Central Sulawesi, How to, Togian Islands, Travel

Backpacker ke Pulau Togean (Day 1)

IMG_8621

Black Marlin

Setelah terlalu lama jeda akhirnya terkumpul niatan kembali untuk ngepost mengenai trip ke Togean Desember tahun lalu. Bagi yang belum baca dua post sebelumnya bisa baca di sini dan di sini. Setelah seharian trip Palu sore kami melanjutkan ke Ampana dengan jarak tempuh Palu-Ampana 8 jam menggunakan travel (mobil). Jika ingin lebih singkat sebenarnya bisa menggunakan Pesawat dengan waktu tempuh hanya 50 menit. Namun harga tiketnya bisa 3-5 kali lipat dibanding naik travel. Rekomendasi travel sudah aku bahas di sini juga ya.

IMG_8527

IMG_8528

Pelabuhan Ampana Menjelang Pagi

Rata-rata travel di Palu yang menuju Ampana ada di pukul 10 pagi dan 5 sore. Kalau menurutku sih waktu terbaik ambil jam 5 sore biar bisa sampe di Ampana pagi hari mengingat kapal-kapal di Ampana yang menuju Wakai (P. Togean) rata-rata pagi. Tapi kalau kalian perginya rame-rame dan gak punya rencana trip di Palu mending sewa mobil travelnya aja dan berangkat dari pagi hari karena sepanjang perjalanan Palu-Ampana akan melewati banyak sekali tempat-tempat wisata yang bagus (seperti di daerah Poso dan Toboli). Meskipun kalian mampir-mampir ketempat wisata tersebut asalkan masih sejalur dengan rute ke Ampana kalian tidak akan dikenakan charge tambahan. Biaya untuk carter satu mobil travel sekitar 1 juta rupiah dan satu travel bisa muat hingga 8 orang. Lumayan kan kalau di bagi 8 jadi lebih murah.

IMG_6064

IMG_8558 (1)

Nah setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 8 jam kami sampai di Pelabuhan Ampana. Hari itu masih gelap gulita, loket pembelian tiketpun masih tutup. Hanya ada beberapa bapak-bapak yang sepertinya sedang nongkrong-nongkrong sejak malam hari. Kami yang masih sedikit mengantuk tapi juga rada takut akhirnya mencari tempat untuk menaruh barang-barang kami yaitu di teras tempat pembelian tiket kapal karena loket baru dibuka pukul 07:00 pagi.

IMG_8536

Daftar Harga K.M Puspita

Kami awalnya merencanakan untuk naik kapal K.M Puspita. Kenapa pilih ini? Karena beberapa blog banyak yang menyarankan kapal ini sebagai pilihan yang lumayan murah yaitu Rp 45.000,-/trip Ampana-Wakai dengan waktu tempuh selama 6 jam. Jika ingin cepat bisa menggunakan speedboat dengan biaya sebesar Rp 90.000,- sampai Rp130.000,- sekali trip dengan waktu tempuh hanya 3 jam. Jadwal kapal biasanya pagi antara pukul 09.00/10.00 pagi, nah saat kami akan beli tiket ternyata K.M Puspita sedang dalam perbaikan jadi diganti dengan kapal lain (duh aku lupa namanya!) dengan harga  yang sama.

Nah, sedikit gambaran mengenai kapal yang kami tumpangi. Kapalnya lumayan besar dan memuat banyak orang dan barang. Serius! Motor, lemari, sofa gede-gede, dan berkarung-karung belanjaan dimuat semua oleh kapal tersebut. Ya, kapal motor seperti ini memang jadi andalan warga untuk mengangkut barang-barang mereka juga. Karena kalau naik speedboad hanya bisa bisa memuat orang dengan tas-tas kecil saja. Di dalam kapal motor terdapat kabin dengan beberapa tempat tidur, kami berlima lumayan dapat space buat tidur di sana namun ternyata panas banget! Akhirnya setiap beberapa menit aku pasti terbangun sambil kipas-kipas atau keluar sebentar. Bahkan aku dan Nunung sempat ngobrol panjang lebar bareng bapak-bapak di luar HAHAHA

IMG_8577

Menurunkan Penumpang

IMG_8581

Desa yang kami lewati saat Ampana-Wakai

IMG_8584

Pelabuhan Laut Wakai

Saat di perjalanan menuju Wakai sempat hujan namun setibanya di Wakai langit sudah cerah lagi! Yeay!! Dari Wakai kami dijemput oleh perahu dari penginapan kami (Ini gratis). Nah, dari Wakai ke penginapan kami hanya butuh 30 menit. Aku yang udah lama gak liat laut jernih (gak lama-lama banget sih, terakhir April 2017 wkwk) sempat terkagum-kagum sepanjang perjalanan. Dan saat perahu akan bersender di Pulau Kadidiri (pulau tempat penginapan kami), kami cuma bisa bilang “WOOOOOW” Gila ya Togean sebagus ini hhu. Masya Allah :’) Bahkan depan kamar kami viewnya sudah sejernih ini. Aku langsung buru-buru naruh barang dan nyebur bareng nunung! Hahaha maklum kita dari kemaren gak mandi.

IMG_8602

Karena terlalu lelah setelah perjalanan panjang dari Palu – P.Togean, kami siang itu memutuskan tidak pergi ke mana-mana, hanya berenang dan leyeh-leyeh di pulau dan dimasakin Indomie goreng! Yummm…

IMG_6117

Di depan kamar kami aja airnya sejernih ini :’)

IMG_8644

Pulau Kadidiri Menjelang Senja

IMG_8636

Senja.

Catatan Penting:

  • Beberapa penginapan di Togean memberikan fasilitas GRATIS penjemputan dari Wakai ke Penginapan jadi sebelum melakukan pemesanan pastikan mereka punya fasilitas ini dan jangan lupa infokan perkiraan jam kedatangan kalian di Wakai.
  • Nah, di Wakai sinyal masih lumayan kenceng bahkan masih dapet 4G buat Indosat dan Telkomsel. Tapi beberapa meter meninggalkan Wakai siap-siap bye bye to sinyal! (bahkan sinyal untuk sms ataupun telpon).
  • Penginapan di Togean terdapat di pulau-pulau kecil jadi di sana jarang sekali ada warung dan ATM jadi sebaiknya persiapkan semua keperluan kalian di Ampana/Wakai.
  • Air dan Listrik di Togean terbatas. Listrik hanya hidup pukul 18.00-24.00 dan air sering habis terutama kalau pagi-pagi jadi harus dihemat-hemat ya airnya.
  • Hampir seluruh penginapan di Togean mengenakan tarif per orang bukan per room dan tarif tersebut biasanya sudah cover makan kita 3x sehari.
  • Waktu-waktu terbaik ke Togean sebenarnya adalah di bulan-bulan Maret-Oktober di luar bulan itu biasanya angin kencang dan hujan. Tapi kemarin aku pergi di bulan Desember awal masih aman sih dan lumayan sepi.
Advertisements
Standard
Life, Travel

Ditipu di Palu

IMG_8665Setiap orang pasti memiliki cerita menarik saat melakukan perjalanan. Ya begitupun denganku. Mulai dari hampir ketinggalan pesawat, duit menipis, nyasar ke tempat yang gak disangka-sangka, dijutekin petugas imigrasi, ditolong orang yang gak dikenal dan masih banyak lagi. Tapi bagaimana dengan Ketipu saat traveling? Selama beberapa kali traveling aku sama sekali belum pernah ketipu. Terakhir di Korea yaa ketipu harga karena memang salahku gak nanya-nanya dulu, langsung main masuk-masuk aja ke restoran tersebut. Tapi yang bener-bener ketipu/dibohongin gitu belum pernah … sampai akhirnya kejadianlah di Palu …

Oke, pertama pengen cerita awal keberangkatan kami ke Palu dulu. Aku sudah dari lama ingin sekali ke Togean bahkan pernah merencanakan untuk pergi sendiri. Namun, secara tidak terduga saat aku posting Instagram Poll tentang destinasi mana yang lebih bagus dan murah ke Derawan atau Togean temanku Pamit ngajak ke Togean (eh apa aku yang ngajak ya?) Nah, beberapa hari kemudian kami langsung gerak cepat (gercep) pesen tiket Balikpapan-Palu. Pamit juga ngajak Nunung yang tak kusangka-sangka ternyata mau wkwk bahkan mengajak dua orang temannya yang juga aku kenal yaitu Andina dan Sasun. Akhir cerita kami gak wacana, kami beneran ke Palu dan SEMUA KAMI ARRANGE SENDIRI tanpa ikutan paket tour dan KAMI JUGA BELUM PERNAH KE PALU atau TOGEAN SEBELUMNYA. Andina juga pernah sih tapi cuma mampir doang karena ikutan 1000Guru.

Beberapa hari sebelum keberangkatan aku tanya ke beberapa temanku yang pernah ke Togean mengenai itinerary, penginapan, transportasi, dan lain-lain. Selain dari temanku aku juga banyak searching di Internet dan nonton vlog mengenai Togean dan Palu. Mayoritas nomor telepon penginapan dan transportasi aku dapatkan dari internet, tapi gak sembarang comot doang tapi mengambil beberapa nomor yang memang sering di mantion di blog orang.

Rute Menuju Togean

Singkat cerita untuk transportasi dari Palu ke Ampana (Ampana merupakan pemberhentian saat kita akan menyebrang ke Togean) aku mendapatkan beberapa nomor, ada sekitar 5-6 nomor travel yang direkomendasikan di beberapa blog, namun yang nomornya nyambung hanya 2 travel yaitu Touna Indah dan Togean Indah. Nah diantara keduanya yang paling fast respon adalah Togean Indah. Beberapa hari sebelum keberangkatan aku beberapa kali menelpon travel tersebut menanyakan harga, nah dari segi harga keduanya sama yaitu Rp 150.000/orang. Padahal aku mau book dulu tapi mereka meyakinkan untuk pesan di hari H saja karena armadanya banyak jadi tidak perlu book jauh-jauh hari.

Nah pada hari H aku menelpon Togean Indah, nah kami hampir deal dengan travel ini namun saat tau mobil mereka Non-AC temanku menyarankan untuk mencoba telepon travel lain, siapa tau dapat mobil dengan AC. Akupun mencoba menghubungi beberapa travel lagi dan hanya Touna Indah yang akhirnya berhasil kuhubungi. Nah, saat kutelpon Touna juga bilang kalau armada mereka juga Non-AC, kamipun bingung dan kembali berdiskusi. Namun tak lama kemudian Touna Indah menelpon kami dan bilang kalau mereka ada armada yang ber-AC dengan harga Rp 150.000 tapi mobil Avanza. Nah aku tanya apakah akan digabung dengan penumpang lain lagi? Mereka bilang dengan membayar hanya Rp150.000 kami bisa berangkat dan isi dari mobil tersebut hanya kami berlima dan supir. Kamipun mengiyakan penawaran tersebut tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun …

Setelah kami selesai explore Palu bersama Pak Budi, kami dijemput oleh driver dari Touna Indah ((Katanya)). Kami dengan semangat segera memindahkan barang-barang kami dari mobil Pak Budi ke mobil yang telah menjemput kami. Setelah itu kami tak lupa pamitan dengan Pak Budi dan owner dari Iqra Rental. Saat berpamitan Pak Budi sempat berpesan, “Pokoknya kalau ada apa-apa jangan sungkan telepon saya ya.”

Baru beberapa menit perjalanan kami tiba-tiba di berhentikan di sebuah rumah kecil di pinggir jalan dan di depannya terdapat banner “Hershal Travel” Loh kok stop di sini, mana Touna Indah? Di depan beberapa om-om dengan wajah menyeramkan seperti siap menyambut kami. Kami tidak keluar sampai akhirnya 2 orang bapak mendekati kaca kami, berbasa-basi dan aku langsung berfirasat buruk. Dia langsung minta bayar di situ, aku kembali menengok ke arah banner yang tertempel di rumah tersebut, “Hah, kenapa bayarnya ke Hershal?” DAN PARAHNYA LAGI KAMI DIMINTAI Rp300,000,-!!! Dua kali lipat dari harga yang sudah kami sepakati di telepon. Aku yakin gak salah dengar saat di telepon tersebut karena aku sudah beberapa kali memastikan apakah benar kami hanya membayar Rp150.000,-/orang dengan mobil Avanza.

Aku tetap bersikeras untuk tetap membayar Rp150.000,- yaiyalah ini bukan saja masalah duit, tapi ini dia udah ga jujur dengan menipu kami. Merekapun tetap bersikeras untuk menagih kami Rp300.000,- Aku sampai ngomong ke temen-temanku yaudah kita turun aja, telepon Pak Budi untuk jemput (dalam hati aku udah deg-degan setengah mati) Sumpah takut banget diapa-apain di sini. Aku langsung telepon Pak Budi, dan beberapa menit kemudian Pak Budi datang dan mencoba menenangkan kami. Aku sempat bilang pokoknya bawa kami dari sini, ya intinya aku gamau pke travel ini.

Aku bilang ke salah satu bapak-bapak tersebut bahwa kami sepertinya harus balik ke hotel, namun “rencana pelarian” kami sepertinya terbaca oleh Bapak tersebut menyuruh kami untuk ngomong dulu ke ownernya di dalam. Lah! Buset,  muka bapaknya serem pulak hufft. Akhirnya aku bilang “Ya intinya kok apa yang diomongin di telepon beda ya dengan di sini? Jelas-jelas kesepakatan di telepon 150rb kok di sini kami dimintai 300rb. Klo memang gamau yaudah kami gak jadi.” Bapak tersebut menjelaskan blab la bla klo ampana itu jauh, mana mungkin 150rb aja bisa ke sana pakai mobil Avanza. LAH TERUS KENAPA DITELPON NGOMONG KITA CUMA BAYAR 150RB AJAA?!

Duh parah sih emosi jiwak tapi apa daya muka si bapak kayak preman. Dia menawarkan jalan tengah dengan harga Rp200,000,- saja perorang dengan syarat ntar driver juga akan angkut barang-barang titipan yang akan di antar ke beberapa penerima di sepanjang perjalanan Palu-Ampana. Aku sempet keberatan sih karena ya udah kecewa aja doi intinya undah nipu kami. Namun Pak Budi berusaha meyakinkan kami untuk mengambil saja penawaran tersebut, mengingat sudah terlalu sore untuk mencari transportasi baru lagi ke Ampana, takutnya gak kekejar kapal besok. Pak Budi juga bilang dia juga ga enak kalau ngangkut kami, karena mereka ya ibaratnya juga sesame car rental, takutnya mereka malah tersinggung.

Karena kasian dengan Pak Budi juga ntar kami repotkan akhirnya aku memilih untuk mengalah dengan penawaran terakhir mereka yaitu Rp200,000/orang dan tambahan barang-barang titipan di mobil. Mood kami hari itu benar-benar down. Bener-bener ga kebayang sih sampe ditipu begini. Hmm

Kami pun berangkat sore (menjelang magrib) bersama driver bernama Mas Angki. Selain tumpukan barang titipan di belakang (yang kasian Nunung sih) kami juga harus menahan 10 jam di mobil yang bau ikan. Sepanjang perjalanan kami cukup deg-deg an sih takut kalau ternyata gak sampe tujuan atau mereka ada niatan buruk lainnya, namun alhamdulillah kami sampai di Ampana tepat waktu sesuai perkiraan yaitu subuh. Mas Angki (+6281241924069) sebagai driver sebenernya baik banget kok, bahkan  sebelum meninggalkan kami di Pelabuhan Ampana dia sempat meninggalkan nomor handphone nya dan saat kami sudah naik kapal menuju Togean dia sempat telepon apakah kami sudah di Kapal. Ya menurutku dia as a driver juga ga tau apa-apa, yang rese tuh orang-orang di rental mobilnya. Huftt

IMG_8558Tapi kalo gak ada acara ditipu-tipu gini mungkin gak akan ada cerita yang menarik dan kenangan sih mengenai Kota Palu. Ini jadi pelajaran banget untuk terus berhati-hati jika melakukan perjalanan. Sesampainya di Togean, kalau mengingat-ngingat kejadian tersebut kami malah ketawa terpingkal-pingkal wkwkw.

Ohya, dan kami cukup terharu juga selama perjalanan dari Palu-Ampana bahkan Pak Budi beberapa kali menelpon kami dan memastikan bahwa kami memang dibawa ke Ampana. Waah makasih Pak Budi, rekomen deh buat teman-teman yang mau ke Palu untuk menggunakan jasa Pak Budi dan Car Rental Iqra. Kami juga sarankan jika akan ke Ampana/sebaliknya naik mobil dari Togean Indah Travel saja (+6282343764369), sangat-sangat terpercaya!

Daftar Blacklist

TOUNA INDAH TRAVEL (+62 452 325098 / +62 451 454808)

HERSHAL TRAVEL (+6282347408530)

 

Standard
Central Sulawesi, Travel

One Day Trip Palu

30 November 2017

Saat mendengar kata “Kota Palu” apa yang pertama kali terlintas di pikiran kalian? Kota pembuat palu? Banyak jual palu di mana-mana? atau … malah keinget Bapak Wakil walikota nya Pasha Ungu yang marah-marah saat upacara? #EhKok..

Akhir-akhir ini aku seringkali mendengar mengenai Kota Palu sejak 2 maskapai Indonesia membuka rute direct Balikpapan-Palu dengan harga yang menurutku sangat murah. Rata-rata biaya ke Palu PP sekitar 600rb-an bahkan pernah menyentuh harga sekitar 500rb dengan jarak tempuh hanya 50 menit. Lebih murah dari naik kapal laut yaah  :’)

Penerbangan direct Balikpapan – Palu hanya ada dua yaitu dengan Sriwijaya pukul 18:25 dan Lion Air pukul 20:55. Saat itu rencanaku ke Palu bersama dengan 4 orang teman. Dua temanku memilih Sriwijaya dan dua lainnya sama denganku yaitu dengan Lion Air.

Penerbangan kami pada hari itu mengalami delay lumayan lama, yang seharusnya terbang pukul 20:55 nyatanya pesawat kami baru terbang pukul 23:55 😦 Tapi lumayan kami disogok pake nasi bukan hanya Biskuat. Kami akhirnya baru sampai di Palu Jam 1 pagi.

01 Desember 2017

Untuk penginapan di Palu, kami memesan penginapan di AiryRoom dan memilih AiryEco yang di Jalan Zebra. Penginapan ini sangat dekat dengan Bandara Sis Al-Jufrie, sekitar 1,5-2Km. Meskipun menginap di penginapan yang dekat dengan Bandara  tetap saja kami harus membayar taksi bandara yang mahal yaitu sekitar Rp 85.000 ( Di Palu sebenarnya ada Grab namun mereka takut untuk mengambil penumpang di Bandara). FYI kalau pakai Grab dari Bandara ke Jalan Zebra Cuma Rp19.000 gengssss

Pagi harinya kami bangun dan saat membuka pintu kami sudah disambut dengan pemandangan perbukitan. Luar biasa! Kami akhirnya baru keluar dari penginapan pukul 08:30 WITA. Dan selama satu harian kami ke beberapa tempat berikut :

  1. Sarapan Nasi Kuning khas Palu

Sama seperti di Balikpapan, di Palu ternyata juga akrab dengan sarapan nasi kuning. Pak Budi membawa kami ke warung nasi kuning yang katanya luamayan enak di Palu yaitu di Jalan Siwondo Parman, nama warung tersebut adalah Warkop Harapan Cemerlang. Yang membedakan nasi kuning di Palu dengan di Balikpapan adalah di Palu tidak menggunakan bumbu bali dan terdapat taburan bawng goreng yang khas di atasnya. Lumayan enak menurutku tapi harganya tergolong mahal untuk ukuran makan di Warkop hha Seporsi nasi kuning tersebut adalah Rp25.000,-

dilokasi.com

Nasi Kuning Palu (dilokasi.com)

  1. Bukit Perdamaian Palu

Setelah kenyang kami langsung ke Bukit Perdamaian Palu yang tidak memakan waktu lama untuk sampai sana dari Warkop Harapan Cemerlang. Seperti namanya bukit ya benar saja mobil kami melewati jalanan berbukit dan wow pemandangan dari atas sungguh indah sekali. Dari atas Bukit Perdamaian kami bisa melihat landscap kota Palu yang terdiri dari perbukitan dan teluk. Sekilas pemandangan dari atas bukit Perdamaian mengingatkanku akan pemandangan dari Bukit Cinta di Labuan Bajo. Tapi Labuan Bajo masih juarak sih  hhe.

Selama di Bukit Perdamaian cukup sedih sih, padahal pemandangannya udah bagus banget, aku bawa kamera SLR ehhh memori card nya gak bawa 😦 Syedih inces.

WhatsApp Image 2017-12-01 at 11.17.00

Gong Perdamaian Nusantara yang juga bisa kita temui di beberapa kota di Indonesia

IMG_5932

IMG_5885

Sasun dan Pemandangan dari Bukit Perdamaian

3. Anjungan Nusantara Palu

Banyak orang yang bilang matahari di Palu ada Sembilan saking panasnya di sana. Yap, di sana benar-benar panas sekali. Mataharinya juga sangat terik apalagi hari itu adalah hari jumat #lahapahubungannya. Anjungan Nusantara Palu berada di area Pantai Talise yang juga dikelilingi oleh perbukitan. Baru tau ternyata Palu sebagus ini pemandangannya :’)

IMG_5971

Ala-ala girlband tapi gagal

  1. Grand Mall Palu

Karena kami bingung harus ke mana akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Mall sekalian ngadem. Menurutku mall di Palu tidak begitu besar tapi lumayan lengkap sehingga beberapa dari kami kepancing untuk belanja yang ga penting hha.

  1. Jembatan Palu IV

Sayangnya kami tidak boleh stop dipinggir jalan saat melewati jembatan, karena memang dikhwatirkan terjadi kemacetan sih, saat kami membuka jendela anginnya juga sangat kencang sih, jadi memang sangat tidak memungkinkan untuk keluar dari mobil.

  1. Rumah Makan Uta Dada

Awalnya kami ingin makan Kaledo tapi sayangnya warung Kaledo yang kami datangi masih tutup dan baru ready jam 5 sore. Pak Budi sempat menawarkan untuk mencoba Kaledo yang letaknya agak dipinggir kota Palu namun karena mepet dengan jam keberangkatan kami ke Ampana akhirnya kami di bawa makan Ayam!! Kata Pak Budi ada tempat makan ayam khas kota Palu yang lumayan enak, dari tempat makan tersebut kita bisa melihat pemandangan kota Palu karena letak rumah makan itu memang terletak di atas bukit. Sesampainya di rumah makan tersebut kami langsung memesan Uta Dada yang merupakan Ayam dengan kuah santan pedas berwarna kuning dan dimakan bersama ketupat.

Menurutku rasanya enak (aja), kuah pedasnya membuatku tidak berani untuk menyeruput kuahnya banyak-banyak, takut sakit perut :(Saat kami membayar kami cukup kaget saat mengetahui harga satu porsi Uta Dada seharga Rp 35.000 dan kami juga pesan ayam bakar, hmm bumbunya enak sih tapi harganya Rp150.000,-/porsi (isi 4-5 ayam potongan kecil) ini exclude nasi dan minum yaa 😦 Sepulang dari rumah makan ini kami langsung lemas wkwkwk.

IMG_8502

Uta Dada

  1. Pantai Talise

Yup! Karena bingung kemana lagi akhirnya kami memutuskan untuk ke Pantai Talise foto-foto dengan background Jembatan Palu IV. Di pinggiran pantai banyak terlihat cafe-cefe sehingga cukup memanjakan pengunjung. Sore itu karena hari libur pantai Talise terlihat sangat ramai bahkan kami melihat beberapa segerombolan mahasiswa sedang berkumpul untuk bersiap long march.

IMG_8508

Pemandangan dari Pantai Talise

Wisata ke Pantai Talise menjadi penutup One Day Trip kami sore itu di Palu dan bersiap untuk perjalanan panjang berikutnya yaitu ke Ampana.

Catatan :

Standard
Korea Selatan, Travel

Yang Wajib di Bawa saat Traveling ke Korea

Saat aku ke Korea sempat bingung harus bawa apa saja selain baju apalagi untuk cewek yang banyak banget printilannya. Saya juga gak banyak survey terlebih dahulu tentang suhu dan angin di sana. Saya hanya fokus melihat musim di sana apa, sudah deh selesai. Banyak printilan yang sebenarnya SANGAT PENTING untuk di bawa akhirnya terlupakan 😦 Makanya aku rasa ini sangat penting untuk aku share karena hal ini sering banget dilupakan orang atau bahkan tidak tahu kalau ini sebenarnya penting untuk di bawa terutama yang pergi di bulan Mei karena saya kemarin pergi di bulan tersebut, tapi menurutku ini masih relate kalau kalian pergi saat cuaca di sana sedang dingin.

 

IMG_5619.JPG

Korea yang terik tapi udaranya dingin

 

Jadi barang yang menurutku penting banget untuk kalian bawa saat traveling ke Korea selain pakaian, handuk dan alat mandi adalah

 

  1. Tissu Basah, ini penting pake banget! Soalnya di Korea Selatan toilet rata-rata airnya hanya untuk flush.
  2. Lipbalm, kalau kalian ke Korea di saat cuaca dingin kalian pasti sangat membutuhkan lipbalm. Pada bulan Mei saja meskipun peralihan ke musim panas tetap saja di sana cukup berangin dan cepat sekali membuat kulit dan bibir kami kering. Bahkan kalau dibiarkan bisa sampai berdarah atau bibir item gitu loh. Waktu itu kami menggunakan Vaseline Petrolium Jelly lumayan ampuh (hmm, padahal lagi di Korea tapi gak ngerti kalau ada produk sebagus laneige lip mask hha).
  3. Sendal Jepit/Flip Flop, karena jalanan di sana berbukit-bukit menurutku di saat kaki sudah sakit banget pakai sepatu emang enaknya pakai sendal jepit hha. Aku yang saat itu cuma bawa flat shoes akhirnya harus menahan kaki yang kesakitan karena naik turun bukit dan jaraknya jauh-jauh.
  4. Face Spray, masih berkaitan dengan cuaca yang dingin keberadaan facepray sangat dibutuhkan, kalau nggak wajah kalian akan terlihat kasar dan terlihat beberapa kulit yang mengelupas. Hal tersebut juga terjadi padaku.
  5. Sheetmask, kalau ini gak perlu bawa karena di Korea banyak banget yang jual dari berbagai macam harga. Ini juga berfungsi untuk melembabkan wajah apalagi yang udah capek seharian jalan untuk explore kota di Korea.
  6. Kacamata, keberadaan kacamata sangat penting bagi kalian yang pergi di bulan Mei dan saat summer karena sinar matahari di sana sangat terik loh. Bahkan anak-anak kecil di Korea sudah banyak yang menggunakan kacamata loh 🙂

 

Yap, itu aja sih kayaknya printilan yang sebenarnya wajib untuk di bawa tapi sering dilupakan orang. Kalau menurut kalian bagaimana? Printilan apa yang menurut kalian wajib untuk di bawa tapi sering tak terfikirkan?

Standard
Korea Selatan, Travel

Waktu Terbaik ke Korea Selatan

Ke Korea Selatan sebenarnya agak tricky, well bukan hanya Korsel deh tapi semua negara yang memiliki 4 musim hha. Kita harus tahu waktu terbaik untuk mengunjungi negara tersebut demi mendapatkan pengalaman cuaca yang berbeda dari Indonesia, kalau nggak kalian bisa aja zonk dan pas share foto selama di sana teman seenak jidat komen, “di Bogor?” wkwkwk

Yup, kalau kalian zonk kalian bakalan ngeliat Korea gak jauh bedanya dengan Jakarta, Bogor, Bandung dan kota lainnya di Indonesia hha cuma dalam versi yang lebih premium :’))

Hal tersebut yang kami alami, datang di bulan Mei yang merupakan peralihan dari semi ke musim panas. Hampir semua tanaman sudah didominasi oleh warna hijau, layaknya kalian sedang berada di Balikpapan atau Bogor.

 

Related image

Ekspektasi

Apalagi saat di Nami yang saat musim gugur cantiknya luarbiasa dengan dominasi warna orange tapi kalau kalian datang di bulan Mei Nami Island tak jauh berbeda dengan Kebun Raya Bogor atau Tanah Merah di Samboja wkwkw. Seriusan deh! Tapi gak apa-apa, karna salah musim ini membuat kami di Nami Island tak henti-hentinya tertawa meratapi nasib jauh-jauh ke Nami tapi sama aje kayak Bogor wkwk.

 

IMG_5953

Realita

 

Tapi nilai plus kalau kalian ke Korea di masa peralihan (Mei) karena cuacanya adem kayak lagi diruangan ber-AC tapi sinar mataharinya tetap terik jadi bagus buat foto-foto. Selain itu di bulan ini gak banyak turis asing terutama Indonesia, selama 10 hari di Korea saja kami baru sekali bertemu dengan orang Indonesia. Di berbagai spot tempat wisata kami lebih sering bertemu dengan penduduk lokal.

 

IMG_6134

Taman FKM UI ?

 

IMG_5371 (1)

Gunung Dubs Balikpapan?

Jadi, waktu terbaik ke Korea terutama ke Nami Island kapan? Kalau menurutku sih mending kalian datang saat

  • Winter pada bulan Januari-Februari (jangan Desember karena ini masa peralihan, gak akan kalian lihat salju berjatuhan tapi hawa dinginnya luar biasa)
  • Semi pada akhir Maret sampai akhir April (jangan kesini bulan Mei karena daun-daunnya yang berwarna-warni akan berubah semua jadi hijau)
  • Gugur ini konon katanya sih the best time to visit Korea, datanglah bulan oktober-november karena katanya suasana gugur di sana super romantis. Daun-daun berubah jadi warna orange cuacanya lumayan dingin. Di jalan banyak daun-daun berguguran. duh!

 

IMG_5955.JPG

Alhamdulillah masih bisa liat sisa-sisa musim semi dikit wkwk

Standard
Balikpapan, How to, Jakarta, Travel

Ke Labuan Bajo, Backpacker atau Travel ?

Tanggal 17 May lalu aku dan 3 orang teman kampusku di FISIP UI memutuskan untuk pergi ke Labuan Bajo dan beberapa teman kami banyak yang bertanya-tanya mengenai budget untuk pergi ke sana. Backpacker atau Travel? Kalau travel pakai travel apa? Hehe daripada jawab satu-satu mending aku jabarkan aja ya di blog ini.

Nah kemarin kami bertiga menggunakan travel Bayu Buana untuk ke Labuan Bajo dan Waerebo jadi kami tinggal tunggu beresnya aja dari mulai transportasi, akomodasi, dan makan selama di sana.

DSCF5041.JPG

  1. Transportasi
  • Penerbangan : karena aku start dari Balikpapan jadi aku harus ambil penerbangan ke Jakarta dulu. Waktu itu aku pakai Lion Air karena itu adalah penerbangan yang paling pagi untuk ke Jakarta yaitu pukul 06:00 WITA. Sampai pukul 07:00 WIB, ambil bagasi dan pindah ke Terminal 3 Soetta untuk penerbangan selanjutnya ke Labuan Bajo. Nah, di sini kami mengambil penerbangan Garuda Indonesia karena itu yang satu-satunya direct ke Labuan Bajo tanpa transit dulu di Bali. Pesawat GA yang kami gunakan adalah GA Explore jadi kayak pesawat perintis versinya Garuda. Perjalanan CGK – LBJ kami tempuh selama kurang lebih 2,5 jam. Nah enaknya Garuda ya selama di pesawat smooth banget gak kerasa kalau itu adalah pesawat kecil. Kalau kata Nja sih “Ini pesawat rasa bus” Hhe. Untuk harga pesawat direct pastinya lebih mahal dibandingkan kalian mengambil pesawat transit. Kisaran tiket pesawat Garuda untuk CGK-LBJ di harga normal itu sekitar 3,5 – 4 jutaan PP. Tapi kalau lagi promo kalian bisa loh dapat setengah dari itu. Contohnya kalau Garuda lagi ngadain Garuda Travel Fair, di sana kalau kalian beruntung bisa dapet tiket ke LBJ seharga 900rb-an. Nah untuk yang transit penerbangan ke LBJ bisa pakai NAM Air atau Wings Air dengan harga yang pastinya lebih murah mungkin sekitar 1-1,5 juta oneway (hmm, mahal juga sih jatuhnya).
  • Transportasi lokal : Di Labuan Bajo setau saya jarang sekali ada angkutan umum apalagi kalau penginapan kalian agak jauh dari pusat kota. Maka takkan kalian lihat satupun angkot hilir mudik. Jadi, alternatif bisa naik ojek (tapi setahuku mahal), sewa motor, atau sewa mobil (nah ini usahakan sama supirnya ya soalnya kontur jalan di sana yang berkelok-kelok, berbukit dan satu arah). Apalagi kalau kalian mau ke Waerebo dari Labuan Bajo ke sana sangatlah jauh. Kami saat itu berangkat sekitar jam 8 pagi dan baru sampai di titik awal pendakian menuju Desa Waerebo itu sore sekitar jam 4-an. Dan jalannya luar biasa berkelok-kelok dan rusak di beberapa titik. Kata teman yang kami temui di Waerebo yang pergi tanpa travel ke sana untuk penyewaan mobil dan supirnya dari Labuan Bajo ke Waerebo seharga 1 juta rupiah exclude guide ya jadi di sana bayr guide lagi. MAHAL? tapi sungguh sungguh yang kalian dapatkan lebih-lebih dari itu.
  • Kapal : ini part yang penting banget kalau kalian emang mau explore keindahan Labuan Bajo seutuhnya (duileh). Untuk penyewaan kapal kalau kalian gak pke tour biasanya biayanya 1,5-2 jutaan untuk oneday trip tergantung jenis dan besar kapalnya. Itu sudah termasuk makan siang loh. Nah untuk yang pengen sailing on board (kayak nginep di atas kapal gitu) aku kurang tau ya. Keliatannya sih seru banget soalnya kapalnya kalau aku lihat kayak kapal-kapal pinisi gitu. Duh! Tapi buat kalian yang mabok laut sangat tidak disarankan. Ohya harga kapal ini bisa sharing ya jadi kalau kalian backpack bareng 5 orang temen 1,5 juta bisa di share tuh kan lumayan. Makin banyak yang sharing sama kalian makin murah  🙂

    DSCF5272

    Di Atas Kapal

2. Akomodasi

Untuk akomodasi selama di Labuan Bajo kami menginap di Luwansa Beach Hotel and Resort. Rate di sana semalam untuk kamar superior adalah 650 – 750 ribuan tapi kalau kalian cek di traveloka atau sejenisnya pasti deh dapetnya sekitar 1 jutaan hhi (nah inilah positifnya klo pesennya udh include travel). Hotel ini merupakan hotel bintang 4, kebanyakan orang-orang dari kementrian yang sedang rapat atau kerja pasti nginep di sana (duhhh enak bener yah). Saat kami menginap di sana kami bertemu dengan rombongan dari Kementrian Pariwisata. Bahkan saat bertemu kami mereka nanya, “Mba, dari kementrian mana?” (dalam hati aminin ajadeh hhe). Overall, Luwansa bagus banget di belakang resortnya itu pantai dan restaurantnya menghadap ke pantai. Di dalam kamar disediakan berbagai macam handuk (huh tau gitu gausah bawa handuk hha), perlengkapan mandi, kamar mandi yang lumayan luas duh nih. Ya menurutku hotel ini lumayan cocok buat yang mau honeymoon #eh. Tapi dari segi pelayanan hmm di front office rada buruk sih kayak mereka masih kurang di training gitu. Kalau ditanya-tanyain masih sering bingung. Bahkan saat aku tanya kamar temanku yang lain mereka salah ngasih nomor! Padahal aku sudah ketok-ketok kamar yang mereka infokan tapi gada jawaban dan pada akhirnya aku tau kalau temanku bukan di kamar itu rrrr. Dan beberapa mba-mba nya jutek banget entah emang karena dasarnya orang-orang flores gitu jadi kesannya galak tapi sama satpam dan bellboy mereka kok ramah-ramah aja tuh. Pokoknya pelayanannya ga mencerminkan bintang 4 banget deh 😦

Kalau mau cari yang murah di Labuan Bajo banyak guest house murah kok contohnya Le Pirate (duh ini super-super rekomended deh soalnya interiornya lucu banget) harganya mulai dari 450-800 ribu tergantung jenis kamar. Nah kalau teman yang kami temui di Waerebo selama di Bajo mereka nginap di Tree Top. Ratenya 510rban untuk yang view Pelabuhan. Aksesnya katanya gampang deket kemana-mana.

Nah, untuk di Waerebo kami menginap di homestay yang memang sudah disediakan di desa tersebut dan disitu kami akan tidur dengan traveler lainnya. Biasanya 1 rumah itu bisa menampung hingga 20an orang. Nah, di sana kami meskipun cuma sehari tapi langsung udah akrab banget sama traveler lainnya, saling bertukar cerita dan pengalaman mereka traveling ke tempat lain. Di sana juga kami bertemu dengan rombongan dari Kementrian Pendidikan yang mereka lagi liburan sekaligus survey untuk program mereka berikutnya (duh naq ngets yha kerja sambil liburan yang dibayarin). Nah untuk masuk desa ini kalian harus bayar itu sudah include guide, homestay dan makan biasanya tapi aku kurang tau sih bayar berapa karena udah include semua sama paketan tour. Tapi kalau nanti dapat info dari temen aku bakalan update lagi 🙂

DSCF5740.JPG

Salah satu dari 8 rumah itu adalah tempat kami tidur 🙂

3. Makan

Nah untuk makan sudah aku bahas ya di atas kalau beberapa udah termasuk sama paketan gitu seperti saat di kapal, di Waerebo, dan di hotel (ini biasanya cover sarapan doang). Nah, klo kami itu udah termasuk di paketan Bayu Buana. Semuanya di cover kecuali di hari pertama kedatangan. Nah, untuk di hari pertama kami makan di rumah makan Bali gitu tapi menyediakan menu macam-macam. View di restaurant ini huaaa bagus banget! jadi ngadep langsung ke dermaga gitu jadi kita akan disajikan jejran kapal dan bukit-bukit di tengah lautan gitu. Untuk harga lumayan mahal sih emang, untuk makanan berat rata-rata 50 ribuan. Nah kalau malam selama di Bajo kami makan Seafood di Kampung Ujung. Di sana bejejer berbagai macam seafood seperti Kerapu, Cumi, Kakap Merah, Udang, Kepiting yang bisa kita pilih sendiri dan bisa request mau diolah seperti apa. Pokoknya disini bikin ngiler banget deh!

DSCF5048

View dari Restaurant makanan Bali

Bagi yang tanya, makanan khas Labuan Bajo apa? Di sini gak ada makanan khasnya jadi rata-rata makanannya sama aja seperti yang di luar sana. Tapi pemandangan di sana dijamin bikin kamu yang makan nasi sama garem doang pasti langsung kerasa enak!!

Dan hati-hati bagi kalian yang kesini, pasti gak mau pulang dan bapernya berhari-hari wkwkw

DSCF5371

No filter needed! Berasa kayak di zaman Purba :’)

Jadi kesimpulannya ke Labuan Bajo enaknya backpacker atau travel? Itu tergantung kalian masing 🙂 Kalau kalian punya waktu banyak backpacker di sarankan karena pasti kalian bisa explore lebih banyak lagi dengan budget yang minim. Sumpah di sana banyak banget tempat yang bagus! dan menurutku kalau kalian backpacker pasti punya banyak waktu dan kesempatan untuk mengenal dan berinteraksi dengan warga lokal. Orang-orang Bajo dan Flores ramah-ramah loh meskipun suara mereka rada keras hhi. Cuma ya di sini minim-minim nya kamu se-backpacker backpackernya kamu pasti tetap harus keluar duit lebih sih terutama di transportasi kalau makan dan akomodasi kan masih bisa diakalin cari yang murah.

Nah, buat yang punya waktu sempit sangat direkomendasikan pakai paketan travel biar ga ribet meskipun mahal. Tapi sekarang banyak loh paketan tour di luar sana yang menawarkan harga murah yang kalau di itung-itung sama aja kayak backpacker-an bahkan ada paketan yang udah include fotografer duh ini penting banget sih mengingat Labuan Bajo dan Waerebo wajib banget untuk diabadikan :’) Bahkan bidikan kamera pun ga cukup (duh kan aku baper lagi pen balik kesana).

Alternatif lain bagi kalian punya jiwa sosial tinggi bisa ikutan kegiatan volunteer yang diadakan di sana, meskipun biasanya tetap bayar tapi seenggaknya kalian bisa menikmati Labuan bajo dengan harga yang jauh lebih murah tanpa harus nunggu2 ngumpulin teman. Salah satunya adalah kegiatan 1000 Guru yang akan diadakan 28-30 Juli nanti.

DSCF5157

Bukit Cinta. Sunsetnya luar biasa banget di sini!

Selamat menikmati keindahan Labuan Bajo! Aku doain ya semoga kalian juga segera punya kesempatan untuk ke sana 🙂

 

Catatan :

 

 

Standard
Korea Selatan, Life, Travel

Gwangjang Market: Jadi Korban Media

Pagi itu sebelum berangkat ke kampus selalu kusempatkan sekian menit untuk menatap tv di kosanku. Sekedar melihat berita terbaru yang mungkin bisa saja dibahas di kelas. Nah, saat itu seorang presenter bercuap-cuap dengan penuh makanan di mulutnya yang sebenarnya perlu dikunyah dan ditelan terlebih dulu melalui tenggorokannya. Tapi ia tak peduli dan terus memberikan informasi betapa nikmatnya makanan yang tengah ia kunyah saat itu. Presenter tersebut sedang berada di Seoul, tepatnya di Gwangjang Market. Saat liputan itu di sana masih sangat pagi, lebih mirip pasar pagi di jakarta yang menjajakan berbagai macam jajanan pasar. Sambil kutelan air liurku kutatap terus presenter yang sambil memberikan informasi sambil memasukkan suapan demi suapan bubur hangat khas Korea ( Hobakjuk, klo gasalah) ke dalam mulutnya. “Wah, pokoknya klo aku ke Korea aku akan pasar ini!” ucapku dalam hati. Sesekali sorotan kamera menunjukkan hidangan yang dijajakan penjual, sungguh menggugah selera. “Pasti perutku akan di manjakan di sana”, “Hmm, pasti makanannya enak-enak ga seperti makanan Korea ala-ala di Indonesia”. Lalu berakhirlah liputan sang reporter di Gwangjang pagi itu dan ku sadari juga kalau aku sudah hampir telat masuk kelas (ini hampir tiap hari sih btw wkwkw).

Nah, saat memiliki kesempatan untuk pergi ke Korea, mengunjungi Gwangjang Market menjadi top listku saat itu. Wajah sang reporter yang saat itu yang tengah menikmat kuliner khas korea terngiang-ngiang. Jadi, setelah kami mengunjungi Bukchon akhirnya kami menuju Gwangjang Market. Fix yang kita kira itu lumayan deket, ternyata jauhnya naudzubillah, meskipun aku cuma pakai flatshoes tapi kaki tetap sakit banget (tips kalau kalian ke korea di musim semi atau panas mending bawa sendal jepit, its really helpful), sesekali aku buka sepatu dan kakiku ternyata sudah merah-merah hha. Setalah jalan lama banget akhirnya sampai ke Gwangjang Market, pasarnya mirip sih kayak pasar pada umumnya di Indonesia cuma ya jauh lebih bersih. Saat masuk kami disambut dengan beberapa penjual baju dan pernak-pernik. Una dan Nisa sempat mampir untuk beli beberapa. Selesai belanja akhirnya kami masuk lagi ke dalam. Wangi makanan mulai tercium, wangi Soju tak kalah menyeruak.

IMG_5910

IMG_5913

IMG_5911

Ya benar adanya, seisi pasar itu memang di dominasi oleh penjaja makanan. Mayoritas pembeli adalah penduduk lokal. Sepertinya hanya kami bertiga yang merupakan turis pada siang itu. Hmm, tapi yang aku ekspektasikan  dengan kenyataannya sungguh jauh berbeda. Saat di TV tak ada terlihat babi terpajang di meja-meja penjual, tak terlihat botol-botol soju yang berjejer sebagai pendamping makanan. Namun ternyata yang aku lihat sungguh berbeda. Di setiap meja-meja penjual terpajang daging babi yang sudah dimasak namun masih terlihat sedikit darah segarnya, kepala babi yang tersaji di kuwali-kuwali panas mereka dan cincangan daging yang dimasukkan ke dalam (semacam) usus (yang aku yakin pasti itu daging dan usus babi!). Saat itu kami langsung gak sanggup liat kepala babi (hhu, sayangnya aku ga berani foto) di mana-mana udah eneg aja gitu dan menjaga juga sih takutnya makanan yang lain meskipun non-babi tapi dimasak menggunakan alat masak yang sama. Kami langsung gak selera untuk mencari bubur dan jajanan lain yang kulihat dikunyah sang presenter beberapa bulan lalu di pasar ini. Belum lagi bau soju yang menurutku cukup tajam, dan di pasar itu  begitu dipenuhi dengan penduduk lokal yang sepertinya mulai menyadari adanya hijabers lagi keliling-keliling pasar kayak orang bego hha. Kami pun memutuskan untuk keluar pasar dengan tidak membeli makanan apa-apa kecuali Nisa yang membeli Sikhye. Ohya bagi yang ingin mencoba kimchi dari berbagai macam olahan sayur mungkin Gwangjang bisa menjadi pilihan yang tepat, karena aku bukan pencinta Kimchi jadi liatnya ya biasa aja hhe. Ohya dan menurutku bagi kalian yang non-muslim Gwangjang patut dikunjungi karena ya itu, merupakan surga makanan dengan olahan babi :”))

IMG_5912

IMG_5914

IMG_5908

IMG_5907

IMG_5909

Lumayan sedih sih, udah jalan berkilo-kilo wkwkw terus ga jadi makan di sana. Ujung-ujungnya makan di convenience store juga hha. Jadi judul hari itu adalah Aul si Korban Media.

IMG_5919

Sikhye yang di beli Nisa

Standard