Tak Berkategori

Pengalaman menginap di Pondok Lestari, Pulau Kadidiri

Kepulauan Togean Maps

Kepulauan Togean

Jika kalian ingin trip hemat di Kepulauan Togean dengan pemandangan penginapan yang tjakepšŸ‘ŒšŸ¼dan lokasinya yang tidak begitu jauh dari Wakai kalian bisa menjatuhkan pilihan pada Pondok Lestari di Pulau Kadidiri! Sebenarnya di Pulau Kadidiri ini terdapat 3 penginapan yang memang beda kelas wkwkwk. Nah diantara ketiga penginapan tersebut yang paling murah adalah Pondok Lestari. Yang termurah bukan berarti ini yang terburuk. Memang diantara dua penginapan disebelahnya Pondok Lestari terlihat paling sederhana, namun aku cukup suka dan nyaman, toh cuma buat tidur saja karena seharian akan sibuk explore Togean. Bungalow di Pondok Lestari juga tidak begitu banyak. Saat kami ke sana hanya aku berlima dengan teman-temanku dengan 1 keluarga bule yang sudah menginap di sana selama 20 hari. Wow.

Pulau Kadidiri Maps

Kalau kalian perbesar lagi peta Kep. Togean kalian akan menemukan ini, Pulau Kadidiri

Processed with VSCO with  preset

Bungalow di Pondok Lestari (ini yang kami tempati), kamar mandi di luar

IMG_8620

Harga menginap di Pondok Lestari mulai dari Rp 150.000,- s/d Rp 175.000,-/orang (kamar mandi luar) dan Rp 200.000,-/orang (kamar mandi dalam). Setiap tempat tidur dilengkapi kelambu yang berguna sebagai pelindung dari nyamuk saat tidur karena memang di belakang penginapan ini hutan jadi nyamuknya lumayan galak hhi. Setiap bungalow view nya langsung ke arah laut dan ada hammock juga buat bersantai. Penjaga penginapannya juga ramah-ramah banget, sangat terasa kekeluargaannya. Bahkan saat kami masih di Ampana pun kami udah dijemput dan disambut oleh Pak Muchtar karena kebetulan beliau kerja di Ampana, beliau ini suami dari penjaga Pondok Lestari. Saat kami pulang pun Pak Muchtar juga sempat mendatangi kami dan mengajak kami ke salah satu pantai di Ampana yang lumayan bagus.

IMG_6109

IMG_8653

Pulau Kadidiri Saat Masih Subuh

Selama di penginapan salah seorang pegawai selalu nyamperin kita satu-satu untuk menawarkan makan. Pegawai yang selalu menyiapkan makanan kami ini murah senyum banget. Makanan malamnya juga selalu enak-enak! Sayangnya kalau pagi kita hanya disuguhkan indomie goreng dan telur ceplok, tapi mengingat harga menginapnya yang murah yaudahlah ya~~ . Kalau malam di sini sepi sunyi peacefull banget, emang cocok buat tempat istirahat.

Ohya satu lagi yang aku suka dengan Pondok Lestari, alat snorkeling yang mereka sewakan cukup nyaman dan gak bocor-bocor. Aku kalau snorkeling sering banget bermasalah sama alat snorkel yang cepat banget kemasukan air atau kacamatanya yang ber-embun tapi yang disewakan di sini nggak. Nyaman banget deh, jadi nggak berasa snorkeling-nya. Alat snorkeling di sini Cuma Rp 25.000,-/hari. Selain itu mereka juga menyewakan perlengkapan lainnya tapi aku tidak ingat. Kalau kalian pengen explore pulau-pulau di Togean di penginapan ini juga menyewakan kapal seharga Rp 800.000,- bisa muat 5-7 orang.

Nah kemudian, mari bahas sedikit tentang 2 resort yang letaknya juga satu pulau dengan Pondok Lestari. Hmm, bahkan letak ketiganya cuma bersebelahan saja, jadi dari Pondok Lestari aku bisa melihat 2 resort tetangga. Dari tetangga terdekat yaitu Black Marlin Dive Resort, diantara ketiganya resort ini yang paling terkenal. Kalau kalian search di Tripadvisor pasti resort ini yang paling pertama muncul dan yang paling banyak reviewnya. Rate resort ini yaitu sekitar Rp 250.000,- sampai Rp 500.000,-/orang. Menurutku diabandingkan ketiganya Black Marlin memiliki desain resort yang lucu dan unik. Kalau aku balik lagi ke Togean aku pengen banget nginep di sini.

Processed with VSCO with  preset

Black Marlin Dive Resort

Black Marlin cukup terkenal di kalangan turis asing jadi jangan heran banyak bule memenuhi resort ini. Nilai plus dari Black Marlin Dive Resort adalah seperti namanya yang mengusung ā€œDiveā€ disini sangat cocok bagi pecinta diving karena mereka punya kelas-kelas diving dan peralatan divingnya lengkap. Ohya bahkan Nadine Chandrawinata kalau ke Togean katanya selalu nginep di sini looh, karna mungkin dia suka diving juga kan yaa. Ohya, kalau malam di sini lumayan rame, kayak ada live music dan party gitu wkwk lumayan kedengeran sih sampe Pondok Lestari. Paginya pas aku jalan-jalan ngelewatin Black Marlin banyak kaleng-kaleng bir bintang. WEW!

Processed with VSCO with  preset

Jetty Kadidiri Paradise Resort and Dive Center

Bergeser lagi ke sebelah kanan Black Marlin ada Kadidiri Paradise Resort and Dive Center, nah resort ini juga cocok untuk pecinta Diving tapi masih ga seheboh Black Marline. Rate di resort mulai dari Rp 265.000- Rp 732.000,- dan harga penginapan mereka bisa berbeda-beda tergantung apakah sedang low season atau high season. Kalau menurutku dibanding Pondok Lestari dan Black Marline, Kadidiri Paradise memiliki lebih banyak jumlah dan pilihan jenis bungalow. Selain itu mereka punya long jetty yang lumayan instagram-able.

Processed with VSCO with  preset

Sea Villa Kadidiri Paradise

Jika kalian memang ingin merasakan penginapan di luar Pulau Kadidiri kalian bisa coba searching di Tripadvisor, di sana lumayan lengkap pilihannya karena memang Togean ini cukup terkenal di dunia Internesyenel šŸ™‚

Catatan Penting :

Advertisements
Standard
Tak Berkategori

Myeongdong dan Cerita Pat Bing Soo Termahal

Setelah dari Gwangjang Market kami akhirnya memutuskan untuk lanjut ke Myeongdong. Biasa cewe pengen hunting-hunting skincare hha (tapi sayangnya saat itu aku belum terlalu ngeh kalau emang skincare Korea bagus, jadi yang saat itu super excited buat belanja adalah Nisa dan Una). Ohya, mau jelasin singkat jadi Myeongdong ini tempat perbelanjaan yang lumayan besar di Korea. Di sana berjejer outlet-outlet skincare Korea dari mulai yang sangat familiar di telinga kita di Indonesia sampai yang gak pernah denger sama sekali. Kalau kalian lewat-lewat pasti banyak deh dikasih-kasih sample sama SPG yang berdiri di depan toko. Ā Selain jejeran outlet merk skincare di sana juga dipenuhi dengan penjaja jajanan khas Korea yang menggugah selera. Banyak juga pedagang kaos kaki lucu-lucu (beneran gemas!)

774019_image2_1

Bagi kalian yang bingung ingin menukar uang kalian ke Won di Myeongdong banyak juga berjejer money changer yang menurutku ratenya lebih bagus dibandingkan tempat lainnya.

Ohya, waktu di Myeongdong kita pengen banget makan Pat Bing Soo. Kata Una di dekat Myeongdong ada yang enak (lupa waktu itu Una nyebut namanya apa). Tapi karena sudah lelah keliling-keliling Myeongdong gak nemu-nemu juga tempat yang Una maksud akhirnya kami nyerah dan tiba-tiba liat mas-mas di depan cafe gitu kayak nawarin menu (gak keliatan harganya) tapi kita liat ada kayak standing banner yang terpampang di situ yang ngasih liat range harga makanannya sekitar 5000 Won-an. Hmm, lumayan murah nih pikir kami. Akhirnya tanpa tanya lebih lanjut kami langsung masuk aja bhakaka. Eh ternyata cafenya ada di atas, pokoknya kita sampai harus naik lift dulu. Hmm pas kita masuk ke dalam dih tempatnya memang agak tidak meyakinkan. Tempatnya agak remang-remang gitu,bagus sih sebenernya interiornya kayak ala-ala eropa gitu tapi ya rada gelap dan pelanggannya di dalam cuma kita! Wk makin deg-degan deh. Pas dia ngasih menu di restoran itu kita kaget banget wk tenyata Pat Bing Soo di sana mahal gewla. Gak ada tuh kita liat harga makanan 5000 Won-an. Wkwkwkw gw, Una, Nisa gak hetin-hentinya ketawa. Ngetawain kebodohan kita sendiri. Bisa-bisanya langsung main masuk-masuk aja tanpa tanya-tanya dulu. Pokoknya harga 1 Pat Bing Soo di sana sekita 13000 Won yang kalau di rupiahin sekitar 150.000-160.000an. WKWKWKWKW Seriusan itu adalah CEMILAN TERMAHAL yang pernah kita makan di Korea. Karena sedih liat harganya (plus hemat) akhirnya 1 Pat Bing Soo gw bagi berdua sama Una. Sedangkan Nisa udah nggak mau karena ngerasa udah banyak banget jajan hari itu.

Selama makan Pat Bing Soo mulut kita sumpah sakit banget karena ga henti-hentinya ketawa. Iya ngetawain diri sendiri. Padahal dompet meringis sih :”) Tapi untung aja Pat Bing Soo nya lumayan enak (ini entah emang beneran enak atau gw enak-enakin aja mengingat harganya warbiasa) dan porsinya juga banyak sih. Gw berdua sama Una aja kenyang banget. Tapi bukannya emang semua porsi Pat Bing Soo emang gede ul? (Terus sedih lagi)

IMG_20160520_184633

IMG_20160520_184643

#MenolakLupa

Beberapa hari kemudian makin sakit hatilah kita pas ke Coex Mall (yaa Mall yang lumayan elit lah di Seol) Una ngeliat Cafe Pat Bing Soo yang lumayan terkenal dan memang punya artis gitu jadi gak perlu diragukan lah ya pasti harganya lebih mahal daripada di pinggiran daaan pas kita nengok liat harganya …. jeng jeng di sana aja harga Pat Bing Soo nya cuma 7000-8000 Won-an. Kitapum langsung ngakak sejadi-jadinya. Ya Allah kemarin berarti kita sudah memakan Pat Bing Soo termahal se-Seoul (bangga).

Standard
Tak Berkategori

Ada Pemandangan yang Tak Biasa di Pelabuhan Semayang Balikpapan

Ada yang tak biasa dengan Pelabuhan Semayang pada hari itu dengan hari-hari sebelumnya. Saat itu gerbang pintu masuk Pelabuhan Semayang terbuka lebar. Setiap orang bebas untuk keluar masuk. Gerombolan pesepeda yang mengenakan baju seragam berwarna biru mulai memasuki gerbang Pelabuhan. Dari luar terlihat tenda menyembul dengan hiasan bendera dari berbagai negara. Pasti itu tenda panggung, pikirku.

14821160217701

Ternyata benar! Ada panggung tinggi yang berdiri menghadap lautan tepat di bibir pelabuhan. Aku dan Niah temanku segera masuk ke dalam Pelabuhan. Ternyata hari itu sedang berlangsung Peringatan Hari Armada RI ke 71 yang diselenggarakan oleh TNI AL Balikpapan dan juga dihadiri oleh Walikota Balikpapan. How lucky we are!

1482128915252

Salah satu rangkaian acaranya adalah lomba perahu hiasĀ yang diikuti oleh kurang lebih 70 perahu nelayan. Sayangnya kami tidak sempat melihat saat perahu hias berlenggak lenggok bagaikan model catwalk di tengah lautan. Tapi aku sempat melihat beberapa perahu yang tersisa.

Aku datang tepat pada sesi speadboat race. Keseruan balap speadboat saat itu sudah mengalahkan ajang F1. Kami sebagai penonton yang berdiri di pinggiran pelabuhan juga dibuat deg-degan.

1482128929304

1482128930940

1482128932836

1482128947025

Semua speadboad berlomba-lomba menjadi yang paling depan, saat mereka melakukan belokan, kami ikut tegang dibuatnya. Takut Speadboat itu jatuh. Salah perhitungan sedikit saja speadboad mereka bisa kehilangan kontrol dan dikuasai ombak. Yup, apa yang kami khawatirkan terjadi juga. Salah satu speadboat ada yang tebalik sehinggaĀ menjatuhkan pengemudi dan seorang rekannya.

kapal-jatuh

1482128939955

Regu Penyelamat Datang

Di saat kami asyik menyaksikan speadboat racing, di panggung juga sibuk membacakan nomor undian peserta yang telah di acak. Tidak main-main hadiahnya mulai dari peralatan rumah tangga, elektronik, hingga hadiah umrah.Setelah itu iringan lagu dangdut yang dibawakan oleh empat biduan sekaligus mulai menggema diikuti oleh jogetan beberapa peserta pesepeda yang menyaksikan di bawah panggung.

1482128981983

Standard
Tak Berkategori

Kebingungan di Banjarbaru

Siang hari itu tiba-tiba Ayu chat, “Ul, ke Banjar yuk!”

“Yuk!”, jawabku singkat. “Tapi disana nginep dimana yu?”

“Tenang, ada temanku yang ngekost disana. Dia mau nampung kita.”

Tanpa banyak pikir, akhirnya kami pergi. Karena sesungguhnya yang dadakan itu selalu jadi. Haha

Perjalanan dari Balikpapan ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan memakan waktu kurang lebih 15 jam. Itu adalah pertama kalinya aku melakukan perjalan jauh di Kalimantan. Paling jauh aku pergi ke Samarinda, 2 jam. Pernah dulu paling jauh pergi ke Kutai Kartanegara, tapi itu akupun sudah lupa kapan karena memang sudah lama sekali. Kami ke Banjarbaru menggunakan bus AC, jangan bandingkan bus AC disini dengan bus AC di Jawa (atau sebenarnya sama aja?). Nyatanya masih ada bau rokok di dalam, di dalam nya juga ada toilet, dan setiap beberapa menit sekali akan ada bau dari toilet menyerbak. Benar-benar tersiksa sepanjang perjalanan. Ohya, ini juga pertama kalinya buat Ayu ke Banjar. Kami berdua benar-benar gak tau jalan, jadi kalau kelewatan atau diculik sama supirnya, hanya Allah yang tahu nasib kami berdua selanjutnya :’)

Kami saat itu juga memilih bus keberangkatan malam, jadi saat diperjalanan kami tidak bisa melihat apa-apa. Tapi memang di luar tidak ada pemandangan yang bagus. Kiri kanan dipenuhi hutan Kalimantan. Saat sampai di tempat peristirahatan,Ā  hmm, lagi-lagi jangan dibandingkan dengan tempat pemberhentian sementara yang berada di Jawa sana (walaupun yang di Jawa juga gak bagus, tapi ini lebih parah dari itu). Toiletnya juga sangat tidak layak menurutku. Lampunya pun masih menggunakan lampu pijar yang setiap satu lampu pijar dibagi ke dua toilet. Jangan tanya bau toiletnya seperti apa huhu šŸ˜¦ Bahkan disalah satu toilet yang awalnya mau aku masuk, masih ada pup orang yang masih mengambang šŸ˜„ Walaupun lampunya remang-remang tapi aku bisa lihat jelas itu. wkwkw. Aku juga yang saat itu sangat lapar tidak nafsu untuk memesan makanan apa-apa yang ada di warung tersebut. Aku hanya memesan 1 kotak ultramilk.

Setelah menempuh perjalanan yang panjang sampailah kami di Banjarbaru, tepatnya di depan Universitas Lambung Mangkurat. Kami sampai pukul 04.00 subuh. Saat itu rencanaya kami akan numpang di kosan teman Ayu yang katanya berada di dekat Unniversitas Lambung Mangkurat. Saat itu benar-benar sepi, kami yang sebenarnya masih mengantuk mencoba menghubungi teman Ayu, beberapa kali kami menelpon, tapi tidak diangkat. Mungkin dia masih tidur. Pikirku dan Ayu. Sampai akhirnya tiba-tiba hujan deras, kami meneduh di halte depan kampus, saat itu benar-benar masih gelap.Teman Ayu belum bisa juga dihubungi. Telepon seperti diangkat tapi tidak ada suara apa-apa. Karena nasib yang gak jelas aku dan Ayu kemudian tertawa kenapa kita senekat ini! Gimana kalau temen Ayu akhirnya tetap tidak bisa dihubungi juga? Bagaimana nasib kita selanjutnya? Ayu mencoba menghubungi temannya yang lain, namun belum ada respon juga karena memang saat itu masih subuh, orang-orang pasti belum bangun. Kalaupun sudah pasti hp nya mati atau di silent karena semalaman di charge. Kami akhirnya duduk pasrah. Hujan semakin deras, kami tidak ada yang membawa payung.

Kami saat itu juga lapar sekali karena belum makan apapun dari semalam. Sekitar jam 6 kalau tidak salah, langit masih gelap mungkin karena hujan, tiba-tiba ada ibu-ibu yang lewat dan dia sepertinya sedang menunggu angkot. Kami tanya dimana penjual makanan terdekat disini. Dia bilang iniĀ  masih terlalu pagi, yang terdekat adalah ke pasar dengan angkot. Kami akhirnya memutuskan untuk ke pasar cari sarapan terlebih dahulu, kami naik angkot yang di dalamnya penuh dengan ibu-ibu yang memang akan ke pasar dan beberapa yang sepertinya pedagang, karena bawaan mereka sangat banyak. Di dalam angkot kami disapa oleh ibu-ibu yang ada di dalam angkot tersebut. Mereka sangat ramah dan menjelaskan kemana kita harus turun jika ingin ke pasar. Saat turun bahkan ada seorang ibu yang mengantarkan kami sampai ke penjual sarapan. Saat itu masih keadaan masih hujan, sehingga kami ikut numpang di payung ibu tersebut. Sampai di penjual sarapan, kami langsung makan dengan kalap. Hehe

Selesai makan, salah seorang teman Ayu ada yang membalas namanya Kak Mia, dia menyuruh kami untuk menumpang dirumahnya dulu sambil tunggu respon dari teman yang di Lambungmangkurat karena dia juga tidak bisa memberikan tumpangan kerena siang harinya ia kan pergi ke luar kota juga. Akhirnya kami kerumahnya dengan angkot lagi. Sampai dirumahnya kami disuguhi gorengan dan teh hangat. Huaaa! itu adalah gorengan dan teh ter enak yang pernah aku makan, saking masih lapernya! Wkwk.

Saat di rumah Kak Mia, teman Ayu yang lain, namanya Adam, chat dan menanyakan Ayu ada dimana. Ayu cerita tentang keadaan kita yang gak jelas di Banjarbaru (LOL). Dia sebenernya pengen banget jemput tapi hari itu benar-benar tidak bisa karena ada urusan, akhirnya Adam menghubungi temannya yang lain. Akhirnya temannya yang bernama Naomi, yang Ayu juga kenal saat di Jambore Nasional menghubungi. Ia bilang akan menjemput kami dan kami bisa istirahat dirumahnya sambil menunggu teman Ayu yang di Lambungmangkurat itu. Nasib kami saat itu benar-benar gak jelas hha!

Ohya karena hari itu weekend, aku lupa sabtu atau minggu, Naomi harus ke gereja dulu, jadi baru bisa bertemu kami sekitar pukul jam 11.00. Kami akhirnya mandi dulu dirumah Kak Mia. Pukul 10.30 kami ke tempat dimana Naomi akan menjemput kami. Saat itu teman Ayu yang di Lambungmangkurat itu belum bisa dihubungi (HHA!)

… dan akhirnya kami bertemulah dengan Naomi dan kakaknya. Saat itu kami begitu amaze dengan mobil yang dibawa Kakak Naomi, benar-benar klasik hhi. Mobilnya BMW model lama yang biasanya dipakai buat foto-foto prewed itu loh hhe. Bener-bener lucu hhi. Akhirnya kami gak jadi ngegembel di Banjarbaru siang itu :’) Ohya, sebelum ke rumah Naomi, Naomi dan Kakaknya meneraktir kami sarapan lagi bubur ayam. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

Jeff-Rasley

Lalu bagaimana selanjutnya? Apakah teman Ayu yang di Lambung Mangkurat akan menjemput? Tunggu cerita selanjutnta yaa šŸ˜€

Note:

Thanks to Kak Mia, Adam, dan Naomi yang udah nyelamatin kita sehingga akhirnya kita ga jadi gembel baru di Banjarbaru hha.

Standard
Tak Berkategori

Sciences Po

paris-sciences-po

Keinginan untuk melanjutkan S2 hingga kini begitu membara. Mimpi itu memang sudah sejak ada saat aku menginjak bangku SMP. Ya, mimpi itu sudah mengendap selama 7,5 tahun di otakku. Aku ingin S2 di Paris kataku saat itu, tepatnya ke Sorbonne. Namun, setelah banyak cari tahu sana sini akhirnya aku tahu bahwa di Sorbonne tidak ada jurusan Komunikasi atau yang relate dengan itu. Kebanyakan jurusan yang berkaitan dengan ekonomi, hukum, dan humaniora.

Setelah cari tahu sana sini akhirnya aku menemukan universitas yang menurutku bagus pada jurusan ilmu komunikasi dan public affairs nya. Yup akhirnya aku menjatuhkan pilihan pada Sciences Po (sebenarnya ada pilihan lain juga sih, sebuah Universitas di Inggris. Nanti akan aku post). Doakan semoga diterima ya.

Ohya enaknya di Sciences Po dibanding kebanyakan universitas di Prancis adalah kita gak harus memiliki sertifikat bahasa Prancis. Cukup dengan TOEFL IBT dengan skor minimal 100 atau dengan IELTS dengan skor 7. Tapi ini gak berlaku untuk semua program ya šŸ™‚ Hanya untuk program berikut :

  1. Paris School of International Affairs (PSIA)
  2. Master in Economic Law
  3. Economic and Business
  4. English track in European Affairs
  5. Master in Communication
  6. Governing the Large Metropolis
  7. Journalism and Economics
  8. Master in Public Policy

Deadline kalau gak salah sampai dengan 15 Maret 2016. Kalau kalian pengen apply tahun ini, buruan yaaa šŸ˜€ Semangat!

Untuk info lebih selanjutnya kalian bisa lihat di Sciencespo.fr/admissions

Berikut beberapa beasiswa yang bisa kalian apply juga jika memiliki keterbatasan biaya untuk kuliah Sciences Po

a.Boutmy Scholarships (non-EU)

b. LPDP

c. Eiffel Scholarship

Semangat mengejar cita-cita!

Standard
Tak Berkategori

Kami Ruang dan Kafe

Mungkin sebulan yang lalu salah saerang teman merekomendasikan kafe ini sebagai tempat yang nyaman untuk belajar dan mengerjakan tugas. Namanya memang unik Kami Ruang & Kafe. Saat teman saya merekomendasikan tempat ini ia hanya bilang “Kami Kafe”, saya langsung search tapi gak dapet satupun informasi mengenai kafe ini. Akhirnya aku langsung ke tkp. Letak cafe ini di depan Mares (Margonda Residence). Ternyata nama kafe ini adalah Kami Ruang & Kafe, mungkin karena aku cuma search Kami Kafe doang kali ya makanya gak ketemu, karena banyak keyword yang serupa dan lebih populer. Hehe maklumlah kafe ini baru kata temanku.

Dari luar memang tidak kafe ini terlihat kecil dan menurutku kurang keliatan kalau ini adalah sebuah kafe. Tidak ada papan nama yang besar di depannya. Hmm, ada sih nama kafenya di depan kacanya tapi menurutku kurang keliatan kalau orang gak bener-bener merhatiin. Aku dan temanku akhirnya masuk. Saat masuk kami disambut oleh seorang waitress yang bertugas sebagai kasir juga. “Selamat datang.” sambutnya ramah saat kami membuka pintu untuk masuk. Kesan saat pertama kali masuk adalah sempit. Yap! memang tidak terlalu luas untuk lantai pertama ini. Hanya terlihat ada satu meja dengan ukuran sedang dan kursi. Di lantai satu ini juga terdapat dapur dengan kaca kecil jadi kurang jelas kalau mau liat ke dalam dapur dan terdapat meja kasir.

Ada 3 lantai di kafe ini, aku dan temanku memutuskan untuk di lantai 2 saja. Tempatnya didominasi warna putih menampilkan kesan clean dan minimalis. Di beberapa tempat duduk juga disediakan bantal duduk jadi lumayan buat senderan pas punggung yang sakit karena berjam-jam mantengin laptop. Kami memutuskan duduk di pojokan karena saat itu kafe sedang lumayan ramai. Tapi rata-rata yang kesini memang sedang lagi mengerjakan tugas jadi suasananya hening hhe.

Aku lupa saat itu memesan apa hhe. Pokoknya berdua harus membayar 150 ribu untuk 2 minuman (pokoknya minuman coklat gitu), french fries, dan kemudian kami memesan lagi paket mix snack yang isinya union rings, chicken wings, french fries. Aku lumayan suka dengan mix snack nya, semuanya enak. Tapi aku paling gak suka sama minumannya, baik yang aku ataupun yang Dini pesen. Sumpah rasanya mirip banget kayak Pop Ice coklat šŸ˜¦ Pokoknya kayak minuman coklat yang di blender sama es batu gitu hhu, padahal harganya lumayan šŸ˜„

Hmm, disamping makanannya yang menurutku biasa aja dan pajaknya yang mahal menurutku, disini WiFi nya kenceng banget, no ilang-ilangan atau lelet, tempatnya juga lumayan pewe sih buat belajar. Pas aku datang saat itu juga lagi hujan deres dan playlistnya bagus-bagus jadi suasananya jadi enak banget hhe.

Oh ya hal lain yang bikin aku suka banget disini adalah karyawannya ramah-ramah šŸ™‚ Mbanya mau disuruh bolak balik saat gue minta tolong ini dan itu. Pokoknya senyum mulu deh. Bahkan pas aku dan temanku lagi sibuk ngerjain tugas dia tiba-tiba nawarin kalo dia punya colokan T jadi kalau butuh tinggal bilang aja ke dia. Yang kayak gini nih yang akhirnya ngebuat pelanggannya lupa kalau makan atau minum disini gak worth it banget sama harganya hha.

Beberapa spot di kafe ini juga instagramable banget hha jadi lucu buat foto-foto šŸ™‚ Tapi sayang pas aku datang saat itu aku (lagi-lagi) dikejar deadline hhe. Jadi gak sempet foto makanan, makanan , atau bentuk kafenya šŸ˜¦ Next time aku harus ke sini lagi deh hhe buat update post ini.

*Sekitar jam 10an, pas kafe kayaknya persiapan mau tutup aku masih sibuk dan deg-degan buat nyelesaiin tugasku jadi gak peduli amat sama kafe yang mau tutup wkwk, eh tiba-tiba playlistnya malah “Selamat Tidur”. Rontoklah segala semangat yang berkobar malam itu hha*

Standard
Tak Berkategori

Mengutuk Hidup Deadliner (2)

Setelah drama ketinggalan kereta berakhir aku pada akhirnya bisa nyenyak tidur di kereta. Jantungku kembali normal. Untuk sementara …

 

Seperti yang telah ditulis sebelumnya bahwa aku tanggal 15 Desember 2015 akan mengikuti konferensi di Surabaya dan tanggal 16 Desember jam 8 pagi aku akan presentasi untuk UAS dan itu kelompok, jadi aku gak mungkin ninggalin. Kesimpulannya bagaimanapun caranya aku harus ada jam 8 pagi di Depok! Konferensi tersebut berlangsung sehari di Surabaya dan berakhir jam 18.00 WIB. Aku akhirnya ambilĀ jadwal keberangkatanĀ malam pukul 20.39 WIB. Menurutku itu akan aman, jadi aku tidak perlu terburu-buru dari Airlangga. Aku punya 2,5 jam pikirku saat itu.

Dari Fakultas Ekonomi Airlangga ke Bandara Juanda memakan waktu 1 jam tapi aku estimasikan jika termasuk dengan macet maka aku butuh 2 jam untuk sampai di Bandara Juanda. Cukup pikirku. Tidak perlu tergesa-gesa.

Pada pukul 17.30 WIB acara konferensi belum ditutup, sebelumnya aku telah mengajak seorang mahasiswa FEB UI untuk ke bandara bersama karena partnerku dan partnernya akan pulang besok. Namun penerbangan dia lebih cepat sejam dariku jadi pada pukul 17.30 WIB dia mengajakku untuk berangkat ke bandara bersama. Namun aku menolak karena aku ingin mengikuti acara sampai selesai. Selain itu, menurutkuĀ kalau berangkat saat itu juga ke Juanda sepertinya terlalu kecepetan, mengingat penerbanganku jam setengah 9 malam. Akhirnya ia cabut dari konferensi tanpa aku. Nah, pukul 18.00 WIB konferensi resmi ditutup, aku mau pesan taksi via GrabTaxi biar lebih murah. Pas ngeliat harganya ternyata biaya untuk sampai ke Juanda by Taksi sekitar 120k lebih, lumayan juga ya jika di bandingkan dengan naik Damri di Jakarta. Haha, nggak bisa dibandingin sih soalnya ini taksi :p

Tapi ternyata, SUSAH BANGET dapet taksi di GrabTaxi, gak seperti di Jakarta memang. Tapi ternyata masih ada tim dari FEB UI sebanyak 3 orang yang jugaĀ memiliki penerbangan malam yaitu pukul 20.55 WIB, Salah seorang dari mereka nawarinĀ ke bandaraĀ dengan mereka aja.Ā Soalnya akan ada mobil yang akan ngantre mereka keĀ bandara.Ā Lumayan bisa saving 120k šŸ™‚ Akhirnya aku ikut dengan mereka karena penerbangan kita juga gak beda jauh. Alhamdulillah rejeki anak sholehah pikirku dalam hati. Kami akhirnya masuk mobil pukul 18.30 WIB. Setelah masuk mobil aku langsung buka laptop dan mulai web check in karena saat itu tiketku belum masuk ke dalam akun Big Point AirAsia, jadi aku mau web checkĀ  in untuk memasukkan tiketku di akun Big Point jadi bisa nambah point deh! Mayan hha (tetep ya oportunis). Salah seorang teman FEB juga mau check in tapi entah kenapa selalu gagal. Lalu, temannya yang satu lagi bilang, “Udah, ntar aja masih lama kok.”

Masih 2 jam lagi pikirku, aman. Kejadian “hampir ketinggalan kereta” tidak mungkin akan terulang.

Tapi, diluar dugaan jalanan Surabaya malam itu lumayan padat jadi agak macet. Nah, saat ditengah jalan aku akhirnya sadar kalau mereka ternyata gak langsung ke bandara dulu šŸ˜¦ MerekaĀ mau balik ke penginapan dulu ngambil barang baru kemudian ke Juanda. Bahkan di tengah jalan menuju penginapan mereka, salah satu dari mereka ngajak makan dulu atau sholat dulu. Dalam hati gue cuma bisa meringis. “Jangan dong plis :(” Aku gak enak juga ngomong, kan aku statusnya cuma numpang disini hmm. Untungnya salah satu dari mereka ada yang bilang, “Gausah deh, ntar aja sekalian, soalnya Aul penerbangannya lebih cepet dari kita.”

Thank you :’))

Dalam hati aku masih optimis, ah, sempet lah!

… waktu menunjukkan 19.00 WIB dan itu masih dalam perjalanan ke penginapan mereka. Jantungku langsung mendeteksi sesuatu dan mulai berdetak kencang lagi. Ah deket lah, paling sejam bisa kekejar. Sekitar jam 7 lewat, aku lupa lewat berapa menit, sampailah di penginapan mereka. Mereka langsung keluar mobil dan ambil koper mereka di kamar masing-masing. Aku mulai sibuk menenangkan diri, pasti sempat kok šŸ™‚

Sekitar jam setengah 8Ā  lewat kalau gasalah akhirnya mobil berangkat menuju bandara. Alhamdulillah yeay! Aku buka Google Maps untuk liat berapa jam dari titik pointku sampai ke Juanda. Ternyata 30 menitan. Jantungku mulai bekerja lebihĀ cepat lagi! OMG. Berarti waktu beneran ngepas banget dong? Huhu. Iya kalau lancar, kalau nggak?

Aku saat itu akhirnya terbagi jadi dua sisi, sisi satunya terus mencoba menenangkan. Tapi sisi lain terus membayangkan gimana kalau ketinggalan pesawat? Duit di ATM udah gak cukup buat beli tiket lagi,Ā  karena aku yakin kalau beli tiket dadakanĀ  pasti harganya selangit (di UI kalau pergi konferensi atau lomba gini sistemnya reimburse, jadi harus pake duit kita dulu, kalau udah ngasih LPJ baru sebulan kemudian diganti (miris)). Gak mungkin juga minta ke orang tua soalnya aku belum ngomong kalau pergi ke Surabaya. Pengen rasanya turun dan mesen taksi. Tapi gak enak lah! gatau diri banget kalau aku ngelakuin itu.

meme-faces-white-background-epic-win-hd-wallpapers

Di tiket tercantum kalau boarding time adalah 19.55 WIB. Ohiya! baru inget kalau 20.39 WIB itu maksudnya pesawatnya terbang, jadi kurang dari 20.39 WIB pintu pesawat pasti udah di tutup šŸ˜¦ Kecuali delay… Sekarang jam di hpku nunjukin udah jam 20.00 WIBĀ itu artinya sekarang udah masuk boarding time.Ā Aku juga gak liat tanda-tanda Juanda udah deket.Ā Kemudian aku liat ada tanda yang nunjukin kalau JuandaĀ 4 KM lagi. Ā Alamak! lagi-lagi jantungku gabisa selow hhu šŸ˜„ Aku pada akhirnya nggak lagi fokus berdoa semoga cepat sampai tapi dalam hati berdoa SEMOGA PESAWAT DELAY! untuk pertama kalinya aku berharap pesawat AirAsia malam ini delay. Tapi setahuku AirAsia selalu tepat waktu. Andai aku beli tiket Lion Air … (pikiran mulai kemana-mana) Aku sudah gak fokus mereka di mobil ngebicarain apa, mataku cuma fokus ke jam saat itu.

Lalu aku tanya, “AirAsia di terminal mana ya?” Salah satu dari mereka bilang kalau AirAsia di terminal 2. Dan kata bapak supirnya terminal 2 kepisah jauh sama terminal 1 (terminal tempat mereka berangkat). Aku dengan perasaan sumpah gak enak banget bilang, “Hmm, bisa ke terminal 2 dulu gak? Soalnya pesawat gue udah masuk boarding time.” Mereka akhirnya mengiyakan, sumpah aku gak enak banget. Bener-bener gak tau kalau terminalku itu beda sama mereka, dan gak tau kalau terminal 2 jauh. Kalau dari awal aku tau aku pasti lebih milih naik taksi. Serius. (Maafin ya)

Ternyata terminal 2 emang jauh binggo! Kendaraan juga lumayan padat jadi gabisa ngebut. Mereka tetap asik ngobrol, sesekali aku ikutan ngobrol biar gak keliatan panik-panik amat (padahalĀ badan udah lemes, pasrah)

Akhirnya aku sampai di terminal 2. Waktu sudah menunjukkan pukul 20.18 WIB !Ā Aku langsung turun, bilang makasih banget sama mereka dan ngucapin hati-hati buat mereka. Mereka juga ngucapin hal yang sama. Aku saat itu bawa satu tas backpack yang entahĀ kenapa terasa berat banget, satu tas selempang dan goodie bag dari konferensi.Ā Tas sama goodie bag udah gak karuan posisinya di tangan gue. Panik parah.Ā Sempat gak ya? Masa harus nginep di Juanda buat nunggu penerbangan besok subuh? Ngomong ke mama buat minta duit tiket gimana? Gimana kalau telat buat presentasi jam 8? Bandara Soetta-Depok kan lumayan jauh, apalagi kalau pagi. MACET hiks.

GueĀ mulai memikirkan kata-kata indah juga buat temen sekelompok yang akan presentasi sama aku besok, biar mereka mau maafin kalau seandainya aku telat datang. (Aku juga gak mungkin gak ikutan presentasi, karena ini untuk nilai UAS, apalagi mengingat nilai UTSku jelek banget kemaren jadi harus dibantu pakai UAS) Yaampun bener-bener complicated!

Pas ngelewatin petugas aku cuma ngasih liat sms tiket seadanya. Pas ngelewatinĀ scanning badan dan barang, tas dan goodie bagĀ langsung aku lempar ke dalem scanner kayak lagi main bowling (biasanya aku kalau masukin barang ke scanner paling hati-hati) udah bodo amat! Setelah itu aku langsung lari ke meja check in.

“Mba, AirAsia ke Jakarta masih belum berangkat kan?” tanyaku dengan nafas ngos-ngosan dan muka udah amburegul bahrelway bahrelway. “Yah, ke Jakarta udah gabisa masuk, Mba”

Ya Allah…. Lemes… Gimana ngomong buat minta duit lagi ke ortu? Apakabar presentasi besok?

“Mba plis mba, boleh dong mbaaa” jawabku dengan nada ngemis-ngemis hhu, “Aku udah web check in kok mba.” (baru inget)

“Oh, udah web check in? Coba liat KTPnya sini cepet mba.” Tanpa ba bi bu lagi aku langsung kasih KTPnya. Tangan udah gemeteran betewe.

“Pesawat masih ada, ini tiketnya, cepet mba, naik ke atas, masuk ke Gate 3, paling ujung ya mba. Cepet mbaaaa!”

Waktu udah nunjukin pukul 20.30Ā  WIB. Kaki bener-bener berat buat naikin kaki ke eskalator satu-satu. Apalagi aku pakai rok panjang. Bener-bener serem jatuh. Pas mau nyampe gate 3, yah scanning lagi. Aku langsung lempar semua tasku ke dalam scanner. Mungkin kalau aja itu lagi main bowling, aku udah menang kalik šŸ˜¦ saking kuatnya lemparannya. Hp sama tiket aja hampir ketinggalan gegara buru-burunya. Semua petugas saat itu neriakin “Hayo cepet, sebelum ketinggalan.” Malu abis -_- cuma aku doang yang lari-lari saat itu. Ya Allah maafin Baim šŸ˜¦

Akhirnya… sampai…

Pesawat belum berangkat tapi udah mau siap-siap. Cuma aku yang belum masuk. Setelah aku duduk dengan nafas yang udah pendek-pendek, gak lama kemudian pintu pesawat ditutup. Pesawat siap berangkat. Tepat 20.39 WIB. Aku beneren kayak abis dikejar setan. Jilbab udah ga karuan. Mungkin disebelahku heran ngeliatinnya. Untung yang duduk disampingku semuanya cwe wkwkw :p

Bernafas panjaaaaang. Huft.

Terima Kasih ya Allah ditolong lagi untuk kedua kalinya šŸ˜„

Apa ini juga dampak dari hidup yang selalu jadi deadliner? entahlah.

 

*Alhamdulillah keesokan paginya aku bisa ikutan presentasi, walaupun nyampe di kosan jam 1 subuh šŸ™‚

*Setelah presentasi, Dini (partner konferensi yang masi di Sby) ngeWA dan bilang … 3 orang yang semobil denganku semalam ketinggalan pesawat karena loket chek-in offline keburu tutup …

Sekian.

 

Tulisan ini aku persembahkan buat kalian bertiga. Huhu maafin yaaaa. Kalian udah nyelametin UAS gue. Semoga duit tiket kalian akan dibalikin Allah berlipat-lipat ganda. Huhu maaf, gue kalo tau giniĀ  juga akan naik taksi tanpa pikir panjang šŸ˜¦

54483337

 

 

 

 

 

Standard