore doang. Kalau malem pasar bubar. Hiyaaa, kirain pasar buka sampe malem TT padahal udah ngebayangin makan Toppokki malem-malem atau nyobain makanan khas Busan. Terpaksa malam itu kami ke convinience store terdekat dan diisi dengan Banana Uyu lagi :’)

  1. Gwangalli Beach

IMG_5535

Metro Line 2 Gwang-an Stn. (Exit3,5) -> 650m toward Gwangalli Beach

Nah setelah ke Gukje kita lanjut ke Gwangalli Beach. Sampai disana sudah jam setengah 9. Pas keluar stasiun brrr dinginnya luar biasa. Kita juga kaget pas sadar saat itu jalanan udah SEPI ! Buset, kan ini baru aja malem? Malemnya aja baru jam 8 tapi kok sepi banget. Agak serem juga sih, apalagi dari stasiun kita harus jalan lagi sekitar 650 meter. Kalau dari petunjuk google kita Cuma perlu berjalan sekitar 3-5 menit. Duh, pas kita jalan kok berasa lama yaaa. Huakaka. Mungkin 3-5 menit tanpa ngoceh, tanpa nyari-nyari pantainya di mana kali yaa? Pas ditengah-tengah jalan terdapat beberapa restoran Shabu-Shabu. Hampir semua restoran shabu-shabu yang kami lewati penuh oleh pekerja kantoran yang baru saja pulang dan makan malam di sana. Di tangan kanannya mereka memegang sumpit dan di sebelah kirinya terdapat Soju. Mirip seperti di drama-drama sering aku tonton. Seketika itu juga aku berharap bisa melihat orang yang mabok di pinggir jalan gara-gara kebanyakan minum Soju wkwk. Apa iya maboknya heboh kayak unnie atau oppa yang kayak di drama? LOL

Setelah 15 menit jalan (kayaknya) pokoknya lama deh hha, akhirnya aku sampai di Gwangalli Beach, Yeay! Huwoooo, dinginnya tambah nusuk hhu. Padahal ini udah mau summer loh, tapi masih aja dingin bbrr. Pantainya lumayan rame, kebanyakan anak muda sih. Ada beberapa penyanyi jalananan juga yang nyanyi jadi suasanannya makin romantic hhi. Belum lagi kerlapkerlip lampu dari beberapa gedung di seberang pantai dan dari Gwangalli Beach terlihat jelas Gwangandaegyo Bridge yang hits ituuhh. Lampu jempatannya keren juga haha. Akhirnya kita sibuk foto-foto di tempat duduk sekitar pantai. Beberapa orang ada yang lari-larian di pantainya, terus aku penasaran dan pengen jalan-jalan di atas pasir pantainya. Pas lepas sepatu dan nginjekin kaki di pasir huwooow! Baru kali ini ngerasain pasir pantai dingin banget. Buset nih pasir kayak baru disimpen di kulkas. Terus Aul tambah norak! Hiyaaay Best time ke Gwangalli Beach adalah bulan Oktober karena ada Busan Firework Festival.

Akhirnya Gawangalli Beach menjadi penutup malam itu di Busan. Kami gak terlalu lama di sana soalnya takut jalanan ke hostel makin sepi dan aku yang sepanjang perjalanan pulang masih berharap bisa liat orang mabok Soju pun gagal, kayaknya kurang malem! haha

Standard
Balikpapan, How to

Cara Membuat SKCK dan Keterangan Belum Menikah dari KUA

o-happy-women-facebook

Image by mgood.me

Bagi teman-teman yang akan mendaftar kerja atau mendaftar di sekolah kepolisian atau sejenisnya mungkin tidak asing dengan SKCK dan Keterangan Belum Menikah dari KUA yang menjadi syarat untuk apply di beberapa tempat kerja. Khususnya di Balikpapan misalnya, hampir semua perusahaan yang membuka lowongan pasti membutuhkan kedua surat tersebut. Jadi, pas nyampe di sini aku rada bingung buatnya gimana? Harus kemana? Tanya kakak, dia juga udah lupa katanya. Jadi aku memanfaatkan teknologi yang selama ini paling membantu yaitu Google hhe. Nah, nemu tuh beberapa blog yang membahas ini. Nah pas baca, kok syarat untuk pembuatan SKCK dan surat keterangan belum menikah ribet ya? Harus ada surat pengantar ke RT Kelurahan Kecamatan huftt. Belum lagi kelurahan dan Kecamatan itu jauh dari rumah. Gak mau dong udah capek-capek ke sana tapi nyatanya surat keterangan RT Kelurahan dan Kecamatan itu gak kepake? Akhirnya aku mencoba telpon Polres Balikpapan (soalnya kata temen kalau SKCK bisa di Polres) Tapi pas aku telpon Polres Balikpapan, nomornya kayak diangkat tapi gak ada yang ngomong. Yasalaam… Cuma mau nanya doang kok pak, nggak ngajak kenalan atau nikah 😦 Nah, kalau KUA kebalikannya nih pas aku telpon fast response banget hha.

Akhirnya untuk SKCK aku langsung ke POLRES buat nanya persyaratannya, ternyata yang dibutuhkan adalah

  1. Foto berwarna 4×6 sebanyak 4 lembar dengan background MERAH
  2. Fotocopy KTP/SIM
  3.  Membawa fotocopy Akta Kelahiran/Kenal Lahir
  4. Mengisi Formulir Daftar Riwayat Hidup yang telah disediakan di kantor Polisi dengan jelas dan benar.
  5. Pengambilan Sidik Jari oleh petugas (Bayar Rp 10.000)
  6. Biaya Registrasi Rp 13.000

Banyak yang bilang harus ada surat pengantar dari RT, Kelurahan, lalu ke Polsek setempat. Tapi ternyata itu gak perlu, kecuali kalian kalian akan mendaftar untuk CPNS. Usahakan saat kalian mengurus SKCK datang pagi-pagi banget yaa, biar ga ngantri. SKCK bisa jadi hari itu juga jadi gak repot bolak-balik deh

Nah untuk Surat Keterangan belum Menikah dari KUA kalian hanya membutuhkan

  1. Surat Pengantar dari RT -> Kelurahan
  2. Kartu Keluarga
  3. Surat Pernyataan belum Menikah
  4. KTP saksi (gak boleh orang yang dalam 1 KK dengan kita)

Nah, gampang kan? Semuanya bisa jadi hari itu juga loooh. Gak perlu nunggu lama berhari-hari. Semangat!

Standard
Flight, How to, Travel

10 Rahasia ini Dapat Membantumu Mendapatkan Tiket Pesawat Murah

Seringkali ingin traveling namun terhambat dengan budget yang terbatas? Apalagi status yang masih mahasiswa dan belum memiliki penghasilan sendiri. Terus, gimana? Travelingnya tunggu udah kerja atau tunggu diajak orang tua gitu? Tenang, Kalian bisa mensiasatinya kok dengan meminimalisir pengeluran yang paling besar saat traveling, salah satunya adalah dengan mencari tiket murah. Selain akomodasi atau hotel, salah satu pengeluaran terbesar saat kita traveling ada di tiket pesawat (ranseltravel.com). Namun, perlu strategi untuk mendapatkan tiket pesawat murah yang nantinya cukup membantu mengurangi pengeluaran kita loh. Berikut ini 10 rahasia yang dapat membantumu mendapatkan harga tiket murah, yuk di simak 🙂

1. Pastikan Kamu Memiliki Koneksi Internet

27042016 12

Kini apapun dapat kita lihat di internet. Internet dapat memudahkan kita untuk memantau harga tiket dimanapun kapanpun. Bahkan ada quotes yang mengatakan bahwa I don’t need a stable relationship, I just need a stable internet connection. Hahah. Hal tersebut menunjukkan bahwa internet kini sudah sangat penting. Adanya wifi atau internet dapat menjadikan kita dapat mencari informasi sebanyak-banyaknya termasuk harga tiket murah. Aku selama ini sangat merasakan manfaat adanya internet dalam membantuku mencari tiket yang murah. Sudah hampir 3 tahun belakangan aku tidak pernah lagi ke offline tour and travel untuk membeli atau sekedar mencari tiket dengan harga terbaik. Aku merasa dengan internet aku dapat mencari tiket dengan harga yang lebih murah kapanpun dimanapun. Sebagai anak kuliahan (dulu) dengan koneksi internet yang lumayan di lingkungan UI, pergi ke Margonda untuk membeli tiket agak menyita waktu. Aseeeek :p

 

2. Tidak Memesan Tiket pada Waktu Dekat

27042016 17

Usakahakan untuk menghindari pemesanan tiket dekat dengan hari H atau baru membeli tiket saat udah di bandara hmm (kecuali memang kamu punya rencana dadakan ya, itu lain cerita hhe). Apalagi saat itu merupakan peak season atau saat musim lebaran misalnya. Wow, harga tiket gak perlu ditanya lagi. Jika memang liburanmu bukan yang secara dadakan, usahakan mencari tiket jauh-jauh hari ya. Tiket yang murah bisa kita dapatkan bisanya 2-6 bulan sebelumnya. Promo tiket dari AirAsia atau TigerAir misalnya, biasanya mereka memberikan promo untuk penerbangan minimal 3-12 bulan dihitung dari tanggal promo itu diberikan.

Eits, tapi tidak menutup kemungkinan juga sih akan ada tiket murah menjelang hari H. Seperti aku yang akhir-akhir ini sering banget membeli tiket rute Jakarta – Balikpapan atau sebaliknya di H-2 atau H-1 keberangkatan. Jika diamati, pembelian tiket untuk rute tersebut kayaknya sama aja kalau aku beli sebulan atau menjelang hari H. Bahkan beberapa kali aku mendapatkan harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan memesan sebulan sebelumnya , saat itu sedang peak season loh. Tapi hal ini kayaknya gak berlaku untuk banyak rute di Indonesia, yang jika mendekati peak season harga tiket bisa melambung tinggi.

Usahakan juga mencari tiket pada weekdays, karena pada weekdays harga cenderung lebih murah jika kalian mencarinya saat weekend, hmm mungkin dengan asumsi saat weekdays umumnya orang sibuk kerja dan ga sempat untuk iseng berburu tiket murah. Berbeda jika weekend, banyak orang yang memiliki waktu luang sehingga peluang untuk mencari tiket murah lebih banyak.

3. Selalu Pantau Promo Tiket

27042016 22

Image by Piretes.wikia.com

Yap! Selalu pantau promo tiket. Beberapa temanku selalu bertanya, “Kok kamu bisa tau sih kalau ada promo tiket ini dan itu?” Ya, salah satu rahasianya harus rajin pantau harga dan promo tiket. Jangan lupa untuk follow media sosial beberapa maskapai yang memang sering memberikan promo tiket gila-gilaan. Misalnya Free Seat dari AirAsia, Beli Pergi Pulangnya Dibayarin dari TigerAir, dan masih banyak lagi yang lainnya. Aku juga biasanya berlangganan newsletter dari mereka. Jadi, gak semuanya newsletter nyebelin karena nyampah kok hha. Biasanya dengan berlangganan newsletter dan memantau media sosial mereka, aku menjadi lebih tahu lebih dulu ketika memang akan ada promo besar-besaran. Seperti AirAsia dan TigerAir misalnya bahkan aku memilih pilihan adanya notifikasi di akun facebook  jika mereka posting sesuatu loh. Saking gak mau ketinggalannya hhe 🙂 Ohya karena selalu memantau promo tiket ini, pernah loh aku dapet tiket dengan harga murah banget. Misalnya saat ke JKT-KUALA LUMPUR dapet harga Rp 300.000,- PP (Gilak ini udah ngalahin tiket pulang ke Balikpapan), JKT-SINGAPORE PP Rp 500.000,- (Banyak yang lebih rendah dari harga ini lagi loh), JKT-KL Oneway Rp 150.000,-. Ohya, selain itu banyak lagi harga tiket yang aku lihat kebeberapa tujuan dan lebih parah murahnya, tapi tetep ga beli karena terhambat oleh tanggal yang gak cocok.

27042016 1

Notifikasi yang aku atur agar ON di akun Facebook AirAisia

4. Cek Harga Tiket di Mesin Pencari Tiket

Dengan adanya teknologi kita sekarang sangat dibantu banget loh untuk mencari tiket dengan harga terbaik. Salah satunya yaitu menggunakan web pencari tiket (kok istilahnya rada aneh ya). Yap, ada beberapa web pencari tiket yang aku tahu. Menurutku mereka ini ibarat seperti Google khusus mencari tiket dengan harga terbaik hhe. Pertama yang aku tahu adalah Skyscanner. Mungkin diantara kalian banyak yang udah tahu Skyscanner itu apa, tapi ternyata banyak juga yang masih asing dengan web ini loh. Beberapa temanku yang kusarankan menggunakan Skyscanner untuk mencari tiket murah bahkan katanya belum familiar dengan web tersebut. Selain Skyscanner, beberapa web yang belakangan aku tahu sejenis dengan Skyscanner adalah Kayak.com,  Momondo.com, Google Flights, dan Hipmunk. Prinsip web tersebut adalah membandingkan harga tiket dari beberapa web penjual tiket yang selama ini juga terkenal memberikan harga tiket yang terbaik (Seperti Via.com, Expedia, GotoGate, Mytrip, Tiket.com, bahkan situs dari maskapai penerbangan itu sendiri).

Selain itu, Skyscanner memudahkan kita yang fleksibel dengan rute dan waktu keberangkatan untuk mencari rute dengan harga termurah looh. Ini sangat memudahkan saya banget saat menjadi mahasiswa dulu yang waktunya fleksibel LOL. Ohya, gegara mencari tiket di situs pencari tiket ini aku pernah loh mendapatkan tiket promo Garuda Indonesia dengan rute Balikpapan – Jakarta cuma 400 ribu. Jarang-jarang kan bisa naik Garuda dengan harga segitu (nasib mahasiswa). Bahkan saat aku tanyakan harga ini ke counter resmi Garuda Indonesia yang kebetulan deket dengan rumah, mereka bilang gak ada harga tiket segitu, mungkin itu hanya dijual online saja. Hah! Lumayan, bungkus!

27042016 13

Kemudahan yang dimiliki oleh Skyscanner

5. Join di Grup Backpacker atau Traveling

Selain berlangganan newsletter, join dengan grup backpcker di sosial media sangat membantu untuk mengetahui beberapa promo tiket yang bahkan gak di pos di manapun loh. Selain itu, bergabung dengan grup sejenis juga dapat memperkaya pengetahuan kalian mengenai dunia backpacker/traveling. Gak jarang juga mereka membagikan tips agar mendapatkan tiket murah. Kalian mungkin bisa bergabung di forum Kaskus Travellers, BackpackerIndonesia.com, dan grup facebook Backpacker Dunia.

 

6. Saat Kamu Mengetahui Besok Akan Ada Promo Tiket Besar-besaran, Bersiaplah untuk WAR!

 

27042016 15

Image by randomwalpapers.net

Kalau di UI pasti pernah ikutan SIAK WAR, yaitu saat dimana kalian akan berebut matakuliah pada hari dan jam dimana pembukaan mata kuliah dimulai. Yap, begitu juga dengan promo tiket. Biasanya, maskapai yang akan mengadakan promo besar-besaran akan mengumumkan 1-2 hari sebelum promo dimulai. Jadi, bersiaplah sebelum pukul 00.00 pada hari H. Biasanya WAR akan ditandai dengan web maskapai yang mulai down haha atau loading yang lama. Sering juga pada tahap pembayaran yang susah banget 😦 Saya sering banget mengalami hal tersebut kalau ikutan WAR di hari H, haha. Kadang semaleman ga tidur nungguin loading yang lama atau pembayaran yang gagal. Huffft. Ada harga ada rupa kan yaaa. Namanya juga tiket promo, kalo gak mau ribet ya beli aja tiket dengan harga normal. Namun, setelah dapat tiket dengan harga yang termurah, sumpah leganya bukan main. Bener-bener kayak menang WAR sesungguhnya!

7. Jangan Memilih Tanggal pada Saat Weekend atau Libur Panjang

Portrait of a young blonde woman sitting in a chair by a window with a laptop on her lap

Image by © Tabor Gus/Corbis

Aku seringkali melihat komentar-komentar di media sosial AirAsia yang menanyakan mengapa saat AirAsia sedang promo Free Seat mereka tidak pernah mendapatkan harga murah seperti yang dikatakan oleh AirAsia? Lalu, saya melihat balasan dari pihak AirAsia bahwa ia disarankan untuk menghindari tanggal-tanggal weekend dan libur panjang. Apalagi bagi kalian yang kalah WAR, jangan harap dapat penerbangan weekend atau pada libur panjang ya. Bisa disimpulkan bahwa semua orang pasti mengincar weekend dan libur panjang sehingga jika kita kurang cepat pasti tiket pada tanggal tersebut habis terjual (:

8. Pilih Rute Terbaik. Transit or Direct?

27042016 16

Image by Google

Apa maksudnya pilih rute terbaik? Yap, terkadang rute yag transit bisa jauh lebih murah dengan rute yang langsung loh. Contohnya pemilihan rute langsung Jakarta ke Paris akan lebih mahal dibandingkan dengan Jakarta – Kuala Lumpur – Paris. Memang entah mengapa, penerbangan yang start from Kuala Lumpur atau Singapore seringkali lebih murah dibandingkan jika kita memilih langsung penerbangan dari Jakarta. Seringkali juga terdapat promo-promo tiket yang keberangkatannya start from Malaysia atau Singapore. Jadi, kalau cari tiket jangan cuma cari keberangkatan dari Jakarta ya, coba lihat penerbangan yang mulai dari Malaysia atau Singapore. Contoh harga yang gila-gilaan dari kedua negara tersebut kalian bisa lihat di poin 5 yaa, yang kalau dibandingkan dengan keberangkatan dari Jakarta jauh banget bedanya loh 😦

Bagi kalian yang ada di daerah, seperti saya dan merasa penerbangan ke Malaysia atau Singapore mahal, ohh jangan sedih. Semenjak ada AirAsia yang melayani penerbangan direct ke Kuala Lumpur dari beberapa daerah di Indonesia menjadikan liburan ke luar negeri bukan lagi sekedar mimpi hhe. Bahkan terkadang harga yang ditawarkan jauh lebih murah jika mengambil penerbangan langsung ke Kuala Lumpur daripada harus pergi ke Jakarta dulu loooh. Well, ini gak di endorse sama AirAsia tapi emang kenyataannya gitu :’)

9. Bergabunglah dengan Frequent Flyer Program

27042016 18

Image by Telegraph.co.uk

Jadi, frequent flyer program adalah program yang diberikan oleh pihak maskapai untuk mempertahankan loyalitas dari konsumen. Apakah berbayar? Program ini bener-bener gratis tis tis! Dengan bergabung program ini kita akan dapat poin atas pembelian yang telah kita lakukan. Contohnya Garuda Indonesia dengan Garuda Miles nya, AirAsia dengan AirAsia BIG, Singapore Airlines dengan KrisFlyer, Cathay Pasific dengan Asia Miles dan masih banyak yang lainnya. Poin yang kita  kumpulkan nantinya dapat ditukarkan dengan tiket gratis atau potongan harga. Nah, lumayan banget kan 🙂

10. Sudah Cari Tiket? Jangan Lupa untuk Hapus Cookies atau History Pencarian yang Telah Dilakukan

27042016 21

Image by Reddit.com

Loh, kok gitu? Yap, beberapa maskapai memasang cookies yang dapat mendeteksi pencarian kalian. Semakin sering melakukan pencarian dengan rute yang sama maka akan terdeteksi bahwa tiket tersebut dibutuhkan dan kemungkinan besar akan dibeli. Maka harga yang tertampil semakin lama semakin naik dari harga sebelumnya. Sering kan merasa, kok semakin lama harganya naik terus yaa? Nah bisa jadi website tersebut mendeteksi pencarian yang kamu lakukan terhadap rute tertentu dan mereka menyimpulkan bahwa kamu sangat membutuhkan tiket dengan rute penerbangan tersebut.

Standard