Posted in Tak Berkategori

Ke Labuan Bajo, Backpacker atau Travel ?

Tanggal 17 May lalu aku dan 3 orang teman kampusku di FISIP UI memutuskan untuk pergi ke Labuan Bajo dan beberapa teman kami banyak yang bertanya-tanya mengenai budget untuk pergi ke sana. Backpacker atau Travel? Kalau travel pakai travel apa? Hehe daripada jawab satu-satu mending aku jabarkan aja ya di blog ini.

Nah kemarin kami bertiga menggunakan travel Bayu Buana untuk ke Labuan Bajo dan Waerebo jadi kami tinggal tunggu beresnya aja dari mulai transportasi, akomodasi, dan makan selama di sana.

DSCF5041.JPG

  1. Transportasi
  • Penerbangan : karena aku start dari Balikpapan jadi aku harus ambil penerbangan ke Jakarta dulu. Waktu itu aku pakai Lion Air karena itu adalah penerbangan yang paling pagi untuk ke Jakarta yaitu pukul 06:00 WITA. Sampai pukul 07:00 WIB, ambil bagasi dan pindah ke Terminal 3 Soetta untuk penerbangan selanjutnya ke Labuan Bajo. Nah, di sini kami mengambil penerbangan Garuda Indonesia karena itu yang satu-satunya direct ke Labuan Bajo tanpa transit dulu di Bali. Pesawat GA yang kami gunakan adalah GA Explore jadi kayak pesawat perintis versinya Garuda. Perjalanan CGK – LBJ kami tempuh selama kurang lebih 2,5 jam. Nah enaknya Garuda ya selama di pesawat smooth banget gak kerasa kalau itu adalah pesawat kecil. Kalau kata Nja sih “Ini pesawat rasa bus” Hhe. Untuk harga pesawat direct pastinya lebih mahal dibandingkan kalian mengambil pesawat transit. Kisaran tiket pesawat Garuda untuk CGK-LBJ di harga normal itu sekitar 3,5 – 4 jutaan PP. Tapi kalau lagi promo kalian bisa loh dapat setengah dari itu. Contohnya kalau Garuda lagi ngadain Garuda Travel Fair, di sana kalau kalian beruntung bisa dapet tiket ke LBJ seharga 900rb-an. Nah untuk yang transit penerbangan ke LBJ bisa pakai NAM Air atau Wings Air dengan harga yang pastinya lebih murah mungkin sekitar 1-1,5 juta oneway (hmm, mahal juga sih jatuhnya).
  • Transportasi lokal : Di Labuan Bajo setau saya jarang sekali ada angkutan umum apalagi kalau penginapan kalian agak jauh dari pusat kota. Maka takkan kalian lihat satupun angkot hilir mudik. Jadi, alternatif bisa naik ojek (tapi setahuku mahal), sewa motor, atau sewa mobil (nah ini usahakan sama supirnya ya soalnya kontur jalan di sana yang berkelok-kelok, berbukit dan satu arah). Apalagi kalau kalian mau ke Waerebo dari Labuan Bajo ke sana sangatlah jauh. Kami saat itu berangkat sekitar jam 8 pagi dan baru sampai di titik awal pendakian menuju Desa Waerebo itu sore sekitar jam 4-an. Dan jalannya luar biasa berkelok-kelok dan rusak di beberapa titik. Kata teman yang kami temui di Waerebo yang pergi tanpa travel ke sana untuk penyewaan mobil dan supirnya dari Labuan Bajo ke Waerebo seharga 1 juta rupiah exclude guide ya jadi di sana bayr guide lagi. MAHAL? tapi sungguh sungguh yang kalian dapatkan lebih-lebih dari itu.
  • Kapal : ini part yang penting banget kalau kalian emang mau explore keindahan Labuan Bajo seutuhnya (duileh). Untuk penyewaan kapal kalau kalian gak pke tour biasanya biayanya 1,5-2 jutaan untuk oneday trip tergantung jenis dan besar kapalnya. Itu sudah termasuk makan siang loh. Nah untuk yang pengen sailing on board (kayak nginep di atas kapal gitu) aku kurang tau ya. Keliatannya sih seru banget soalnya kapalnya kalau aku lihat kayak kapal-kapal pinisi gitu. Duh! Tapi buat kalian yang mabok laut sangat tidak disarankan. Ohya harga kapal ini bisa sharing ya jadi kalau kalian backpack bareng 5 orang temen 1,5 juta bisa di share tuh kan lumayan. Makin banyak yang sharing sama kalian makin murah  🙂

    DSCF5272
    Di Atas Kapal

2. Akomodasi

Untuk akomodasi selama di Labuan Bajo kami menginap di Luwansa Beach Hotel and Resort. Rate di sana semalam untuk kamar superior adalah 650 – 750 ribuan tapi kalau kalian cek di traveloka atau sejenisnya pasti deh dapetnya sekitar 1 jutaan hhi (nah inilah positifnya klo pesennya udh include travel). Hotel ini merupakan hotel bintang 4, kebanyakan orang-orang dari kementrian yang sedang rapat atau kerja pasti nginep di sana (duhhh enak bener yah). Saat kami menginap di sana kami bertemu dengan rombongan dari Kementrian Pariwisata. Bahkan saat bertemu kami mereka nanya, “Mba, dari kementrian mana?” (dalam hati aminin ajadeh hhe). Overall, Luwansa bagus banget di belakang resortnya itu pantai dan restaurantnya menghadap ke pantai. Di dalam kamar disediakan berbagai macam handuk (huh tau gitu gausah bawa handuk hha), perlengkapan mandi, kamar mandi yang lumayan luas duh nih. Ya menurutku hotel ini lumayan cocok buat yang mau honeymoon #eh. Tapi dari segi pelayanan hmm di front office rada buruk sih kayak mereka masih kurang di training gitu. Kalau ditanya-tanyain masih sering bingung. Bahkan saat aku tanya kamar temanku yang lain mereka salah ngasih nomor! Padahal aku sudah ketok-ketok kamar yang mereka infokan tapi gada jawaban dan pada akhirnya aku tau kalau temanku bukan di kamar itu rrrr. Dan beberapa mba-mba nya jutek banget entah emang karena dasarnya orang-orang flores gitu jadi kesannya galak tapi sama satpam dan bellboy mereka kok ramah-ramah aja tuh. Pokoknya pelayanannya ga mencerminkan bintang 4 banget deh 😦

Kalau mau cari yang murah di Labuan Bajo banyak guest house murah kok contohnya Le Pirate (duh ini super-super rekomended deh soalnya interiornya lucu banget) harganya mulai dari 450-800 ribu tergantung jenis kamar. Nah kalau teman yang kami temui di Waerebo selama di Bajo mereka nginap di Tree Top. Ratenya 510rban untuk yang view Pelabuhan. Aksesnya katanya gampang deket kemana-mana.

Nah, untuk di Waerebo kami menginap di homestay yang memang sudah disediakan di desa tersebut dan disitu kami akan tidur dengan traveler lainnya. Biasanya 1 rumah itu bisa menampung hingga 20an orang. Nah, di sana kami meskipun cuma sehari tapi langsung udah akrab banget sama traveler lainnya, saling bertukar cerita dan pengalaman mereka traveling ke tempat lain. Di sana juga kami bertemu dengan rombongan dari Kementrian Pendidikan yang mereka lagi liburan sekaligus survey untuk program mereka berikutnya (duh naq ngets yha kerja sambil liburan yang dibayarin). Nah untuk masuk desa ini kalian harus bayar itu sudah include guide, homestay dan makan biasanya tapi aku kurang tau sih bayar berapa karena udah include semua sama paketan tour. Tapi kalau nanti dapat info dari temen aku bakalan update lagi 🙂

DSCF5740.JPG
Salah satu dari 8 rumah itu adalah tempat kami tidur 🙂

3. Makan

Nah untuk makan sudah aku bahas ya di atas kalau beberapa udah termasuk sama paketan gitu seperti saat di kapal, di Waerebo, dan di hotel (ini biasanya cover sarapan doang). Nah, klo kami itu udah termasuk di paketan Bayu Buana. Semuanya di cover kecuali di hari pertama kedatangan. Nah, untuk di hari pertama kami makan di rumah makan Bali gitu tapi menyediakan menu macam-macam. View di restaurant ini huaaa bagus banget! jadi ngadep langsung ke dermaga gitu jadi kita akan disajikan jejran kapal dan bukit-bukit di tengah lautan gitu. Untuk harga lumayan mahal sih emang, untuk makanan berat rata-rata 50 ribuan. Nah kalau malam selama di Bajo kami makan Seafood di Kampung Ujung. Di sana bejejer berbagai macam seafood seperti Kerapu, Cumi, Kakap Merah, Udang, Kepiting yang bisa kita pilih sendiri dan bisa request mau diolah seperti apa. Pokoknya disini bikin ngiler banget deh!

DSCF5048
View dari Restaurant makanan Bali

Bagi yang tanya, makanan khas Labuan Bajo apa? Di sini gak ada makanan khasnya jadi rata-rata makanannya sama aja seperti yang di luar sana. Tapi pemandangan di sana dijamin bikin kamu yang makan nasi sama garem doang pasti langsung kerasa enak!!

Dan hati-hati bagi kalian yang kesini, pasti gak mau pulang dan bapernya berhari-hari wkwkw

DSCF5371
No filter needed! Berasa kayak di zaman Purba :’)

Jadi kesimpulannya ke Labuan Bajo enaknya backpacker atau travel? Itu tergantung kalian masing 🙂 Kalau kalian punya waktu banyak backpacker di sarankan karena pasti kalian bisa explore lebih banyak lagi dengan budget yang minim. Sumpah di sana banyak banget tempat yang bagus! dan menurutku kalau kalian backpacker pasti punya banyak waktu dan kesempatan untuk mengenal dan berinteraksi dengan warga lokal. Orang-orang Bajo dan Flores ramah-ramah loh meskipun suara mereka rada keras hhi. Cuma ya di sini minim-minim nya kamu se-backpacker backpackernya kamu pasti tetap harus keluar duit lebih sih terutama di transportasi kalau makan dan akomodasi kan masih bisa diakalin cari yang murah.

Nah, buat yang punya waktu sempit sangat direkomendasikan pakai paketan travel biar ga ribet meskipun mahal. Tapi sekarang banyak loh paketan tour di luar sana yang menawarkan harga murah yang kalau di itung-itung sama aja kayak backpacker-an bahkan ada paketan yang udah include fotografer duh ini penting banget sih mengingat Labuan Bajo dan Waerebo wajib banget untuk diabadikan :’) Bahkan bidikan kamera pun ga cukup (duh kan aku baper lagi pen balik kesana).

Alternatif lain bagi kalian punya jiwa sosial tinggi bisa ikutan kegiatan volunteer yang diadakan di sana, meskipun biasanya tetap bayar tapi seenggaknya kalian bisa menikmati Labuan bajo dengan harga yang jauh lebih murah tanpa harus nunggu2 ngumpulin teman. Salah satunya adalah kegiatan 1000 Guru yang akan diadakan 28-30 Juli nanti.

DSCF5157
Bukit Cinta. Sunsetnya luar biasa banget di sini!

Selamat menikmati keindahan Labuan Bajo! Aku doain ya semoga kalian juga segera punya kesempatan untuk ke sana 🙂

 

Catatan :

 

 

Posted in Tak Berkategori

Myeongdong dan Cerita Pat Bing Soo Termahal

Setelah dari Gwangjang Market kami akhirnya memutuskan untuk lanjut ke Myeongdong. Biasa cewe pengen hunting-hunting skincare hha (tapi sayangnya saat itu aku belum terlalu ngeh kalau emang skincare Korea bagus, jadi yang saat itu super excited buat belanja adalah Nisa dan Una). Ohya, mau jelasin singkat jadi Myeongdong ini tempat perbelanjaan yang lumayan besar di Korea. Di sana berjejer outlet-outlet skincare Korea dari mulai yang sangat familiar di telinga kita di Indonesia sampai yang gak pernah denger sama sekali. Kalau kalian lewat-lewat pasti banyak deh dikasih-kasih sample sama SPG yang berdiri di depan toko.  Selain jejeran outlet merk skincare di sana juga dipenuhi dengan penjaja jajanan khas Korea yang menggugah selera. Banyak juga pedagang kaos kaki lucu-lucu (beneran gemas!)

774019_image2_1

Bagi kalian yang bingung ingin menukar uang kalian ke Won di Myeongdong banyak juga berjejer money changer yang menurutku ratenya lebih bagus dibandingkan tempat lainnya.

Ohya, waktu di Myeongdong kita pengen banget makan Pat Bing Soo. Kata Una di dekat Myeongdong ada yang enak (lupa waktu itu Una nyebut namanya apa). Tapi karena sudah lelah keliling-keliling Myeongdong gak nemu-nemu juga tempat yang Una maksud akhirnya kami nyerah dan tiba-tiba liat mas-mas di depan cafe gitu kayak nawarin menu (gak keliatan harganya) tapi kita liat ada kayak standing banner yang terpampang di situ yang ngasih liat range harga makanannya sekitar 5000 Won-an. Hmm, lumayan murah nih pikir kami. Akhirnya tanpa tanya lebih lanjut kami langsung masuk aja bhakaka. Eh ternyata cafenya ada di atas, pokoknya kita sampai harus naik lift dulu. Hmm pas kita masuk ke dalam dih tempatnya memang agak tidak meyakinkan. Tempatnya agak remang-remang gitu,bagus sih sebenernya interiornya kayak ala-ala eropa gitu tapi ya rada gelap dan pelanggannya di dalam cuma kita! Wk makin deg-degan deh. Pas dia ngasih menu di restoran itu kita kaget banget wk tenyata Pat Bing Soo di sana mahal gewla. Gak ada tuh kita liat harga makanan 5000 Won-an. Wkwkwkw gw, Una, Nisa gak hetin-hentinya ketawa. Ngetawain kebodohan kita sendiri. Bisa-bisanya langsung main masuk-masuk aja tanpa tanya-tanya dulu. Pokoknya harga 1 Pat Bing Soo di sana sekita 13000 Won yang kalau di rupiahin sekitar 150.000-160.000an. WKWKWKWKW Seriusan itu adalah CEMILAN TERMAHAL yang pernah kita makan di Korea. Karena sedih liat harganya (plus hemat) akhirnya 1 Pat Bing Soo gw bagi berdua sama Una. Sedangkan Nisa udah nggak mau karena ngerasa udah banyak banget jajan hari itu.

Selama makan Pat Bing Soo mulut kita sumpah sakit banget karena ga henti-hentinya ketawa. Iya ngetawain diri sendiri. Padahal dompet meringis sih :”) Tapi untung aja Pat Bing Soo nya lumayan enak (ini entah emang beneran enak atau gw enak-enakin aja mengingat harganya warbiasa) dan porsinya juga banyak sih. Gw berdua sama Una aja kenyang banget. Tapi bukannya emang semua porsi Pat Bing Soo emang gede ul? (Terus sedih lagi)

IMG_20160520_184633

IMG_20160520_184643
#MenolakLupa

Beberapa hari kemudian makin sakit hatilah kita pas ke Coex Mall (yaa Mall yang lumayan elit lah di Seol) Una ngeliat Cafe Pat Bing Soo yang lumayan terkenal dan memang punya artis gitu jadi gak perlu diragukan lah ya pasti harganya lebih mahal daripada di pinggiran daaan pas kita nengok liat harganya …. jeng jeng di sana aja harga Pat Bing Soo nya cuma 7000-8000 Won-an. Kitapum langsung ngakak sejadi-jadinya. Ya Allah kemarin berarti kita sudah memakan Pat Bing Soo termahal se-Seoul (bangga).

Posted in Tak Berkategori

Ada Pemandangan yang Tak Biasa di Pelabuhan Semayang Balikpapan

Ada yang tak biasa dengan Pelabuhan Semayang pada hari itu dengan hari-hari sebelumnya. Saat itu gerbang pintu masuk Pelabuhan Semayang terbuka lebar. Setiap orang bebas untuk keluar masuk. Gerombolan pesepeda yang mengenakan baju seragam berwarna biru mulai memasuki gerbang Pelabuhan. Dari luar terlihat tenda menyembul dengan hiasan bendera dari berbagai negara. Pasti itu tenda panggung, pikirku.

14821160217701

Ternyata benar! Ada panggung tinggi yang berdiri menghadap lautan tepat di bibir pelabuhan. Aku dan Niah temanku segera masuk ke dalam Pelabuhan. Ternyata hari itu sedang berlangsung Peringatan Hari Armada RI ke 71 yang diselenggarakan oleh TNI AL Balikpapan dan juga dihadiri oleh Walikota Balikpapan. How lucky we are!

1482128915252

Salah satu rangkaian acaranya adalah lomba perahu hias yang diikuti oleh kurang lebih 70 perahu nelayan. Sayangnya kami tidak sempat melihat saat perahu hias berlenggak lenggok bagaikan model catwalk di tengah lautan. Tapi aku sempat melihat beberapa perahu yang tersisa.

Aku datang tepat pada sesi speadboat race. Keseruan balap speadboat saat itu sudah mengalahkan ajang F1. Kami sebagai penonton yang berdiri di pinggiran pelabuhan juga dibuat deg-degan.

1482128929304

1482128930940

1482128932836

1482128947025

Semua speadboad berlomba-lomba menjadi yang paling depan, saat mereka melakukan belokan, kami ikut tegang dibuatnya. Takut Speadboat itu jatuh. Salah perhitungan sedikit saja speadboad mereka bisa kehilangan kontrol dan dikuasai ombak. Yup, apa yang kami khawatirkan terjadi juga. Salah satu speadboat ada yang tebalik sehingga menjatuhkan pengemudi dan seorang rekannya.

kapal-jatuh

1482128939955
Regu Penyelamat Datang

Di saat kami asyik menyaksikan speadboat racing, di panggung juga sibuk membacakan nomor undian peserta yang telah di acak. Tidak main-main hadiahnya mulai dari peralatan rumah tangga, elektronik, hingga hadiah umrah.Setelah itu iringan lagu dangdut yang dibawakan oleh empat biduan sekaligus mulai menggema diikuti oleh jogetan beberapa peserta pesepeda yang menyaksikan di bawah panggung.

1482128981983

Posted in Tak Berkategori

Kebingungan di Banjarbaru

Siang hari itu tiba-tiba Ayu chat, “Ul, ke Banjar yuk!”

“Yuk!”, jawabku singkat. “Tapi disana nginep dimana yu?”

“Tenang, ada temanku yang ngekost disana. Dia mau nampung kita.”

Tanpa banyak pikir, akhirnya kami pergi. Karena sesungguhnya yang dadakan itu selalu jadi. Haha

Perjalanan dari Balikpapan ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan memakan waktu kurang lebih 15 jam. Itu adalah pertama kalinya aku melakukan perjalan jauh di Kalimantan. Paling jauh aku pergi ke Samarinda, 2 jam. Pernah dulu paling jauh pergi ke Kutai Kartanegara, tapi itu akupun sudah lupa kapan karena memang sudah lama sekali. Kami ke Banjarbaru menggunakan bus AC, jangan bandingkan bus AC disini dengan bus AC di Jawa (atau sebenarnya sama aja?). Nyatanya masih ada bau rokok di dalam, di dalam nya juga ada toilet, dan setiap beberapa menit sekali akan ada bau dari toilet menyerbak. Benar-benar tersiksa sepanjang perjalanan. Ohya, ini juga pertama kalinya buat Ayu ke Banjar. Kami berdua benar-benar gak tau jalan, jadi kalau kelewatan atau diculik sama supirnya, hanya Allah yang tahu nasib kami berdua selanjutnya :’)

Kami saat itu juga memilih bus keberangkatan malam, jadi saat diperjalanan kami tidak bisa melihat apa-apa. Tapi memang di luar tidak ada pemandangan yang bagus. Kiri kanan dipenuhi hutan Kalimantan. Saat sampai di tempat peristirahatan,  hmm, lagi-lagi jangan dibandingkan dengan tempat pemberhentian sementara yang berada di Jawa sana (walaupun yang di Jawa juga gak bagus, tapi ini lebih parah dari itu). Toiletnya juga sangat tidak layak menurutku. Lampunya pun masih menggunakan lampu pijar yang setiap satu lampu pijar dibagi ke dua toilet. Jangan tanya bau toiletnya seperti apa huhu 😦 Bahkan disalah satu toilet yang awalnya mau aku masuk, masih ada pup orang yang masih mengambang 😥 Walaupun lampunya remang-remang tapi aku bisa lihat jelas itu. wkwkw. Aku juga yang saat itu sangat lapar tidak nafsu untuk memesan makanan apa-apa yang ada di warung tersebut. Aku hanya memesan 1 kotak ultramilk.

Setelah menempuh perjalanan yang panjang sampailah kami di Banjarbaru, tepatnya di depan Universitas Lambung Mangkurat. Kami sampai pukul 04.00 subuh. Saat itu rencanaya kami akan numpang di kosan teman Ayu yang katanya berada di dekat Unniversitas Lambung Mangkurat. Saat itu benar-benar sepi, kami yang sebenarnya masih mengantuk mencoba menghubungi teman Ayu, beberapa kali kami menelpon, tapi tidak diangkat. Mungkin dia masih tidur. Pikirku dan Ayu. Sampai akhirnya tiba-tiba hujan deras, kami meneduh di halte depan kampus, saat itu benar-benar masih gelap.Teman Ayu belum bisa juga dihubungi. Telepon seperti diangkat tapi tidak ada suara apa-apa. Karena nasib yang gak jelas aku dan Ayu kemudian tertawa kenapa kita senekat ini! Gimana kalau temen Ayu akhirnya tetap tidak bisa dihubungi juga? Bagaimana nasib kita selanjutnya? Ayu mencoba menghubungi temannya yang lain, namun belum ada respon juga karena memang saat itu masih subuh, orang-orang pasti belum bangun. Kalaupun sudah pasti hp nya mati atau di silent karena semalaman di charge. Kami akhirnya duduk pasrah. Hujan semakin deras, kami tidak ada yang membawa payung.

Kami saat itu juga lapar sekali karena belum makan apapun dari semalam. Sekitar jam 6 kalau tidak salah, langit masih gelap mungkin karena hujan, tiba-tiba ada ibu-ibu yang lewat dan dia sepertinya sedang menunggu angkot. Kami tanya dimana penjual makanan terdekat disini. Dia bilang ini  masih terlalu pagi, yang terdekat adalah ke pasar dengan angkot. Kami akhirnya memutuskan untuk ke pasar cari sarapan terlebih dahulu, kami naik angkot yang di dalamnya penuh dengan ibu-ibu yang memang akan ke pasar dan beberapa yang sepertinya pedagang, karena bawaan mereka sangat banyak. Di dalam angkot kami disapa oleh ibu-ibu yang ada di dalam angkot tersebut. Mereka sangat ramah dan menjelaskan kemana kita harus turun jika ingin ke pasar. Saat turun bahkan ada seorang ibu yang mengantarkan kami sampai ke penjual sarapan. Saat itu masih keadaan masih hujan, sehingga kami ikut numpang di payung ibu tersebut. Sampai di penjual sarapan, kami langsung makan dengan kalap. Hehe

Selesai makan, salah seorang teman Ayu ada yang membalas namanya Kak Mia, dia menyuruh kami untuk menumpang dirumahnya dulu sambil tunggu respon dari teman yang di Lambungmangkurat karena dia juga tidak bisa memberikan tumpangan kerena siang harinya ia kan pergi ke luar kota juga. Akhirnya kami kerumahnya dengan angkot lagi. Sampai dirumahnya kami disuguhi gorengan dan teh hangat. Huaaa! itu adalah gorengan dan teh ter enak yang pernah aku makan, saking masih lapernya! Wkwk.

Saat di rumah Kak Mia, teman Ayu yang lain, namanya Adam, chat dan menanyakan Ayu ada dimana. Ayu cerita tentang keadaan kita yang gak jelas di Banjarbaru (LOL). Dia sebenernya pengen banget jemput tapi hari itu benar-benar tidak bisa karena ada urusan, akhirnya Adam menghubungi temannya yang lain. Akhirnya temannya yang bernama Naomi, yang Ayu juga kenal saat di Jambore Nasional menghubungi. Ia bilang akan menjemput kami dan kami bisa istirahat dirumahnya sambil menunggu teman Ayu yang di Lambungmangkurat itu. Nasib kami saat itu benar-benar gak jelas hha!

Ohya karena hari itu weekend, aku lupa sabtu atau minggu, Naomi harus ke gereja dulu, jadi baru bisa bertemu kami sekitar pukul jam 11.00. Kami akhirnya mandi dulu dirumah Kak Mia. Pukul 10.30 kami ke tempat dimana Naomi akan menjemput kami. Saat itu teman Ayu yang di Lambungmangkurat itu belum bisa dihubungi (HHA!)

… dan akhirnya kami bertemulah dengan Naomi dan kakaknya. Saat itu kami begitu amaze dengan mobil yang dibawa Kakak Naomi, benar-benar klasik hhi. Mobilnya BMW model lama yang biasanya dipakai buat foto-foto prewed itu loh hhe. Bener-bener lucu hhi. Akhirnya kami gak jadi ngegembel di Banjarbaru siang itu :’) Ohya, sebelum ke rumah Naomi, Naomi dan Kakaknya meneraktir kami sarapan lagi bubur ayam. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

Jeff-Rasley

Lalu bagaimana selanjutnya? Apakah teman Ayu yang di Lambung Mangkurat akan menjemput? Tunggu cerita selanjutnta yaa 😀

Note:

Thanks to Kak Mia, Adam, dan Naomi yang udah nyelamatin kita sehingga akhirnya kita ga jadi gembel baru di Banjarbaru hha.

Posted in Tak Berkategori

Sciences Po

paris-sciences-po

Keinginan untuk melanjutkan S2 hingga kini begitu membara. Mimpi itu memang sudah sejak ada saat aku menginjak bangku SMP. Ya, mimpi itu sudah mengendap selama 7,5 tahun di otakku. Aku ingin S2 di Paris kataku saat itu, tepatnya ke Sorbonne. Namun, setelah banyak cari tahu sana sini akhirnya aku tahu bahwa di Sorbonne tidak ada jurusan Komunikasi atau yang relate dengan itu. Kebanyakan jurusan yang berkaitan dengan ekonomi, hukum, dan humaniora.

Setelah cari tahu sana sini akhirnya aku menemukan universitas yang menurutku bagus pada jurusan ilmu komunikasi dan public affairs nya. Yup akhirnya aku menjatuhkan pilihan pada Sciences Po (sebenarnya ada pilihan lain juga sih, sebuah Universitas di Inggris. Nanti akan aku post). Doakan semoga diterima ya.

Ohya enaknya di Sciences Po dibanding kebanyakan universitas di Prancis adalah kita gak harus memiliki sertifikat bahasa Prancis. Cukup dengan TOEFL IBT dengan skor minimal 100 atau dengan IELTS dengan skor 7. Tapi ini gak berlaku untuk semua program ya 🙂 Hanya untuk program berikut :

  1. Paris School of International Affairs (PSIA)
  2. Master in Economic Law
  3. Economic and Business
  4. English track in European Affairs
  5. Master in Communication
  6. Governing the Large Metropolis
  7. Journalism and Economics
  8. Master in Public Policy

Deadline kalau gak salah sampai dengan 15 Maret 2016. Kalau kalian pengen apply tahun ini, buruan yaaa 😀 Semangat!

Untuk info lebih selanjutnya kalian bisa lihat di Sciencespo.fr/admissions

Berikut beberapa beasiswa yang bisa kalian apply juga jika memiliki keterbatasan biaya untuk kuliah Sciences Po

a.Boutmy Scholarships (non-EU)

b. LPDP

c. Eiffel Scholarship

Semangat mengejar cita-cita!

Posted in Tak Berkategori

Kami Ruang dan Kafe

Mungkin sebulan yang lalu salah saerang teman merekomendasikan kafe ini sebagai tempat yang nyaman untuk belajar dan mengerjakan tugas. Namanya memang unik Kami Ruang & Kafe. Saat teman saya merekomendasikan tempat ini ia hanya bilang “Kami Kafe”, saya langsung search tapi gak dapet satupun informasi mengenai kafe ini. Akhirnya aku langsung ke tkp. Letak cafe ini di depan Mares (Margonda Residence). Ternyata nama kafe ini adalah Kami Ruang & Kafe, mungkin karena aku cuma search Kami Kafe doang kali ya makanya gak ketemu, karena banyak keyword yang serupa dan lebih populer. Hehe maklumlah kafe ini baru kata temanku.

Dari luar memang tidak kafe ini terlihat kecil dan menurutku kurang keliatan kalau ini adalah sebuah kafe. Tidak ada papan nama yang besar di depannya. Hmm, ada sih nama kafenya di depan kacanya tapi menurutku kurang keliatan kalau orang gak bener-bener merhatiin. Aku dan temanku akhirnya masuk. Saat masuk kami disambut oleh seorang waitress yang bertugas sebagai kasir juga. “Selamat datang.” sambutnya ramah saat kami membuka pintu untuk masuk. Kesan saat pertama kali masuk adalah sempit. Yap! memang tidak terlalu luas untuk lantai pertama ini. Hanya terlihat ada satu meja dengan ukuran sedang dan kursi. Di lantai satu ini juga terdapat dapur dengan kaca kecil jadi kurang jelas kalau mau liat ke dalam dapur dan terdapat meja kasir.

Ada 3 lantai di kafe ini, aku dan temanku memutuskan untuk di lantai 2 saja. Tempatnya didominasi warna putih menampilkan kesan clean dan minimalis. Di beberapa tempat duduk juga disediakan bantal duduk jadi lumayan buat senderan pas punggung yang sakit karena berjam-jam mantengin laptop. Kami memutuskan duduk di pojokan karena saat itu kafe sedang lumayan ramai. Tapi rata-rata yang kesini memang sedang lagi mengerjakan tugas jadi suasananya hening hhe.

Aku lupa saat itu memesan apa hhe. Pokoknya berdua harus membayar 150 ribu untuk 2 minuman (pokoknya minuman coklat gitu), french fries, dan kemudian kami memesan lagi paket mix snack yang isinya union rings, chicken wings, french fries. Aku lumayan suka dengan mix snack nya, semuanya enak. Tapi aku paling gak suka sama minumannya, baik yang aku ataupun yang Dini pesen. Sumpah rasanya mirip banget kayak Pop Ice coklat 😦 Pokoknya kayak minuman coklat yang di blender sama es batu gitu hhu, padahal harganya lumayan 😥

Hmm, disamping makanannya yang menurutku biasa aja dan pajaknya yang mahal menurutku, disini WiFi nya kenceng banget, no ilang-ilangan atau lelet, tempatnya juga lumayan pewe sih buat belajar. Pas aku datang saat itu juga lagi hujan deres dan playlistnya bagus-bagus jadi suasananya jadi enak banget hhe.

Oh ya hal lain yang bikin aku suka banget disini adalah karyawannya ramah-ramah 🙂 Mbanya mau disuruh bolak balik saat gue minta tolong ini dan itu. Pokoknya senyum mulu deh. Bahkan pas aku dan temanku lagi sibuk ngerjain tugas dia tiba-tiba nawarin kalo dia punya colokan T jadi kalau butuh tinggal bilang aja ke dia. Yang kayak gini nih yang akhirnya ngebuat pelanggannya lupa kalau makan atau minum disini gak worth it banget sama harganya hha.

Beberapa spot di kafe ini juga instagramable banget hha jadi lucu buat foto-foto 🙂 Tapi sayang pas aku datang saat itu aku (lagi-lagi) dikejar deadline hhe. Jadi gak sempet foto makanan, makanan , atau bentuk kafenya 😦 Next time aku harus ke sini lagi deh hhe buat update post ini.

*Sekitar jam 10an, pas kafe kayaknya persiapan mau tutup aku masih sibuk dan deg-degan buat nyelesaiin tugasku jadi gak peduli amat sama kafe yang mau tutup wkwk, eh tiba-tiba playlistnya malah “Selamat Tidur”. Rontoklah segala semangat yang berkobar malam itu hha*

Posted in Tak Berkategori

Mengutuk Hidup Deadliner (2)

Setelah drama ketinggalan kereta berakhir aku pada akhirnya bisa nyenyak tidur di kereta. Jantungku kembali normal. Untuk sementara …

 

Seperti yang telah ditulis sebelumnya bahwa aku tanggal 15 Desember 2015 akan mengikuti konferensi di Surabaya dan tanggal 16 Desember jam 8 pagi aku akan presentasi untuk UAS dan itu kelompok, jadi aku gak mungkin ninggalin. Kesimpulannya bagaimanapun caranya aku harus ada jam 8 pagi di Depok! Konferensi tersebut berlangsung sehari di Surabaya dan berakhir jam 18.00 WIB. Aku akhirnya ambil jadwal keberangkatan malam pukul 20.39 WIB. Menurutku itu akan aman, jadi aku tidak perlu terburu-buru dari Airlangga. Aku punya 2,5 jam pikirku saat itu.

Dari Fakultas Ekonomi Airlangga ke Bandara Juanda memakan waktu 1 jam tapi aku estimasikan jika termasuk dengan macet maka aku butuh 2 jam untuk sampai di Bandara Juanda. Cukup pikirku. Tidak perlu tergesa-gesa.

Pada pukul 17.30 WIB acara konferensi belum ditutup, sebelumnya aku telah mengajak seorang mahasiswa FEB UI untuk ke bandara bersama karena partnerku dan partnernya akan pulang besok. Namun penerbangan dia lebih cepat sejam dariku jadi pada pukul 17.30 WIB dia mengajakku untuk berangkat ke bandara bersama. Namun aku menolak karena aku ingin mengikuti acara sampai selesai. Selain itu, menurutku kalau berangkat saat itu juga ke Juanda sepertinya terlalu kecepetan, mengingat penerbanganku jam setengah 9 malam. Akhirnya ia cabut dari konferensi tanpa aku. Nah, pukul 18.00 WIB konferensi resmi ditutup, aku mau pesan taksi via GrabTaxi biar lebih murah. Pas ngeliat harganya ternyata biaya untuk sampai ke Juanda by Taksi sekitar 120k lebih, lumayan juga ya jika di bandingkan dengan naik Damri di Jakarta. Haha, nggak bisa dibandingin sih soalnya ini taksi :p

Tapi ternyata, SUSAH BANGET dapet taksi di GrabTaxi, gak seperti di Jakarta memang. Tapi ternyata masih ada tim dari FEB UI sebanyak 3 orang yang juga memiliki penerbangan malam yaitu pukul 20.55 WIB, Salah seorang dari mereka nawarin ke bandara dengan mereka aja. Soalnya akan ada mobil yang akan ngantre mereka ke bandara. Lumayan bisa saving 120k 🙂 Akhirnya aku ikut dengan mereka karena penerbangan kita juga gak beda jauh. Alhamdulillah rejeki anak sholehah pikirku dalam hati. Kami akhirnya masuk mobil pukul 18.30 WIB. Setelah masuk mobil aku langsung buka laptop dan mulai web check in karena saat itu tiketku belum masuk ke dalam akun Big Point AirAsia, jadi aku mau web check  in untuk memasukkan tiketku di akun Big Point jadi bisa nambah point deh! Mayan hha (tetep ya oportunis). Salah seorang teman FEB juga mau check in tapi entah kenapa selalu gagal. Lalu, temannya yang satu lagi bilang, “Udah, ntar aja masih lama kok.”

Masih 2 jam lagi pikirku, aman. Kejadian “hampir ketinggalan kereta” tidak mungkin akan terulang.

Tapi, diluar dugaan jalanan Surabaya malam itu lumayan padat jadi agak macet. Nah, saat ditengah jalan aku akhirnya sadar kalau mereka ternyata gak langsung ke bandara dulu 😦 Mereka mau balik ke penginapan dulu ngambil barang baru kemudian ke Juanda. Bahkan di tengah jalan menuju penginapan mereka, salah satu dari mereka ngajak makan dulu atau sholat dulu. Dalam hati gue cuma bisa meringis. “Jangan dong plis :(” Aku gak enak juga ngomong, kan aku statusnya cuma numpang disini hmm. Untungnya salah satu dari mereka ada yang bilang, “Gausah deh, ntar aja sekalian, soalnya Aul penerbangannya lebih cepet dari kita.”

Thank you :’))

Dalam hati aku masih optimis, ah, sempet lah!

… waktu menunjukkan 19.00 WIB dan itu masih dalam perjalanan ke penginapan mereka. Jantungku langsung mendeteksi sesuatu dan mulai berdetak kencang lagi. Ah deket lah, paling sejam bisa kekejar. Sekitar jam 7 lewat, aku lupa lewat berapa menit, sampailah di penginapan mereka. Mereka langsung keluar mobil dan ambil koper mereka di kamar masing-masing. Aku mulai sibuk menenangkan diri, pasti sempat kok 🙂

Sekitar jam setengah 8  lewat kalau gasalah akhirnya mobil berangkat menuju bandara. Alhamdulillah yeay! Aku buka Google Maps untuk liat berapa jam dari titik pointku sampai ke Juanda. Ternyata 30 menitan. Jantungku mulai bekerja lebih cepat lagi! OMG. Berarti waktu beneran ngepas banget dong? Huhu. Iya kalau lancar, kalau nggak?

Aku saat itu akhirnya terbagi jadi dua sisi, sisi satunya terus mencoba menenangkan. Tapi sisi lain terus membayangkan gimana kalau ketinggalan pesawat? Duit di ATM udah gak cukup buat beli tiket lagi,  karena aku yakin kalau beli tiket dadakan  pasti harganya selangit (di UI kalau pergi konferensi atau lomba gini sistemnya reimburse, jadi harus pake duit kita dulu, kalau udah ngasih LPJ baru sebulan kemudian diganti (miris)). Gak mungkin juga minta ke orang tua soalnya aku belum ngomong kalau pergi ke Surabaya. Pengen rasanya turun dan mesen taksi. Tapi gak enak lah! gatau diri banget kalau aku ngelakuin itu.

meme-faces-white-background-epic-win-hd-wallpapers

Di tiket tercantum kalau boarding time adalah 19.55 WIB. Ohiya! baru inget kalau 20.39 WIB itu maksudnya pesawatnya terbang, jadi kurang dari 20.39 WIB pintu pesawat pasti udah di tutup 😦 Kecuali delay… Sekarang jam di hpku nunjukin udah jam 20.00 WIB itu artinya sekarang udah masuk boarding time. Aku juga gak liat tanda-tanda Juanda udah deket. Kemudian aku liat ada tanda yang nunjukin kalau Juanda 4 KM lagi.  Alamak! lagi-lagi jantungku gabisa selow hhu 😥 Aku pada akhirnya nggak lagi fokus berdoa semoga cepat sampai tapi dalam hati berdoa SEMOGA PESAWAT DELAY! untuk pertama kalinya aku berharap pesawat AirAsia malam ini delay. Tapi setahuku AirAsia selalu tepat waktu. Andai aku beli tiket Lion Air … (pikiran mulai kemana-mana) Aku sudah gak fokus mereka di mobil ngebicarain apa, mataku cuma fokus ke jam saat itu.

Lalu aku tanya, “AirAsia di terminal mana ya?” Salah satu dari mereka bilang kalau AirAsia di terminal 2. Dan kata bapak supirnya terminal 2 kepisah jauh sama terminal 1 (terminal tempat mereka berangkat). Aku dengan perasaan sumpah gak enak banget bilang, “Hmm, bisa ke terminal 2 dulu gak? Soalnya pesawat gue udah masuk boarding time.” Mereka akhirnya mengiyakan, sumpah aku gak enak banget. Bener-bener gak tau kalau terminalku itu beda sama mereka, dan gak tau kalau terminal 2 jauh. Kalau dari awal aku tau aku pasti lebih milih naik taksi. Serius. (Maafin ya)

Ternyata terminal 2 emang jauh binggo! Kendaraan juga lumayan padat jadi gabisa ngebut. Mereka tetap asik ngobrol, sesekali aku ikutan ngobrol biar gak keliatan panik-panik amat (padahal badan udah lemes, pasrah)

Akhirnya aku sampai di terminal 2. Waktu sudah menunjukkan pukul 20.18 WIB ! Aku langsung turun, bilang makasih banget sama mereka dan ngucapin hati-hati buat mereka. Mereka juga ngucapin hal yang sama. Aku saat itu bawa satu tas backpack yang entah kenapa terasa berat banget, satu tas selempang dan goodie bag dari konferensi. Tas sama goodie bag udah gak karuan posisinya di tangan gue. Panik parah. Sempat gak ya? Masa harus nginep di Juanda buat nunggu penerbangan besok subuh? Ngomong ke mama buat minta duit tiket gimana? Gimana kalau telat buat presentasi jam 8? Bandara Soetta-Depok kan lumayan jauh, apalagi kalau pagi. MACET hiks.

Gue mulai memikirkan kata-kata indah juga buat temen sekelompok yang akan presentasi sama aku besok, biar mereka mau maafin kalau seandainya aku telat datang. (Aku juga gak mungkin gak ikutan presentasi, karena ini untuk nilai UAS, apalagi mengingat nilai UTSku jelek banget kemaren jadi harus dibantu pakai UAS) Yaampun bener-bener complicated!

Pas ngelewatin petugas aku cuma ngasih liat sms tiket seadanya. Pas ngelewatin scanning badan dan barang, tas dan goodie bag langsung aku lempar ke dalem scanner kayak lagi main bowling (biasanya aku kalau masukin barang ke scanner paling hati-hati) udah bodo amat! Setelah itu aku langsung lari ke meja check in.

“Mba, AirAsia ke Jakarta masih belum berangkat kan?” tanyaku dengan nafas ngos-ngosan dan muka udah amburegul bahrelway bahrelway. “Yah, ke Jakarta udah gabisa masuk, Mba”

Ya Allah…. Lemes… Gimana ngomong buat minta duit lagi ke ortu? Apakabar presentasi besok?

“Mba plis mba, boleh dong mbaaa” jawabku dengan nada ngemis-ngemis hhu, “Aku udah web check in kok mba.” (baru inget)

“Oh, udah web check in? Coba liat KTPnya sini cepet mba.” Tanpa ba bi bu lagi aku langsung kasih KTPnya. Tangan udah gemeteran betewe.

“Pesawat masih ada, ini tiketnya, cepet mba, naik ke atas, masuk ke Gate 3, paling ujung ya mba. Cepet mbaaaa!”

Waktu udah nunjukin pukul 20.30  WIB. Kaki bener-bener berat buat naikin kaki ke eskalator satu-satu. Apalagi aku pakai rok panjang. Bener-bener serem jatuh. Pas mau nyampe gate 3, yah scanning lagi. Aku langsung lempar semua tasku ke dalam scanner. Mungkin kalau aja itu lagi main bowling, aku udah menang kalik 😦 saking kuatnya lemparannya. Hp sama tiket aja hampir ketinggalan gegara buru-burunya. Semua petugas saat itu neriakin “Hayo cepet, sebelum ketinggalan.” Malu abis -_- cuma aku doang yang lari-lari saat itu. Ya Allah maafin Baim 😦

Akhirnya… sampai…

Pesawat belum berangkat tapi udah mau siap-siap. Cuma aku yang belum masuk. Setelah aku duduk dengan nafas yang udah pendek-pendek, gak lama kemudian pintu pesawat ditutup. Pesawat siap berangkat. Tepat 20.39 WIB. Aku beneren kayak abis dikejar setan. Jilbab udah ga karuan. Mungkin disebelahku heran ngeliatinnya. Untung yang duduk disampingku semuanya cwe wkwkw :p

Bernafas panjaaaaang. Huft.

Terima Kasih ya Allah ditolong lagi untuk kedua kalinya 😥

Apa ini juga dampak dari hidup yang selalu jadi deadliner? entahlah.

 

*Alhamdulillah keesokan paginya aku bisa ikutan presentasi, walaupun nyampe di kosan jam 1 subuh 🙂

*Setelah presentasi, Dini (partner konferensi yang masi di Sby) ngeWA dan bilang … 3 orang yang semobil denganku semalam ketinggalan pesawat karena loket chek-in offline keburu tutup …

Sekian.

 

Tulisan ini aku persembahkan buat kalian bertiga. Huhu maafin yaaaa. Kalian udah nyelametin UAS gue. Semoga duit tiket kalian akan dibalikin Allah berlipat-lipat ganda. Huhu maaf, gue kalo tau gini  juga akan naik taksi tanpa pikir panjang 😦

54483337