Tak Berkategori

Kapan Nikah?

Mungkin udah bosen ya sejak umur 25 tahun di tanyain hal yang sama, kapan nikah? aku seringkali berfikir apakah pernikahan satu-satunya fase kehidupan terbaik yang harus dialami semua orang? harus diumbar ke setiap orang bahkan berkesan diperlombakan? Tanpa kalian tanyapun orang yang kalian tanya pernah terlintas atau sudah sering memikirkan pertanyaan tersebut ke diri mereka, “kapan menikah?”, “siapa jodohku?”, “kapan hari itu datang?” jadi menurutku stop menanyakan urusan orang lain apalagi yang kita tidak akrab. Ini mungkin sekaligus reminder untukku agar tidak melakukan hal yang sama hanya untuk basa-basi saja.

Tidak tahu bertanya apa saat baru bertemu? mungkin bisa memulai dengan ini saja

“Penampilan kamu hari ini bagus.”

“Bajumu keren banget, beli di mana?”

“Kabar hari ini bagaimana?”

atau sekedar “Hi” sudah cukup.

atau mungkin boleh tanya, “Kapan nikah? karena aku ingin jadi sponsor utama :)” ini akan jadi lain soal.

atau sekedar “Hi” sudah cukup.

Jadi, stop mengurusi kehidupan orang lain jika tidak diminta (ini lagi-lagi reminder untukku juga) apalagi jika kita tidak berkontribusi apa-apa di hari pernikahan mereka.

Tapi memang jodoh penuh dengan misterinya, banyak faktor penentunya.

Jika boleh cerita mungkin kalian masih juga bertanya-tanya, “kapan menikah?” akan aku jabarkan sedikit di sini. Memiliki hubungan romantis memang ternyata tidak begitu mudah, entah ini hanya berlaku untukku atau beberapa orang di luar sana. Ada yang datang, aku suka dia tidak suka, dia suka eh aku tidak suka, kami berdua suka, keluarga ternyata punya peran juga apakah setuju atau tidaknya dan fase setiap hubungan seseorang tentu berbeda-beda. Ada yang ingin taaruf saja, menjalin hubungan dulu sebelum menikah, dijodohkan, dan lainnya. dan kita tidak tahu orang sedang menjalani yang mana, apa perlu diumbar prosesnya ke kalian semua? tentu saja tidak. Mungkin kini kita harus belajar untuk diam saja, tunggu jika diberikan undangannya atau cukup berikan selamat atau mungkin hanya menjadi penonton instastory-nya di hari pernikahan mereka.

Standard
Tak Berkategori

Weekend Daily Routine

Siapa sih yang gak menunggu-nunggu akhir pekan. Aku sendiri menjadikan akhir pekanku sebagai hari yang “sakral” untuk recharge dan quality time dengan orang terdekat dan diri sendiri tentunya hal ini aku lakukan agar dapat maksimal dalam menyambut weekend yang dipenuhi dengan kerjaan kebutuhan mengurus administrasi seperti ke bank, dan lainnya. Berikut adalah rutinitas yang biasanya aku lakukan saat akhir pekan

  • Meditasi

Ini biasanya aku lakukan di pagi hari setelah sholat subuh, cukup 5-15 menit untuk menghindari jenuh dan malah meditasinya seperti beban dan tak kunikmati. Terkadang aku juga sudah merasa dengan sholat cukup sebagai waktuku untuk bermeditasi. Biasanya aku paling suka ikutin meditasinya Lavendaire atau cuma search random di Youtube dengan keyword 10 minutes meditation.

  • Journaling

Aku memiliki 2 jurnal yang memang kegunaannya berbeda, pertama adalah gratitude journal sekaligus to do list. Nah di jurnal pertama ini aku menuliskan apa saja yang aku syukuri hari itu dan mungkin hari sebelumnya biasanya aku menuliskan 5-10 catatan syukur, jika sedang mood aku bisa menuliskan lebih :D. Pada jurnal kedua aku scripting tentang harapan, goal, dan hal-hal baik yang aku inginkan. Nah biasanya biar lebih semangat menulis aku sambil dengerin lagu lofi atau musik klasik hhi. Kalau kalian bingung mau mulai journaling dari mana kalian bisa cek postingan Kak Alodita atau Lavendaire tentang Journaling.

  • Berberes

Ini sudah termasuk mencuci baju, nyapu, ngepel, siram tanaman, beresin kompos. Bagian beberes memang bikin cape tapi klo ga weekend di kerjainnya kapan lagi ya 🙂

  • Skincare Time

Nah kalau ada dana lebih biasanya aku akan pergi SPA hihi tapi kalau gak dan mager ke luar rumah akun akan lebih menikmati scrubing sendri di rumah, maskeran dan biasanya ngasih treatment yang ekstra juga ke rambutku seperti pke hair mask dan aplikasiin hair oil lebih lama. Selebihnya sama kayak skincare sehari-hari.

  • #Baca1jam1hari

Nah di postingan sebelumnya aku udah mention kalau aku dari bulan kemarin memulai kebiasaan untuk baca buku apa saja selama minimal 1 jam dalam sehari. Dulu aku adalah pecinta buku, dalam seminggu bisa 2 buku aku habiskan, sekarang sejak ada social media, scroll feed instagram terlihat lebih menarik 😦 Hal ini akhirnya berpengaruh loh ke habit yang lainnya. Makanya aku mau balikin kebiasaan membacaku agar bisa mengurangi screen time ku. Dan yah pelan-pelan aku jadi mulai suka membaca lagi, dimulai dari bacaan ringan sampai buku self help sudah mulai mengisi 1 jam di tiap hariku dan dampaknya lumayan banget loh. Kalian harus coba! Nah kalau di weekend aku biasanya spare waktu lebih lama untuk membaca apalagi jika bacaan hari itu buku yang aku suka.

  • Siapin Cemilan Sehat

Nah karena weekend waktu luang lebih banyak aku jadi punya banyak waktu untuk mikirin cemilan sehat yang enak buat di makan. Kalau hari biasa gimana? Biasanya aku makan aja yang ada di meja hhe. Weekend ini aku cobain Coconut yogurt jadi ini tuh yogurt yang vegan friendly karena terbuat dari kelapa, cocok deh buat aku yang gampang banget jerawatan klo makan dairy. Rasanya menurutku enak banget, creamy seperti dairy yogurt tapi berbau santan hha. Nah buat yang ga kuat sama asamnya dairy yogurt kadang bikin sakit perut coconut yogurt cocok baget buat kamu.

Nah selebihnya di weekend aku aku lebih banyak ngobrol sama keluarga, main sama keponakan dan binatang peliharaan. Sejak pandemi sepertinya udah gapernah hangout ke cafe sama teman, saat ini lebih nahan dulu untuk catch up secara virtual dulu.

Have a nice weekend guys!

Standard
Tak Berkategori

Buku Usang dan Cake Strawberry

Aku memotong kuenya pelan, tapi tetap saja masih ada bagian yang sulit terikut sehingga tampilan kue menjadi berantakan. Aku susun dengan buku yang akan kuselesaikan hari itu, buku pinjaman dari Penajam yang kini banyak lipatan karena sering kubawa ke mana-mana. Hari itu ingin kufoto semua agar jadi kenangan, meskipun tampilannya berantakan namun ini yang membawa kesan. Ulang tahun dalam diam, hanya kamu dan mungkin orang-orang terdekat yang mengucapkan. Itu sungguh terdengar lebih berarti bagiku dibanding 1000 ucapan tapi hanya sekedar basa-basi. Toh akupun sering lupa tanggal lahir orang hanya mengingat satu dua orang. Karena masih jadi pertanyaan, ulang tahun apakah benar pantas diselebrasi, diselamati atau adalah waktu untuk merenung dan menjadi momen yang haru membiru karena jatah umur sudah berkurang?

Psst ini sebenarnya aku jadikan sebagai momen syukuran, kalau tahun sebelumnya aku berhasil challange diriku untuk 30 hari minum green smoothie, tahun ini 30 hari membaca 1 jam sehari. Kalau dulu tidak perlu challange begini, tapi kini di dunia penuh distraksi di mana diam sejenak fokus membaca jadi hal yang berat buatku menjadikan sejam itu sangat berati. Maka aku bangun habit kecil itu lagi selama 30 hari sebagai kado di bulan ulang tahunku. Oktober ini 🙂

Standard
Tak Berkategori

Beralih ke Deodorant Natural

Sejak belajar untuk hidup eco-friendly aku mulai sedikit demi sedikit mengganti produk yang aku gunakan ke produk-produk eco-friendly dan mostly lokal. Sekarang produk lokal keren-keren deh! Bahkan pilihan produk yang lebih ramah lingkungan itu sudah banyak banget. Nah “hijrah” ke produk eco-friendly ini memang belum 100% karena ya memang tidak semudah itu, aku juga tidak mau karena ingin beralih ke produk eco-friendly aku malah menjadi kalap dan mengganti semua skincare/bodycare ku padahal produk yang sejenis masih aku miliki di rumah. Jatuhnya malah kita lupa kan esensi ramah lingkungan itu sendiri dan jadi menghasilkan banyak sampah apalagi kebanyakan produk eco-friendly ini yaa adanya di luar kota jadi butuh perjalanan panjang dan pengemasan ekstra hingga bisa sampai di tanganku.

Aku kali ini akan membahas deodorant ramah lingkungan yang pernah dan kini aku gunakan, pertama aku mencoba Sensatia Botanical dengan wangi Pandan dan Ylang-ylang yang refreshing menurutku, sejak beralih ke eco-friendly aku jadi kenal Ylang-ylang yang wanginya enak banget dan eh ini ternyata bunga kenanga ya! Nah bentuk deo yang roll on sebenarnya membuatku kurang nyaman karena lengket, aku ngerasa lama banget keringnya. Setelah aku coba ini untuk olahraga, kerja di indoor, aktivitas berat dan di rumah aja ternyata ga mampu menghalangi bau badanku hiks malah aku ngerasa sejak menggunakan ini aku jadi semakin mudah bau hiks. Padahal sebelum di aplikasikan wangi deodorannya enak banget loh calm gitu dan yang pastinya bahan yang digunakan lebih ramah lingkungan bahkan seperti klaim produk Sensatia lainnya deo ini juga reef safe guys!

Nah, produk kedua yang aku coba dan tidak ada di foto adalah Orang& Ginger Natural Deo Leaf Juice Skincare. Aku beli yang dalam kemasan tin, kecil sih tapi awet loh kayaknya aku pakai deo ini kurang lebih 2 bulan. Aku mencium wangi jeruk dan sereh yang cukup kencang dan bahkan mungkin yang lagi deket-deket sama aku keciuman deh hha! Wanginya enak sih tapi kenceng banget.Untuk keefektivitasannya mengontrol bau, hmm so so sih. Kalau cuma buat kerja indoor atau di rumah aja masih aman tapi kalau kerja yang berat butuh produk lain sih :’)

Produk ketiga yang aku temukan gak sengaja dari rekomendasi salah satu followingku di IG akhirnya mempertemukanku dengan BRV Deodorant yang tidak mengandung aluminium, paraben, dan baking soda jadi aman untuk kulit. Aku suka dengan kemasannya yang lucu-lucu dan mereka banyak collab dengan brand lain, yang aku ingin coba juga adalah collab mereka dengan Surfer Girl. Pewangi yang digunakan juga dari essential oils. Nah untuk tau cocok atau tidaknya aku mencoba yang travel size, dengan empat varian wangi dengan masing-masing 5gr hanya 59rb. Tapi saat aku cium wanginya satu-satu sebenarnya perbedaan wanginya sangat tipis, wangi lemongrass mendominasi. Apa ini ampuh untuk ketiakku? YESSSS! Aku cocok banget, akhirnya pencarian deodorantku berlabuh ke BRV. Aku sudah gunakan untuk olahraga, di rumah aja atau full outdoor bau sangat terkontrol.

Sebenarnya masih banyak list deodorant yang ingin aku coba, namun aku harus lebih mindfull. Kalau kalap mulu pengen coba produk eco friendly baru apa bedanya dengan orang yang masih menggunakan produk konvensional?

Standard
Tak Berkategori

2 Hari Cobain Pressed Juice

Sejak tahun lalu aku mulai ngebangun habit baru yaitu minum juice sayur/buah pagi-pagi sebelum sarapan. Awalnya susah banget karena aku kurang suka sayur dan baunya setelah di blender, tapi eh lama-lama kebiasa dan ngerasa kurang kalau belum minum juice. Aku juga ngerasain baget efeknya setelah rutin minum juice, perut jadi lebih enak dan buang air jadi lancar. Daya tahan tubuhku juga jadi lebih bagus.

Tapi beberapa bulan belakangan pola makanku jadi berantakan banget terutama kebiasan konsumsi sayur dan buah yang kurang karena aku malas banget nge-jus, akhirnya aku pengen cobain pressed juice dan coba cari di IG kira-kira di Balikpapan ada gak ya? Ternyata lumayan banyak loh! Tapi sayangnya banyak yang udah ga aktif dan aku menemukan @vers.taste !

Adminnya lumayan responsif saat aku order dan sistemnya memang PO tapi hanya 1 hari kok. Selama 2 hari aku minum pressed juice ini dan enak banget, karena tanpa ampas aku bisa minum dengan lancar tanpa takut muntah. BAB juga jadi lancar dan mood jadi lebih bagus, eh kalian juga ngerasa gitu gak kalau rajin makan-makanan sehat mood jadi lebih baik (?)

Nah, untuk rasa aku paling suka varian yang hijau, selain sayurannya lebih banyak rasanya juga mirip permen tamarin. Kalau kalian ada pressed juice yang jadi favorite gak?

Standard
Tak Berkategori

Ditinggalkan dan Meninggalkan

“Di dunia ini kita klo ga ditinggalin ya ninggalin.”

Itu kata yang sudah aku hapal di luar kepala, belajar pengertian ikhlas sudah dari ingusan dan masih nangis klo gak di kasih duit jajan. Tau konsep di dunia ini akan ada yang datang dan pergi, akan ada tangis dan bahagia, akan ada awal dan akhir, tau arti sabar dan tawakkal, sudah tamat beberapa episode nangis sampe kantung mata sudah lebih mirip kena sengatan tawon. Tapi gapernah sesakit hari itu, jatuh sejatuh jatuhnya, sesak-sesesaknya, dan hidup sudah habis harapannya. Sudah banyak mimpi buruk mampir tapi tak pernah semengerikan ini. Ya, di mana hari itu akhirnya aku tahu adalah hari terakhir Bapak. Masih kuuingat sampai sekarang detailnya, jam 2 siang suapan itu yang terakhir kusuapkan pada bapak, air terkahir yang kusodorkan ke bapak dengan tanganku. Jika aku tahu mungkin setelah bapak makan tak akan kucuci piring itu, tak akan aku tinggalkan sejengkalpun ranjang bapak, akan kupeluk erat bapak seperti 17 tahun lalu aku peluk erat pinggang bapak di atas boncengan saat mencoba motor baru Bapak.

Hampir 2 minggu sejak kepergian Bapak dan aku masih memproses perasaan-perasaan ini, mencoba menerimanya dan yakin sama seperti kebahagiaan yang bisa datang dan pergi kapan saja, kesedihan ini pun kuyakin takkan ada selama-lamanya.

Standard
Tak Berkategori

Virtual Sharing Session bareng Agnes Oryza

Lama banget nggak update di blog hhi, setahun belakangan masih sibuk menyusun masa depan haha!

Banyak banget sebenernya yang pengen aku share di sini tapi next time deh yaa. Kali ini aku pengen share sesuatu yang aku gak nyangka banget bakalan dapet yaitu virtual sharing session bareng kak Agnes Oryza :’ Aku udah mulai ikutin blog dan instagram kak Agnes sejak tahun 2016-2017 kalau gak salah. Jujur aku awalnya sangat terbantu dengan postingan-postingan kak Agnes untuk review skincare dan bodycare aku juga ngerasa kak Agnes tuh unik banget dibandingkan beauty influencer lainnya, di saat di IG tuh dipenuhi dengan cewek-cewek berkulit putih, rambut lurus sampe kayaknya aku pikir ya yang cantik tuh yaa yang kayak gitu, sampai akhirnya nemuin akun kak Agnes yang bisa cantik banget dengan keunikannya dan nunjukin ke kita kalau tubuh kita tuh kalau di rawat akan memancarkan kecantikan dengan sendirinya kok!

Semakin ngikutin kak Agnes dan merasa sering yang dialamin kak Agnes tuh relate banget sama aku saat dia bahas Quarter Life Crisis di blognya, akhir-akhir ini juga kak Agnes sering kasih rekomendasi bacaan, tips belajar (psst aku jadi tau IFI buka kelas virtual ya awalnya dari kak Agnes! hha), ngangkat isu insecurities, relationship dan law of attractions (ini udah banyak banget bukti nyata yang dialamin kak Agnes dan kita sebagai followersnya juga ikut menyaksikan, yang paling fenomenal pas kak Agnes tiba-tiba dapet kesempatan live bareng Nicholas Saputra!) Haha asli sih ini random banget. Kalau kalian follow kak Agnes tau deh gimana dia ngefans nya sama Niscap.

Nah ngomong-ngomong tentang law of attractions yang dialamin sama kak Agnes ini yang akhirnya aku alamin juga aku yang sering banget ngikutin update-an kak Agnes di social medianya akhirnya dapet kesempatan dan terpilih untuk ngikutin acara virtual sharing session bareng kak Agnes. Bener-bener deh pandemi membawa berkah sampe akhirnya ada acara virtual yang memungkinkan banget buat aku yang ada di kota nan jauh di mato ini bisa ikutan :’))

Dari 90 pendaftar hanya dipilih 5 dan aku termasuk di dalamnya, bener-bener gak nyangka sih bakalan kepilih dan akhirnya bisa ketemu 4 temen baru lainnya yang juga peserta dan kenal lebih dekat kak Agnes dan teamnya.

Dalam sesi #AOSharingSession ini tema yang dibahas tentang HOW TO UNLOCK YOUR HIDDEN POTENTIAL. Di sini lebih ke share pengalaman kak Agnes sih yang untuk ada di titik ini tuh yaa emang harus di awali dengan halu-halu aja dulu dan tentunya sambil usaha dan doa nah di sinilah muncul ada namanya law of attractions di mana sebenernya sehalu apapun mimpi kita, segak mungkin mimpi kita hari ini tapi dengan keinginan yang memang kuat, semesta itu akan ikut bantu untuk ke mimpi tersebut dan entah gimana caranya hal yang kita kira gak mungkin tiba-tiba kewujud di waktu yang tepat dengan kesiapan kita. Dari masing-masing kita juga saling share tentang mimpi halu hha!, problem, hambatan dan “law of attractions” apa yang pernah kita alamin. Seru deh, sekian lama kebanyakan di rumah aja gapernah ngobrol se-deep ini. Bener-bener berasa lagi ngumpul sama teman terus saling curhat-curhatan satu sama lain.

Makasih untuk kesempatannya kak Agnes!

Standard
Tak Berkategori

Kado Terbaik 2020

Ingat saat pertama kali ke Gym saat itu yang ada dalam isi kepalaku kesedihan, penuh pertanyaan, ketakutan akan kegagalan apalagi saat itu menjelang ulang tahunku yang akan genap ke angka dua puluh enam. Kupaksakan ke Gym dengan tekad ingin memberikan kado terbaik untuk diri sendiri pada tahun itu. Membership setahun. Haha! Selain handphone sepertinya pengeluaran terbanyakku 3 tahun terakhir dalam satu waktu adalah membership itu. Aku bertekad untuk membentuk habit baru yaitu lebih rajin olahraga untuk ulang tahunku dan yang ternyata itu adalah keputusan dan pengeluaran terbaikku. Berkali-kali aku dalam kesedihan Gym benar-benar menjadi pelampiasan. Katanya olahraga adalah penghasil endopin terbaik, ternyata bukan bualan. Gym membuatku lebih mengenal diriku, tempatku berkontemplasi, dan membuatku tak pernah lagi batuk pilek setahun 3 kali! Bahkan aku lupa kapan terakhir kali aku batuk pilek sejak membership itu.

Aku juga banyak mengenal teman baru di sana meskipun ya kami hanya saling melempar senyum atau mengobrol seadanya karena ya kami terlalu sibuk berolahraga.

Jika teman-teman seusiaku mungkin hiburannya dengan drama Korea, nongkrong di cafe, atau dengan banyak kegiatan lainnya, aku sibuk memikirkan ke gym jam berapa setiap harinya.

Standard
Tak Berkategori

Charging

Source: Pinterest

Sejak covid di mana berbulan-bulan dianjurkan untuk stay di rumah membuatku senang awalnya. Yass, aku memang bukan tipe orang suka dengan kerumunan. Berkumpul dalam kelompok kecil sudah sangat cukup bagiku. Lebih dari itu? Aku akan merasa tersingkirkan menjadi lebih banyak diam bingung harus bicara apa yang berujung terbata-bata. Apalagi saat berada di kelompok baru atau kelompok yang punya power lebih dariku biasanya aku akan memilih sedikit bicara atau diam.

Aku merasa tipe orang yang energinya cepat habis jika dikelilingi orang-orang (jadi bukan berarti aku gak suka ya) dan menyendiri adalah waktu terbaik untuk charge. Kadang suka iri dengan teman yang kok energinya ga habis-habisnya, tetap bisa menimpali pembicaraan sana sini,

Dan sejak covid ini sepertinya aku semakin parah, energi bisa cepat banget habis padahal interaksi ga begitu banyak yang akhirnya wajahku terkesan tidak ramah, lebih pendiam (eits di kelompok yang aku sudah sebutkan di atas yaa), rasanya pengen cepet-cepet di rumah dan menyendiri lagi di kamar.

Lalu bagaimana mengatasi saat aku merasa “batraiku low”? Aku biasanya melakukan journaling menuliskan apa saja yang aku rasakan, membuat list hal yang paling aku syukuri, to do list dan menuliskan apa saja hal yang membuatku senang dan sedih hari itu. Lalu, kulakukan meditasi 5-10 menit. Biasanya setelahnya aku merasa energiku terisi kembali.

Kalau kalian bagaimana? Tipe yang mengisi “batrai” dengan berinteraksi atau menyendiri? Lalu bagaimana mengatasinya? Share dong :3

Standard
Tak Berkategori

2020

Kurang dari 2 bulan lagi kita akan meninggalkan 2020. Tahun yang benar-benar mengajarkan banyak hal, penuh lika-liku dan gak mudah untuk semua orang. Di tahun ini aku benar-benar sibuk dengan diriku sendiri, berkontemplasi, mencari cara agar bisa mengembangkan diri. Seringkali gagal tapi esoknya aku berusaha untuk coba lagi. Aku benar-benar belajar bahwa penolong saat kau jatuh ya Tuhan dan dirimu sendiri.

Apa rasanya gagal 4 kali? Tidur tidak nyenyak karena menghawatirkan ayahmu pergi? Ditinggalkan teman yang katanya sefrekuensi? Punya permasalahan kulit yang membuat stress tiap hari?

Tahun ini ingin rasanya pukpuk pundak sendiri dan bilang terima kasih sudah bertahan.

Standard